• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Akhirnya Danau Zamrud Siak Dikukuhkan Sebagai Taman Nasional

Blogger Siak - Kendati diakui sebagai salah satu keajaiban dunia, namun keberadaan Danau Zamrud yang merupakan gabungan dua danau yang terletak di hutan rawa gambut basah di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, kondisinya semakin memprihatinkan.

Untuk menjaga kelestarian Danau Zamrud itu, Pemkab Siak terus berupaya memperjuangkan kepada Pemerintah Pusat agar area seluas 28 ribu hektare itu ditetapkan sebagai Taman Nasional.

"Setelah diperjuangan selama 15 tahun sejak 2001, akhirnya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah mengukuhkan kawasan Zamrud sebagai Taman Nasional," jelas Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi kepada GoRiau.com, Jumat (20/5/2016).

Akhirnya Danau Zamrud Siak Dikukuhkan Sebagai Taman Nasional
Danau Zamrud
Dengan dikukuhkannya Zamrud sebagai Taman Nasional, kata Bupati, tentunya pengawasan terhadap kawasan hutan lindung ini semakin diperhatikan. Dimana, nantinya akan dibangun Balai Besar Konservasi di pintu masuk Zamrud tersebut.

"Selama ini kan kurang diperhatikan, sehingga sering terjadi pembalakan liar di sana. Kalau nanti sudah ada Balai Besar Konservasi di sana, tentu penjagaan semakin diperketat," ujarnya.

"Nanti kawasan Zamrud ini juga dibagi zonasi-zonasinya, bisa untuk pariwisata, penelitian, pendidikan, dan juga rencana eksploitasi minyak yang ada di Zamrud itu," tambah Syamsuar.

Danau Zamrud merupakan gabungan dari dua danau yang terletak di hutan rawa gambut basah, yaitu Danau Pulau Besar seluas 2.416 hektare dan Danau Bawah 360 hektare. Danau Zamrud memiliki keunikan, dimana pulaunya bisa berpindah-pindah. Terdapat empat pulau utama, yaitu Pulau Besar, Pulau Tengah, Pulau Bungsu dan Pulau Beruk. Uniknya, keempat pulau di Danau Besar ini merupakan pulau yang bisa berpindah atau disebut juga pulau hanyut. Pulau jenis ini terbentuk dari endapan lumpur dan tumbuh-tumbuhan sehingga pada saat-saat tertentu pulau itu dapat berpindah ketempat-tempat yang berbeda.

Danau Zamrud telah dijadikan sebagai kawasan suaka margasatwa sejak 25 November 1980 oleh pemerintah Indonesia. Selain sebagai kawasan konservasi kawasan ini juga dikembangkan untuk riset ilmu pengetahuan dan obat-obatan.

"Danau rawa ini kan termasuk keajaiban dunia. Mudah-mudahan dengan dikukuhkan menjadi Taman Nasional, keberadaan Zamrud ini bisa dimanfaatkan, baik untuk pariwisata, penelitian, pendidikan dan juga sebagai kawasan suaka margasatwa di Kabupaten Siak," jelas Syamsuar.(***)
Sumber : GoRiau.com
Share:

Festival Siak Bermadah 2016 Kabupaten Siak

Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau, berencanan mempromosikan wisata dan kesenian daerah setempat melalui Festival Siak Bermadah (FSB) yang diselenggarakan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga pada 10-12 Oktober 2016.
Tari Zapin
"FSB ke-14 akan berlangsung pada tanggal 10-12 Oktober dengan tema yang sama dengan tahun 2015 yakni Adat Dijunjung Budaya Disanjung," kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Disparpora Kabupaten Siak Syafrizal di Siak, Rabu.

Festival Siak Bermadah diselenggarakan untuk menjaga eksistensi dan melestarikan kesenian Melayu di kalangan masyarakat lokal, nasional dan internasional.

Syafrizal melanjutkan FSB 2016 akan memperlombakan tari Zapin kreasi baru Internasional yang diikuti oleh negara Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Kemudian Provinsi Kalimantan Barat, Lampung, Bengkulu, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau sebagai tim kesenian provinsi.

"Sementara tim kesenian kabupaten/kota provinsi Riau yakni Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Pekanbaru dan Siak. Selain itu ada juga lomba tari kreasi Melayu se-Kabupaten Siak yang diikuti 14 kecamatan," ucapnya.

Pada FSB 2016 akan ada juga pawai budaya dengan penampilan kesenian dari 14 kecamatan, peserta dari tiga negara dan lima provinsi.

“Yang tidak kalah seru akan ada hiburan rakyat dari artis ibukota yaitu Judika di lapangan Bola Bambu Kuning Perawang, Kecamatan Tualang pada hari kedua FSB,” katanya.

Dia mengatakan, persiapan sudah mencapai 90 persen, selebihnya tinggal menunggu kedatangan peserta dari tiga negara tersebut dan lima provinsi lainnya.

Tema "Adat Dijunjung Budaya Disanjung", diharapkannya bisa dipatenkan menjadi taglinenya Festival Budaya Bermadah karena sudah digunakan dua kali berturut-turut.

"Semoga dengan diadakannya FSB ini bisa menggali lagi kesenian daerah dan lokal serta juga ajang dalam mempromosikan pariwisata daerah," katanya.
Sumber anatarriau.com, Rabu 28 september 2016
Share:

Daya Tarik Kerajaan Melayu Islam Siak Sri Indrapura

Kabupaten Siak di Provinsi Riau kini mulai bersinar setelah pemerintah memolesnya. Daya tarik sejarah, budaya, dan alamnya mengundang pelancong untuk berkunjung.

Empat remaja bermain di tepi Sungai Siak yang dibelakangi Masjid Raya Syahabuddin. Mereka memanjat pohon, saling siram, dan ejek. Saat azan berkumandang, para remaja yang berpakaian khas melayu itu bergegas masuk ke masjid. Jumlah jemaah meruah, mereka terpaksa shalat di halaman masjid bersama sebagian jemaah lain. Di antara mereka, terdapat dua warga Malaysia yang tengah berwisata dan turut shalat Jumat di sana.

Masjid Raya Syahabuddin selalu penuh sesak saat ibadah shalat Jumat. Masjid mungil dengan luas tapak 399 meter persegi ini merupakan salah satu bangunan kebanggaan masyarakat Siak.

Masjid Raya Syahabuddin dibangun pada 1926 semasa kejayaan Kerajaan Siak di bawah kepemimpinan Sultan Syarif Kasim II. Makanya, masjid bercat kuning ini juga dikenal dengan nama Masjid Kerajaan Siak.

Di samping masjid inilah jasad Sultan Syarif Kasim II dan para permaisurinya dikebumikan. Karena itu, tempat ini kerap dikunjungi pelancong. Selain ingin menikmati keindahan masjid, mereka juga ziarah ke makam sultan. ”Sultan ini terkenal berwibawa, mempunyai ilmu agama yang tinggi, dan baik budi. Makanya banyak yang berdoa di dekat makamnya,” ujar Bupati Siak Syamsuar.

Sultan Syarif Kasim II berjasa memperkuat basis agama. Dia mendirikan dua Madsarah Taufiqiyah untuk murid pria dan Annisa untuk perempuan. Kedua madrasah ini berdiri sekitar 20 meter dari Istana Siak, tak jauh dari masjid tersebut.

Sampai sekarang, bangunan kedua madrasah itu masih utuh. ”Sekarang bangunan Taufiqiyah kami fungsikan sebagai sekolah taman kanak-kanak, sementara gedung Annisa menjadi Istana Peraduan,” kata Kepala Bagian Humas Kabupaten Siak Juarman.

Kerajaan Siak

Sultan Syarif Kasim II merupakan penguasa Kerajaan Siak terakhir. Jika dirunut, dia adalah sultan ke-12 sejak kerajaan Siak didirikan oleh Raja Kecik yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rakhmat Syah.

Raja Kecik merupakan keturunan Sultan Johor (Malaysia). Namun, karena perebutan takhta, dia harus meninggalkan Johor semasa masih dalam kandungan ibunya. Ketika dewasa, Raja Kecik merebut kesultanan Johor dari kekuasaan Datuk Bendahara Tun Habib atau Sultan Abdul Jalil Riayat Shah. Namun, keturunan Datuk Bendahara Tun Habib kembali merebut kekuasaan Raja Kecik sehingga perang tak terelakkan.

Korban berjatuhan. Rakyat sengsara. Kedua pihak akhirnya sepakat membagi daerah kekuasaan. Raja Kecik mendapat bagian Siak dan menyingkir ke Buantan, daerah pedalaman Sungai Siak. Dari sinilah Kerajaan Siak Sri Indrapura dia dirikan, sekaligus sebagai pusat penyebaran agama Islam.

Setelah lima kali pusat pemerintahan pindah, Kerajaan Siak menetap di Siak. Istana Siak yang dibangun dengan arsitektur campuran Eropa-Arab-Melayu berdiri tegak di tepi Jalan Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak.

Wisata sejarah

Dalam istana ini, pelancong dapat menikmati kemegahan kerajaan melalui peninggalan-peninggalan yang ada. Peninggalan yang termasuk istimewa adalah cermin awet muda. Cermin ini selalu dipakai permaisuri untuk berkaca dan mempertahankan kecantikannya. ”Pantulan dari cermin dipercaya mampu mengurangi efek penuaan,” kata Zainuddin, Koordinator Istana Sultan Siak, yang bertugas menjaga Istana Siak.

Entah betul atau tidak cerita itu. Yang jelas, di setiap musim puncak kunjungan pelancong, kaum hawa kerap antre sampai belasan meter untuk berkaca di cermin awet muda itu.

Yang juga menarik adalah Komet, sejenis gramofon, yang berisi musik-musik instrumental klasik abad XIII ciptaan komponis terkenal, seperti Beethoven, Mozart, dan Strauss. Komet yang berbentuk lemari setinggi 2 meter ini dibawa oleh Sultan Siak XI dari Jerman pada 1896.

Sampai sekarang, Komet masih berfungsi. Piringan-piringan baja yang berisi aransemen musik-musik klasik itu masih sangat terawat. Menurut Zainuddin, Komet hanya ada dua di dunia, satu di Jerman dan satu lagi di Istana Siak.

Daya tarik budaya

Kedekatan Kesultanan Siak dengan Johor (Malaysia) menumbuhkan budaya serumpun. Ketika keturunan dan kerabat istana berserak dari Siak, Brunei Singapura, dan Malaysia, mereka dipersatukan oleh budaya. Pemerintah Kabupaten Siak melihat peluang itu dengan menggelar Festival Siak Bermadah setiap Oktober. Mereka mengundang perwakilan suku melayu dari Johor, Malaka, Perak, Singapura, Brunei, dan Betawi.

Festival Siak Bermadah ini seperti pesta rakyat. Warga dari sejumlah kecamatan dimanjakan dengan beragam lomba, seperti lomba tari kreasi Melayu, syair, tari tradisional Melayu, berbalas pantun, lagu melayu, dan adat perkawinan Siak.

Jumlah pelancong pada saat Festival Siak Bermadah mencapai puluhan ribu orang. Mereka datang dari sejumlah daerah perwakilan suku Melayu. Bahkan, tak sedikit yang datang dari Lombok, Bali, dan Jawa. Banyak Juga pelancong datang untuk mengenal silsilah keluarganya.

”Kami ingin tahu nenek moyang kami karena katanya ada nenek moyang kami dari Johor yang menjadi sultan di Siak,” kata Wan Abdul Hadi (34), pelancong dari Johor, Malaysia.

Infrastruktur

Setelah kemerdekaan, Siak hanyalah sebuah kecamatan, bahkan statusnya nyaris menjadi kelurahan. Lokasinya yang dikelilingi sungai menjadikan Siak sulit dijangkau. Namun, warga terus berjuang dan sejak 1999, Siak resmi menjadi kabupaten.

Siak yang berpenduduk 457.533 jiwa ini menyimpan potensi kekayaan alam luar biasa. Produksi minyaknya mencapai 114.600 barrel per hari. Data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menunjukkan, Siak memiliki cadangan gas 22,5 miliar kaki kubik (BCF).

Dari hasil minyak ini, pemerintah terus memoles Siak sehingga semakin bersinar. Jalan berupa tanah gambut disulap Pemkab Siak menjadi jalan aspal mulus. Anggaran yang mereka keluarkan mencapai Rp 300 miliar per tahun.

Untuk memudahkan jangkauan pendatang, Pemkab Siak membangun beberapa jembatan. Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, sepanjang 1,5 kilometer, menghabiskan dana Rp 390 miliar. Jembatan ini menghubungkan pusat kota dengan jalan utama menuju Siak.

Jembatan lainnya adalah Jembatan Sultan Syarif Hasyim di Kecamatan Tualang yang menelan biaya Rp 191 miliar serta Jembatan Raja Kecik di Kecamatan Sungai Apit dan Sabak Auh. Semua jembatan tersebut memudahkan mobilitas pelancong dan warga Siak. Jika dulu pendatang harus naik kapal untuk menjangkau Siak, kini bisa dengan menggunakan alat transportasi darat.

Siak yang berjarak sekitar 120 km dari Pekanbaru dapat dijangkau dengan menggunakan angkutan umum kapal. Tarif angkutan umum Rp 30.000, sementara kapal Rp 60.000. Jika bersama keluarga atau teman, sebaiknya menggunakan mobil pribadi atau mobil sewaan. Sebab, di Siak nyaris tak ada angkutan umum, kecuali becak yang jumlahnya tak lebih dari 30 unit.

Jarak Siak dari Singapura hanya 150 km. Pelancong dari Malaysia dan Singapura biasanya naik kapal dengan waktu tempuh empat jam. Pemkab Siak membangun tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Buatan, Pelabuhan Perawang, dan Pelabuhan Siak Sri Indrapura.

Jika bosan dengan wisata sejarah dan religi, cobalah wisata alam Siak. Sekitar 50 km dari pusat kota terdapat Danau Zamrud yang masih perawan. Tantangannya, pelancong dipaksa memasuki belantara hutan gambut dengan perahu tradisional, melewati anak sungai untuk menjangkau Danau Zamrud. Tempat ini sangat nyaman untuk memancing atau sekadar menikmati udara segar

Baca Juga : Sejarah Singkat Kabupaten Siak
Share:

Jalur Pendakian Gunung Welirang-Arjuno Via Cangar

jalur pendakian gunung welirang via cangar
Sumber gambar: cikasur.com
Gunung Welirang, dengan ketinggiannya yang mencapai 3.156 mdpl, gunung satu ini menempati urutan ke-7 dalam jajaran gunung tertinggi di pulau Jawa. Nama 'Welirang' sendiri memiliki makna 'belerang', hal ini dikarenakan melimpahnya belerang di gunung tersebut. Saat menjamahinya, mungkin kamu akan berpapasan dengan penduduk lokal yang sedang memanggul belerang. Sebab, belerang di gunung Welirang dikelola oleh masyarakat setempat.



Lokasi gunung Welirang berada di perbatasan antara Kabupaten Malan dan Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Masuk dalam sebuah gugusan pegunungan bersama gunung Arjuno, Puncak Kembar l dan Puncak Kembar ll.


Jalur Pendakian Gunung Welirang-Arjuno Via Cangar

Jalur Cangar merupakan jalur pendakian gunung Welirang dan gunung Arjuno yang paling ramah, memiliki jarak tempuh yang tidak terlalu panjang dan kondisi track yang tidak terlalu sadis. Sebagian pendaki menyebutnya sebagai jalur pintas gunung Welirang dan gunung Arjuno.

Rute Perjalanan Menuju Basecamp

Bila kamu datang dari arah timur, maka tujuan awalmu adalah terminal Kota Batu, kemudian dilanjutkan menuju titik awal pendakian dengan menggunakan jasa angkutan kota yang berwarna jingga menuju Desa Sumber Berantas atau area wisata pemandian air panas Cangar.

Perizinan



Sesampainya di titik awal pendakian, kamu bisa mengurus surat perizinan di pos perizinan yang letaknya tidak jauh dari sana. Hal ini sangat memudahkan kita, karena tidak perlu mengurusnya di kantor perhutani Tahura yang berada di Arjosari, Malang.


Pendakian Menuju Puncak

Awal pendakian, kamu akan menyusuri jalanan tanah setapak yang dihiasi dengan pemandangan berupa hamparan ladang sayur milik penduduk setempat, yang terbentang luas. Belum terlalu menanjak, sangat cocok untuk melakukan pemanasan.

Selanjutnya, setelah memasuki hutan, track akan lebih mananjak, jalanan berupa tanah yang akan licin saat memasuki musim hujan. Di tengah perjalanan kamu akan melewati kebun arbei (atau hutan arbei). 3 Jam setelah berjalan di hutan maka kamu akan sampai di Watu Gede, sebuah tempat yang paling ideal untuk mendirikan tenda, bermalam dan beristirahat.

Setelah melewati Watu Gede, selanjutnya kamu akan menuju Lembah Kembar, jaraknya dari Watu Gede sekitar 1 jam perjalanan. Kemudian kamu akan menemukan sebuah persimpangan jalan, ambilah jalur sebelah kiri untuk sampai di hutan Lali Jiwo.

Konon, hutan Lali Jiwo (hutan lupa diri) mampu membuat siapa saja yang memasukinya menjadi lupa diri, tidak terkendali, bahkan tersesat. Menurut para peneliti, memang bau getah dari pephonan yang ada di hutan ini mampu membuat seseorang kehilangan kendali. Jadi, senantiasalah mengingat tuhan saat memasuki hutan Lali Jiwo, agar Ia menjaga keselamatanmu.

Selepas hutan Lali Jiwo, pemandangan akan lebih terbuka, mengantarkanmu pada sebuah lembah (bernama Lembah Kembar) yang berada di antara Puncak Kembar l dan Puncak Kembar ll, yang juga merupakan sebuah persimpangan, jalur kanan untuk menuju gunung Arjuno dan jalur kiri untuk sampai di puncak gunung Welirang.


Lembah Kembar - Puncak Gunung Welirang

Dari Lembah Kembar, kamu dapat memilih jalur sebelah kiri untuk sampai di Puncak Kembar terlebih dahulu, kemudian menuruninya dan akan bertemu dengan jalur pendakian via Tretes.

Selanjutnya, jalanan setapak akan membawamu untuk melipir ke sebelah bukit, yang merupakan jalanan bagi penambang belerang. Jagalah konsentrasi saat menyatroni track di sini, sebab di sebelah kiri jalur merupakan jurang yang menganga. Namun, dibalik kengerian tersebut, kamu dapat menikmati pemandangan yang indah, berupa gunung Kawi dan gunung Butak dari kejauhan.


Puncak Welirang

Setelah melewati serangkaian rintangan, sesampainya di puncak gunung Welirang, kamu dapat menikmati kemegahan alam, indah nan luas, serta pemandangan gunung Penanggungan dan puncak gunung Arjuno di sebelah kiri.


Lembah Kembar - Puncak Gunung Arjuno

Dari Lembah Kembar, kamu dapat memilih jalur sebelah kanan untuk sampai di puncak gunung Arjuno, melintasi jalan setapak yang tidak begitu menanjak, pemandangan berupa hutan pinus di sebelah kanan dan sebuah jurang besar di sebelah kiri. Jalanan setapak ini akan membawamu kepada sebuah area tanah datar yang cukup luas.

Selepas area tersebut, jalur akan lebih menanjak, yang mengartikan bahwa kamu sedang berada di persimpangan jalur yeng mempertemukan jalur Cangar dan jalur Tretes.

Baca juga: jalur pendakian gunung Arjuno via Tretes


Puncak Gunung Arjuno

Puncak gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 mdpl, memiliki nama Puncak Ogal-Agil, salah satu keunikan alam yang bisa kamu santap saat berada di sana adalah keberadaan tumpukan batu-batu besar yang megah dan pemandangan puncak Mahameru dan puncak gunung Welirang.



Tips Pendakian Gunung Welirang dan Arjuno Via Cangar


  • Persiapkan peralatan pendakian, mental dan fisik dengan sebaik mungkin, karena pada beberapa titik, track-track di sana cukup sadis
  • Usahakan untuk memulai pendakian di pagi hari, paling siang jam 10:00
  • Area camp yang paling ideal adalah di Watu Gede dan Lembah Kembar
  • Sumber air hanya ada di dua titik, yakni di jurang Kawai, 30 menit dari titik awal pendakian dan di Lembah Kidang, terletak sebelum puncak gunung Arjuno. Namun sebaiknya tidak mengandalkan sumber air di Lembah Kidang
  • Usahakan untuk tidak mendaki di musim hujan, karena kebengisan track akan bertambah 2 kali lipat saat kamu melakukan pendakian di musim hujan


Demikian adalah informasi tentang jalur pendakian gunung Welirang-Arjuno Via Cangar yang bisa saya sampaikan semoga dapat bermanfaat dan salam lestari.
Share:

Jalur Pendakian Gunung Dempo Via Rimau

jalur pendakian gunung dempo via rimau
Sumber gambar: https://themasyahgoblog.wordpress.com
Dengan ketinggian puncaknya yang mencapai 3.159 mdpl, gunung Dempo merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan dan menempati urutan ke-3 di pulau Sumatera. Hingga saat ini, ia dikenal sebagai gunung berapi aktif. Kamu bisa membaca sejarah letusan gunung Dempo untuk mengetahui seberapa aktifnya dia.



Lokasi gunung Dempo sendiri berada di Kota Pagaralam, sebuah kota yang memiliki pemandangan alam yang indah dan berudara sejuk. Terlebih Kota Pagaralam memiliki beberapa tempat wisata alam air terjun dan merupakan kota penghasil kopi robusta terbaik di Indonesia. Tidak heran jika kota ini merupakan salah satu tujuan wisatawan di pulau Sumatera.


Jalur Pendakian Gunung Dempo Via Rimau

Bila kamu berniat untuk menjamahi keindahan gunung Dempo, ada baiknya kamu mencoba jalur paling populer di gunung satu ini, jalur tersebut adalah jalur via Rimau, dikenal sebagai jalur yang memiliki jarak tempuh paling pendek di antara jalur lainnya. Kurang lebih, dari pintu masuk menuju puncak, hanya membutuhkan waktu sekitar 8 jam perjalanan.

Rute Perjalanan Menuju Basecamp

Kota Pagaralam sendiri berjarak 5 jam perjalanan, menggunakan bis dari kota Bengkulu. Sesampainya di daerah Pagaralam, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menyewa ojeg menuju titik awal pendakian gunung Dempo (via Rimau), tarif ojegnya Rp. 50.000/orang dan menempuh 30 menit perjalanan.

Perizinan



Tidak ada peraturan tertulis dalam masalah perizinan di gunung Dempo. Tapi sebaiknya, sebelum mendaki, kita minta izin terlebih dahulu kepada kepala desa di sana dan menanyakan situasi dan kondisi jalur kepada masyarakat sekitar. Serta, sebelum melakukan pendakian ada baiknya untuk melakukan do'a bersama untuk keselamatan selama menjamahi hutan di gunung Dempo.

Pendakian Menuju Puncak Dempo

Sepanjang tahun gunung Dempo tidak pernah sepi dari jamaham manusia, entah itu penduduk lokal yang mencari kayu di kawasan puncak, wisatawan yang ingin melihat keindahan kota Pagaralam dari lereng gunung Dempo atau para pendaki yang ingin mencicipi kemegahan alam di puncak gunung Dempo.


Pintu Pendakian - Shelter l

Saat memulai perjalanan, kamu akan melewati perkebunan teh yang terbentang luas, udara di sana sangat sejuk (atau dingin?), selanjutnya kamu akan sampai di pintu rimba, mulai memasuki hutan gunung Dempo.

Hutan di gunung Dempo ini tidak berbeda jauh dengan hutan di gunung Pangrango, khas hutan hujan tropis, rimbun dan memiliki udara yang lembab.

Sementara keadaan track selepas hutan rimba nyaris tidak ada bonus sama sekali, nanjak terus. Di sini kamu bisa memanfaatkan akar-akar pohon untuk berpegangan saat menghadapi beberapa tanjakan sadis nan kejam.


Shelter l - Shelter ll

Perjalanan menuju shelter 2, jalur hutan akan berganti menjadi jalur cadas, tanjakannya tidak banyak berubah, masih mampu menggetarkan dengkul dan membuat jantung berdebar keras.

Shelter ll merupakan sebuah area tanah datar yang tidak terlalu luas, mungkin hanya mampu menampung 4 tenda.


Shelter ll - Puncak Gunung Dempo

Perjalanan dari shelter 2 menuju puncak, kita akan melewati shelter 3,4 dan puncak pertama. Perjalanan ini akan melewati jalur pendakian yang tidak kalah hebat dari sebelumnya, penuh dengan tanjakan dan rintangan. Namun dibalik itu, pemandangan alam yang sangat indah akan menemanimu sepanjang perjalanan.


Puncak Gunung Dempo

Gunung Dempo memiliki 2 puncak, di antaranya adalah puncak pertama dan puncak Api. Puncak pertama merupakan sebuah dataran yang cukup luas, dihiasi oleh tanaman perdu, sedangkan puncak Api memiliki sebuah kawah yang cukup besar.



Tips Pendakian Gunung Dempo Via Rimai


  • Persiapkan peralatan pendakian dengan sebaik mungkin
  • Hati-hati dengan keberadaan lintah/pacet di hutan gunung Dempo, mengingat udaranya yang lembab merupakan tempat ideal untuk hunian lintah
  • Tempat camp (mendirikan tenda) yang paling ideal adalah di lembah yang terletak di anatara puncak pertama dan puncak Api, karena di sana, kamu bisa menemukan sumber air untuk memenuhi kebutuhan kegiatan masak-memasak


Demikian adalah informasi tentang jalur pendakian gunung Dempo via Rimau yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat dan salam lestari.
Share:

Sejarah Letusan dan 5 Misteri Gunung Dempo

sejarah letusan dan misteri gunung dempo
sumber gambar: https://nessyoctavia.wordpress.com
Gunung Dempo, dengan ketinggian puncaknya yang mencapai 3.159 mdpl, ia menempati urutan ke-3 dalam jajaran gunung tertinggi di pulau Sumatera dan merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Letaknya sendiri berada di Kota Pagaralam, berjarak sekitar 7 jam perjalanan dari Palembang.



Kota Pagaralam sendiri dikenal sebagai penghasil kopi robusta terbaik di Indonesia, memiliki pemandangan alam yang indah, udara yang sejuk, dihiasi oleh hamparan kebun teh dan beberapa air terjun, menjadikan Kota Pagaralam sebagai kota wisata alam favorit.

Tentu saja, keberadaan gunung Dempo di kota Pagaralam membuatnya semakin cantik dan menjadi daya tarik bagi wisatawan alam, khususnya bagi para pendaki gunung. Sepanjang tahun, gunung Dempo tidak pernah sepi dari jamahan manusia.


Sejarah Letusan dan 5 Misteri Gunung Dempo



Seperti halnya gunung-gunung lain di Indonesia, gunung Dempo pun memiliki sejarah dan misteri di dalamnya. Nah, dalam tulisan yang sedang kamu baca saat ini, kita akan menelusuri sejarah dan misteri gunung Dempo (jalur pendakiannya akan kita bahas dalam tulisan selanjutnya).


Sejarah Letusan Gunung Dempo

Sampai saat ini, gunung Dempo masih berstatus aktif dan beberapa ahli geologi menyebutnya sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Berikut adalah ulasan tentang sejarah letusan gunung Dempo.

Tahun 1818

Letusan pertama yang tercatat oleh sejarah, yakni pada tahun 1818, namun catatan tentang tanggal kejadian tidak bisa dipastikan. Letusan ini menyebabkan puncak gunung Dempo menjadi gundul dan sebagian besar hutan habis terbakar.

Tahun 1839

Tidak lama berselang, kembali terjadi letusan, yakni pada tahun 1839. Sebagian masyarakat menggambarkan terdengarnya suara gemuruh yang cukup keras dan api terlihat menyala di atas puncaknya. Mengakibatkan kerusakan pada hutan, entah itu terbakar atau tumbangnya pohon-pohon besar di sana.

1 Januari 1853

Letusan selanjutnya tidak terlalu berbahaya dan tidak terlalu besar, tidak banyak keterangan tentang letusan satu ini.

18 Mei 1879

Masyarakat sekitar mendengar gemuruh letusan selama 10 menit dan terlihat gunung Dempo mengeluarkan kepulan awan hitam dari puncaknya.

Tahun 1880

Pada bulan Mei 1880, gunung Dempo kembali memperlihatkan keaktifan laharnya, ia meletus dengan sekala sedang.

16 Februari 1881

Satu tahun berikutnya, seakan ingin memperlihatkan bahwa ia merupakan gunung berapi yang sangat aktif, gunung Dempo kembali meletus, mengakibatkan gempa di kawasan sekitarnya, memperdengarkan suara gemuruh dan menyemburkan asap dari puncaknya.

Juli 1884

Sepanjang bulan Juli di tahun 1884, gunung Dempo sering terlihat menyemburkan gumpalan asap dari kawahnya, sesekali terdengar dentuman yang sangat keras dari gunung berapi tersebut.

Tahun 1895

Pada bulan Juli, gunung Dempo mengeluarkan kepulan asap dan menghujani kawasan di sekitarnya dengan abu vulkanik. Sementara di tahun yang sama, pada bulan September, ia kembali aktif, mengepulkan asap, menghujani abu dan mengalirkan lumpur panas. Pada letusan ini, terdengar satu kali dentuman yang keras.

26-27 Oktober 1900

Memperdengarkan suara dentuman yang amat keras dan mengepulkan asap yang sangat tinggi.

Tahun 1905

Perut gunung Dempo seperti sedang bergejolak, kala itu kawahnya sering sekali menyemburkan air panas hingga mencapai ketinggian 12 meter.

16-17 Februari 1908

Gunung Dempo mengalirkan lumpur panas ke sungai Betung dan menghujani kawasan sekitarnya dengan abu.

Tahun 1921

Menurut Stehn, seorang ahli geologi, gunung Dempo mengeluarkan uap panas dari perutnya, hal ini mengakibatkan naiknya permukaan air di kawah gunung Dempo. Kejadian ini sama percis dengan kegiatan vulkanis di gunung Krakatau.

19 Mei 1922

Terjadi letusan kecil selama 1 menit, kepulan uap terlihat mengepul dari kawahnya.

April 1926

Sering terdengar suara gaduh dari arah gunung Dempo, seperti air yang sedang dituangkan ke lantai dan bebetuan yang sedang dilemparkan.

Tahun 1934

Pada bulan Januari, Februari dan bulan April, terjadi hujan abu di kawasan sekitar gunung Dempo, hujan abu yang berturut-turut tersebut menyebabkan kerusakan pada kebun teh Ampak, rusak dan kering.

Tahun 1936

Pada tanggal 26 November 1936, terdengar suara gemuruh dari arah gunung Dempo, sebanyak 3 kali. Selanjutnya, gunung tersebut meluncurkan hujan abu dan belerang, sekitar 30 menit lamanya, serta mengalirkan lumpur ke sebelah barat laut darinya.

Juli 1939

Pada tanggal 25 Juli, terjadi letusan yang cukup hebat, sekitar 15 menit lamanya, gunung Dempo menyemburkan gumpalan hitam berupa lumpur panas, menyebabkan hujan lumpur di kawasan sekitarnya. Kebun teh Gunung Dempo menjadi pihak yang paling dirugikan oleh letusan ini.

Tahun 1940

30 Januari: Diawali dengan beberapa kali suara dentuman dan gemuruh, kemudian gunung Dempo mengalirkan lumpur bercampur belerang ke kawasan-kawasan sekitarnya, merusak ladang sawah, ladang kopi dan perkebunan milik masyarakat sekitar, di beberapa tempat, endapan lumpur mencapai tinggi 50cm.
4 Februari: seorang peneliti bernama Stehn melakukan pendakian di gunung Dempo, ia menuturkan bahwa semakin ke atas, maka endapan abu semakin tebal, terlihat hutan yang rusak dan pepohonan yang terbakar serta tumbang.
7 Februari: gunung Dempo mengeluarkan suara gemuruh sebanyak 2 kali.
8 Februari: pada pagi harinya, terlihat gumpalan asap di atas gunung Dempo dan pada malam harinya terjadi gempa, serta turunnya hujan abu.
12 Februari: Seakan tidak puas, gunung Dempo kembali bereaksi, kali ini ia mengeluarkan kepulan asap yang tak terlalu padat.

Tahun 1974

Kawah gunung Dempo menyemburkan belerang

21 Mei 2009

Selama 5 menit, gunung Dempo mengalami letusan freatik, terasa gempa di kawasan sekitarnya.

Tahun 2015

Pada tanggal 30 April, badan PVMBG mengeluarkan laporan tentang peningkatan status gunung Dempo menjadi waspada, warga dilarang mendekatinya dengan radius 1km. Kemudian pada tanggal 15 September, masyarakat Pagaralam panik karena melihat kepulan asap yang sangat pekat, seakan puncak gunung Dempo sedang terbakar hebat.

April 2017

Gunung Dempo kembali bereaksi, ia meletus dengan sekala kecil, mengakibatkan terjadinya hujan abu di kawasan sekitarnya. Namun tentu saja hal ini mengakibatkan kepanikan bagi masyarakat Pagaralam, mengingat perkampungan mereka sangat dekat jaraknya dengan gunung Dempo.

Ya, ada letusan jam 5 sore tadi, mengeluarkan abu vulkanik, karena kondisinya berkabut, abunya jadi tidak terlalu terlihat, ujar Mulyadi, Kepala Pos Pemantau Gunung Api Dempo Pagaralam


5 Misteri Gunung Dempo

Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, , sebagaimana gunung-gunung lainnya di Indonesia, gunung Dempo pun memiliki sejarah dan misteri di dalamnya, jika kamu sudah mengetahui tentang uraian sejarah letusan gunung Dempo, di bawah ini merupakan 5 misteri gunung Dempo.

1. Siluman Harimau di Gunung Dempo

Menurut penuturan warga sekitar, sebagian dari mereka percaya bahwa kawasan gunung Dempo dijaga atau dinaungi oleh sosok makhluk ghaib yang wujudnya menyerupai harimau, namun kadang terlihat juga seperti manusia pada umumnya, berubah-ubah. Bahkan mereka memainkan tarian Ulu yang bernuansa magis untuk menghormati sosok tersebut.

2. Suara Adzan Mampu Mengusir Kabut Tebal di Gunung Dempo

Keajaiban suara adzan sudah menjadi hal yang lumrah bagi para pendaki gunung Dempo. Pasalnya, banyak para pendaki yang telah membuktikannya, saat kabut tebal menghalangi jarak pandang, mereka mengumandangkan adzan dan seketika kabut tebal itu menguap, hilang.

3. Keberadaan Pohon yang Memiliki Kayu Panjang Umur

Salah satu karya tuhan yang berada di gunung Dempo adalah hutan pohon kayu panjang umur, bila kamu cermati, pohon-pohon itu seakan ditanam secara sengaja, jaraknya dari pohon ke pohon sangat tertata rapih dan memiliki tinggi yang sama, kurang dari 2 meter.

Namun sangat disayangkan, karena sering diburu oleh para pendaki untuk dijadikan kayu bakar, pohon kayu panjang umur dinyatakan hampir punah di kawasan gunung Dempo. Ingat!, saat menjamahinya, kamu tidak boleh menjadi salah satu penyebab punahnya pohon kayu panjang umur.

4. Penemuan Benda-Benda Purbakala di Kawasan Gunung Dempo

Sejak 20 tahun terakhir, banyak sekali benda-benda peninggalan bersejarah yang ditemukan di sekitar kawasan gunung Dempo, khususnya di Kota Pagaralam dan Lahat. Benda-benda tersebut di antaranya adalah emas murni, benda semacam simbol kerajaan dll.

Karena penemuan-penemuan inilah, seorang sejarawan bernama Sripo Sutrisman Dinah mendesak pemerintah agar melakukan penelitian besar-besaran di kawasan sekitar gunung Dempo. Hal ini untuk menggali lebih dalam sejarah yang tersimpan di kawasan tersebut. Bisa saja peradaban Nusantara dimulai dari tanah Pagaralam.

Pertama, soal identitas bangsa. Selama ini banyak sejarawan membangun teori bangsa di Nusantara berasal dari utara atau dari daerah lain. Tetapi adanya artefak bernilai tinggi dari masa prasejarah di sekitar Gunung Dempo, membuka peluang pengungkapan identitas kita sebenarnya. Jangan-jangan kebudayaan yang tersebar di Asia ini berasal dari Nusantara, ujar Sripo Sutrisman Dinah



5. Dahulu, Kawasan Gunung Dempo Dihuni Oleh Suku Pemberani Bernama Besemah

Suku ini merupakan keturunan dari raja Majapahit, dari anaknya yang bernama Atung Bungsu. Dikenal sangat gigih saat melakukan perlawanan kepada penjajah, baik Belanda ataupun Jepang. Para penjajah menjuluki mereka dengan sebutan 'orang-orang liar'.

Sahabat pendaki, demikian adalah informasi tentang sejarah letusan dan misteri gunung Dempo yang bisa saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasanmu tentang gunung-gunung di Indonesia.

Salam lestari!
Share:

Pendakian Gunung Batur, Estimasi Waktu dan Tips Pendakian

pendakian gunung batur

Gunung Batur merupakan salah satu keindahan alam yang terletak di Bali, ia memberitahu kita bahwa Bali bukan hanya pantai atau dunia malam yang glamour saja, tapi Bali juga adalah tempat asik bagi para perindu ketinggian, pecandu mdpl atau para pendaki gunung. Letak gunung Batur sendiri berada di kawasan Kintanmani, Kabupaten Bangli, pulau Bali bagian tengah (tidak memiliki pantai).



Meski tergolong gunung yang rendah, setinggi 1.717 mdpl, namun keindahan alam yang tersimpan di dalamnya, membuat gunung Batur terasa istimewa dan populer di kalangan para pendaki gunung.


Pendakian Gunung Batur, Estimasi Waktu dan Tips Pendakian

Pada umumnya, para pendaki membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai di puncak gunung Batur, jalur yang dilalui didominasi oleh track yang menanjak. Meskipun sebagian besar penulis menyebut bahwa gunung Batur sangat mudah didaki, sangat cocok untuk para pendaki pemula. Namun saya sedikit berbeda, nyatanya track di sepanjang lintasan dapat membuatmu ngos-ngosan.

Namun setelah mencapai puncaknya, semua kelelahanmu akan terbayar lunas, pemandangan merona akan menghapus segala keluh kesahmu ketika berhadapan dengan tanjakan-tanjakan sadis. Matamu akan disuguhi oleh penampakan gunung Abang dan gunung Semeru di kejauhan, serta pemandangan danau Batur yang sangat luas, membentuk bulan sabit. Belum lagi samudera awan yang akan kamu saksikan apabila cuaca sedang mendukung.

Basecamp dan Perizinan



Pintu gerbang pendakian gunung Batur berada di Pura Jati Luhur, Bangli. Sementara untuk biaya masuk , setiap pengunjung akan dikenai biaya sekitar Rp. 15.000 dan untuk sewa guide, setiap rombongan akan dikenai tarif sekitar Rp. 500.000.-


Tips Pendakian Gunung Batur

1. Waktu Terbaik Untuk Menjelajahi Gunung Batur

Waktu terbaik untuk melakukan pendakian di gunung Batur adalah di musim kemarau. Sebab apabila mendaki di musim hujan, track akan sangat licin nan terjal. Pada umumnya para pendaki mengawali pendakian pada pukul 03:00. Hal ini dilakukan agar tidak ketinggalan sunrise di atas puncak.

2. Persiapkan Fisikmu, Minimal Seminggu Sebelum Tanggal Pendakian

Persiapan fisik sebelum mendaki gunung adalah hal yang penting, karena track di gunung Batur cukup menguras tenaga dan cuaca yang kurang menentu dapat menurunkan kekebalan tubuhmu, sehingga beberapa penyakit ketinggian dapat mengganggu petualanganmu bila fisik tidak dalam keadaan fit.

3. Perlengkapan Mendaki Gunung

Perhatikan perengkapan pendakian yang kamu bawa, sesuaikan dengan track berbatu dan berpasir khas gunung Batur. Sebaiknya menggunakan sepatu gunung yang mumpuni, pakaian lapangan yang serba panjang dan memakai gaiter.

4. Teman Pendakian

Penting buat kamu yang merasa pendaki pemula, sebaiknya menggunakan jasa guide atau berada dalam rombongan yang tepat, minimal ada satu orang yang pernah mendaki di gunung Batur. Hal ini untuk memperkecil resiko tersesat atau hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

5. Soal Mental

Setelah fisik, perlengkapan dan teman pendakian. Selanjutnya adalah soal mental. Bagaimana kamu melihat jalur pendakian, mudah atau gampangnya tergantung mental. Banyak para pendaki yang bermental kuat mampu mencapai puncak Jayawijaya dan banyak para pendaki yang mentalnya kurang kuat tidak mampu mencapai puncak gunung Batur.

6. Utamakan Keselamatan

Dalam setiap pendakian, puncak hanyalah bonus, sedangkan tujuan utamanya adalah pulang dengan selamat. Oleh karenanya, bila kondisi tidak memungkinkan, seperti teman yang sakit atau cuaca yang buruk, sebaiknya tidak memaksakan kehendak untuk sampai di puncak, toh puncak tidak akan lari kemana.



Demikian adalah informasi tentang pendakian gunung Batur, sebuah gunung yang memberitahu kita bahwa Bali memiliki keindahan alam di atas ketinggian, tidak hanya tersimpan di bawah lautan. Semoga bermanfaat dan salam lestari.
Share:

Sejarah Gunung Batur dalam Kisah Legenda Pulau Bali

Gunung Batur merupakan sebuah gunung yang terletak di kawasan Kintanmani, Kabupaten Bangli, pulau Bali. Ia memiliki puncak dengan ketinggian 1.717 mdpl, menempati urutan ke-2 dalam barisan gunung tertinggi di pulau Bali, setelah gunung Agung yang menempati urutan pertama.

Gunung Batur juga merupakan gunung berapi aktif, hal ini ditandai dengan keberadaan kaldera besar di atas puncaknya. Letusan terakhirnya terjadi pada tahun 2000, sedangkan letusannya yang paling dahsyat terjadi pada bulan Agustus-September 1926. Letusan ini mampu menghancurkan Desa Batur, beserta Pura Ulun.


Sejarah Gunung Batur dalam Kisah Legenda Pulau Bali

Sebagaimana gunung-gunung di Indonesia lainnya, gunung Batur pun memiliki sejarah dalam kisah legenda yang tersebar di masyarakat sekitarnya.

Ada beberapa versi tentang kisah gunung Batur di pulau Bali, namun dalam tulisan kali ini, saya hanya akan menceritakan 2 kisah yang paling populer, yaitu tentang gunung Batur yang berhubungan dengan para Dewa dan kisah tentang Kebo Iwa. Berikut di bawah ini.

Kisah 1: Kosmology Gunung Batur: Sebagai Paku Pulau Bali

Pada suatu masa, saat pulau Bali masih sunyi tak berpenduduk, mengapung di tengah samudera yang luas. Kala itu, pulau Bali hanya memiliki 4 gunung saja. Di antaranya adalah.


  • Gunung Karu di sebelah barat
  • Gunung Andakasa di sebelah selatan
  • Gunung Beratan di sebelah utara
  • Gunung Lempuyang di sebelah timur

Sejatinya 4 gunung tersebut belum mampu memaku pulau Bali, sehingga masih belum stabil dan mengambang di atas samudera luas. Kemudian hal ini diketahui oleh para Dewa yang bernaung di gunung Semeru. Sekedar informasi, sampai saat ini masyarakat Bali percaya bahwa gunung Semeru merupakan Pura utama.

Baca juga: sejarah gunung Semeru dan puncak Mahameru

Setelah melakukan sidang, kemudian para dewa mengutus Dewa Naga Besukih, Dewa Naga Tatsaka , Dewa Ananta Boga dan Dewa Benawang Nala untuk memindahkan puncak gunung Semeru ke pulau Bali.

Dalam pemindahan ini, Dewa Benawang Nala berperan sebagai alas puncak Semeru, Dewa Naga Tatsaka dan Dewa Naga Besukih berperan sebagai pengikat, sementara Dewa Ananta Boga berperan sebagai pengangkut yang menerbangkan puncak gunung Semeru.

Setelah sampai di pulau Bali, kemudian puncak gunung Semeru dibagi menjadi 2, satu bagian menjadi gunung Agung dan bagian lainnya menjadi gunung Batur. Setelah diletakannya 2 gunung ini, kemudian pulau Bali tidak mengambang lagi, terpaku oleh gunung Agung dan gunung Batur.

Pada saat ini, masyarakat Bali percaya bahwa ke-2 gunung tersebut menjadi tempat bernaungnya para Dewa penguasa alam raya (Parahyangan Purusua Peredana).

Lanjutan dari kisah di atas, setelah gunung Batur dan gunung Agung terletak di pulau Bali, kemudian Dewa Pasupati menugaskan beberapa putranya untuk menempati pulau Bali. Di antaranya adalah.


  • Dwi Linga Giri Purusa Predana
  • Tri Lingga Giri
  • Sapta Lingga Giri

Setelahnya, putra-putra Dewa Pasupati inilah yang menjadi Penyiwian, Sungsungan dan Amongan bagi Ratu Muang Kaula di pulau Bali.

Kisah 2: Kebo Iwa, Raksasa yang Tenggelam Oleh Masyarakat Bali

Pada sebuah masa, masyarakat Bali berada dalam ketakutan atas bayang-bayang Kebo Iwa, raksasa yang senang meminta makanan pada para penduduk. Bila tidak dikasih, maka Kebo Iwa akan mengamuk dan menghancurkan rumah pernduduk. Sangat menakutkan.

Celakanya, musim kemarau panjang melanda perkampungan tersebut, lumbung-lumbung penduduk mulai kosong, mereka kehabisan persimpanan makanan, sementara Kebo Iwa masih terus meminta makanan dan sering mengamuk. Sehingga hewan ternak milik penduduk menjadi sasarannya. Bahkan terkadang ia memakan manusia hidup-hidup.

Melihat masyarakatnya berada dalam ketakutan, akhirnya tetua kampung mengumpulkan masyarakat untuk berdiskusi, mencari jalan keluar dan menghancurkan Kebo Iwa. Dalam diskusi tersebut, mereka menyepakati sebuah rencana untuk menghancurkan Kebo Iwa.

Mereka akan pura-pura berdamai dengan Kebo Iwa, meminta bantuannya untuk menggali sebuah sumur besar dan menjajikan hadiah berupa makanan yang sangat banyak. Setelah mendengar hadiah yang ditawarkan oleh penduduk, akhirnya Kebo Iwa bersedia membuatkan sumur untuk para penduduk.

Karena tidak ada alat, akhirnya Kebo Iwa menggali sumur dengan tangannya sendiri, sumur yang ia buat sangat besar dan dalam. Sementara itu, para penduduk ramai-ramai mengumpulkan kapur yang sangat banyak.

Kemudian, ketika Kebo Iwa menggali sumur yang dalam, para penduduk memasukan kapur dan air ke dalam sumur tersebut, mengakibatkan Kebo Iwa merasakan kepanasan yang amat sangat. Kulitnya melepuh dan masuk dalam aluran pernapasan Kebo Iwa. Akhirnya ia mati di dalam sumur hasil galiannya.

Pada akhirnya, sumur besar hasil galian Kebo Iwa disebut dengan nama Danau Batur dan tanah hasil galiannya disebut dengan nama gunung Batur.

Baca juga;


Demikian adalah informasi tentang sejarah gunung Batur yang diambil dari 2 kisah legenda masyarakat Bali. Semoga bisa bermanfaat untukmu yang sedang mencari informasi tentang gunung Batur.
Share:

Search This Blog

Powered by Blogger.

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script>      (adsbygoo...

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.