Sumber : GoRiau.com
-
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Akhirnya Danau Zamrud Siak Dikukuhkan Sebagai Taman Nasional
Festival Siak Bermadah 2016 Kabupaten Siak
![]() |
| Tari Zapin |
Kemudian Provinsi Kalimantan Barat, Lampung, Bengkulu, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau sebagai tim kesenian provinsi.
Sumber anatarriau.com, Rabu 28 september 2016
Daya Tarik Kerajaan Melayu Islam Siak Sri Indrapura
Empat remaja bermain di tepi Sungai Siak yang dibelakangi Masjid Raya Syahabuddin. Mereka memanjat pohon, saling siram, dan ejek. Saat azan berkumandang, para remaja yang berpakaian khas melayu itu bergegas masuk ke masjid. Jumlah jemaah meruah, mereka terpaksa shalat di halaman masjid bersama sebagian jemaah lain. Di antara mereka, terdapat dua warga Malaysia yang tengah berwisata dan turut shalat Jumat di sana.
Masjid Raya Syahabuddin selalu penuh sesak saat ibadah shalat Jumat. Masjid mungil dengan luas tapak 399 meter persegi ini merupakan salah satu bangunan kebanggaan masyarakat Siak.
Masjid Raya Syahabuddin dibangun pada 1926 semasa kejayaan Kerajaan Siak di bawah kepemimpinan Sultan Syarif Kasim II. Makanya, masjid bercat kuning ini juga dikenal dengan nama Masjid Kerajaan Siak.
Di samping masjid inilah jasad Sultan Syarif Kasim II dan para permaisurinya dikebumikan. Karena itu, tempat ini kerap dikunjungi pelancong. Selain ingin menikmati keindahan masjid, mereka juga ziarah ke makam sultan. ”Sultan ini terkenal berwibawa, mempunyai ilmu agama yang tinggi, dan baik budi. Makanya banyak yang berdoa di dekat makamnya,” ujar Bupati Siak Syamsuar.
Sultan Syarif Kasim II berjasa memperkuat basis agama. Dia mendirikan dua Madsarah Taufiqiyah untuk murid pria dan Annisa untuk perempuan. Kedua madrasah ini berdiri sekitar 20 meter dari Istana Siak, tak jauh dari masjid tersebut.
Sampai sekarang, bangunan kedua madrasah itu masih utuh. ”Sekarang bangunan Taufiqiyah kami fungsikan sebagai sekolah taman kanak-kanak, sementara gedung Annisa menjadi Istana Peraduan,” kata Kepala Bagian Humas Kabupaten Siak Juarman.
Kerajaan Siak
Sultan Syarif Kasim II merupakan penguasa Kerajaan Siak terakhir. Jika dirunut, dia adalah sultan ke-12 sejak kerajaan Siak didirikan oleh Raja Kecik yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rakhmat Syah.
Raja Kecik merupakan keturunan Sultan Johor (Malaysia). Namun, karena perebutan takhta, dia harus meninggalkan Johor semasa masih dalam kandungan ibunya. Ketika dewasa, Raja Kecik merebut kesultanan Johor dari kekuasaan Datuk Bendahara Tun Habib atau Sultan Abdul Jalil Riayat Shah. Namun, keturunan Datuk Bendahara Tun Habib kembali merebut kekuasaan Raja Kecik sehingga perang tak terelakkan.
Korban berjatuhan. Rakyat sengsara. Kedua pihak akhirnya sepakat membagi daerah kekuasaan. Raja Kecik mendapat bagian Siak dan menyingkir ke Buantan, daerah pedalaman Sungai Siak. Dari sinilah Kerajaan Siak Sri Indrapura dia dirikan, sekaligus sebagai pusat penyebaran agama Islam.
Setelah lima kali pusat pemerintahan pindah, Kerajaan Siak menetap di Siak. Istana Siak yang dibangun dengan arsitektur campuran Eropa-Arab-Melayu berdiri tegak di tepi Jalan Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak.
Wisata sejarah
Dalam istana ini, pelancong dapat menikmati kemegahan kerajaan melalui peninggalan-peninggalan yang ada. Peninggalan yang termasuk istimewa adalah cermin awet muda. Cermin ini selalu dipakai permaisuri untuk berkaca dan mempertahankan kecantikannya. ”Pantulan dari cermin dipercaya mampu mengurangi efek penuaan,” kata Zainuddin, Koordinator Istana Sultan Siak, yang bertugas menjaga Istana Siak.
Entah betul atau tidak cerita itu. Yang jelas, di setiap musim puncak kunjungan pelancong, kaum hawa kerap antre sampai belasan meter untuk berkaca di cermin awet muda itu.
Yang juga menarik adalah Komet, sejenis gramofon, yang berisi musik-musik instrumental klasik abad XIII ciptaan komponis terkenal, seperti Beethoven, Mozart, dan Strauss. Komet yang berbentuk lemari setinggi 2 meter ini dibawa oleh Sultan Siak XI dari Jerman pada 1896.
Sampai sekarang, Komet masih berfungsi. Piringan-piringan baja yang berisi aransemen musik-musik klasik itu masih sangat terawat. Menurut Zainuddin, Komet hanya ada dua di dunia, satu di Jerman dan satu lagi di Istana Siak.
Daya tarik budaya
Kedekatan Kesultanan Siak dengan Johor (Malaysia) menumbuhkan budaya serumpun. Ketika keturunan dan kerabat istana berserak dari Siak, Brunei Singapura, dan Malaysia, mereka dipersatukan oleh budaya. Pemerintah Kabupaten Siak melihat peluang itu dengan menggelar Festival Siak Bermadah setiap Oktober. Mereka mengundang perwakilan suku melayu dari Johor, Malaka, Perak, Singapura, Brunei, dan Betawi.
Festival Siak Bermadah ini seperti pesta rakyat. Warga dari sejumlah kecamatan dimanjakan dengan beragam lomba, seperti lomba tari kreasi Melayu, syair, tari tradisional Melayu, berbalas pantun, lagu melayu, dan adat perkawinan Siak.
Jumlah pelancong pada saat Festival Siak Bermadah mencapai puluhan ribu orang. Mereka datang dari sejumlah daerah perwakilan suku Melayu. Bahkan, tak sedikit yang datang dari Lombok, Bali, dan Jawa. Banyak Juga pelancong datang untuk mengenal silsilah keluarganya.
”Kami ingin tahu nenek moyang kami karena katanya ada nenek moyang kami dari Johor yang menjadi sultan di Siak,” kata Wan Abdul Hadi (34), pelancong dari Johor, Malaysia.
Infrastruktur
Setelah kemerdekaan, Siak hanyalah sebuah kecamatan, bahkan statusnya nyaris menjadi kelurahan. Lokasinya yang dikelilingi sungai menjadikan Siak sulit dijangkau. Namun, warga terus berjuang dan sejak 1999, Siak resmi menjadi kabupaten.
Siak yang berpenduduk 457.533 jiwa ini menyimpan potensi kekayaan alam luar biasa. Produksi minyaknya mencapai 114.600 barrel per hari. Data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menunjukkan, Siak memiliki cadangan gas 22,5 miliar kaki kubik (BCF).
Dari hasil minyak ini, pemerintah terus memoles Siak sehingga semakin bersinar. Jalan berupa tanah gambut disulap Pemkab Siak menjadi jalan aspal mulus. Anggaran yang mereka keluarkan mencapai Rp 300 miliar per tahun.
Untuk memudahkan jangkauan pendatang, Pemkab Siak membangun beberapa jembatan. Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, sepanjang 1,5 kilometer, menghabiskan dana Rp 390 miliar. Jembatan ini menghubungkan pusat kota dengan jalan utama menuju Siak.
Jembatan lainnya adalah Jembatan Sultan Syarif Hasyim di Kecamatan Tualang yang menelan biaya Rp 191 miliar serta Jembatan Raja Kecik di Kecamatan Sungai Apit dan Sabak Auh. Semua jembatan tersebut memudahkan mobilitas pelancong dan warga Siak. Jika dulu pendatang harus naik kapal untuk menjangkau Siak, kini bisa dengan menggunakan alat transportasi darat.
Siak yang berjarak sekitar 120 km dari Pekanbaru dapat dijangkau dengan menggunakan angkutan umum kapal. Tarif angkutan umum Rp 30.000, sementara kapal Rp 60.000. Jika bersama keluarga atau teman, sebaiknya menggunakan mobil pribadi atau mobil sewaan. Sebab, di Siak nyaris tak ada angkutan umum, kecuali becak yang jumlahnya tak lebih dari 30 unit.
Jarak Siak dari Singapura hanya 150 km. Pelancong dari Malaysia dan Singapura biasanya naik kapal dengan waktu tempuh empat jam. Pemkab Siak membangun tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Buatan, Pelabuhan Perawang, dan Pelabuhan Siak Sri Indrapura.
Jika bosan dengan wisata sejarah dan religi, cobalah wisata alam Siak. Sekitar 50 km dari pusat kota terdapat Danau Zamrud yang masih perawan. Tantangannya, pelancong dipaksa memasuki belantara hutan gambut dengan perahu tradisional, melewati anak sungai untuk menjangkau Danau Zamrud. Tempat ini sangat nyaman untuk memancing atau sekadar menikmati udara segar
Baca Juga : Sejarah Singkat Kabupaten Siak
Jalur Pendakian Gunung Welirang-Arjuno Via Cangar
| Sumber gambar: cikasur.com |
Lokasi gunung Welirang berada di perbatasan antara Kabupaten Malan dan Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Masuk dalam sebuah gugusan pegunungan bersama gunung Arjuno, Puncak Kembar l dan Puncak Kembar ll.
Rute Perjalanan Menuju Basecamp
Bila kamu datang dari arah timur, maka tujuan awalmu adalah terminal Kota Batu, kemudian dilanjutkan menuju titik awal pendakian dengan menggunakan jasa angkutan kota yang berwarna jingga menuju Desa Sumber Berantas atau area wisata pemandian air panas Cangar.
Perizinan
Sesampainya di titik awal pendakian, kamu bisa mengurus surat perizinan di pos perizinan yang letaknya tidak jauh dari sana. Hal ini sangat memudahkan kita, karena tidak perlu mengurusnya di kantor perhutani Tahura yang berada di Arjosari, Malang.
Selanjutnya, setelah memasuki hutan, track akan lebih mananjak, jalanan berupa tanah yang akan licin saat memasuki musim hujan. Di tengah perjalanan kamu akan melewati kebun arbei (atau hutan arbei). 3 Jam setelah berjalan di hutan maka kamu akan sampai di Watu Gede, sebuah tempat yang paling ideal untuk mendirikan tenda, bermalam dan beristirahat.
Setelah melewati Watu Gede, selanjutnya kamu akan menuju Lembah Kembar, jaraknya dari Watu Gede sekitar 1 jam perjalanan. Kemudian kamu akan menemukan sebuah persimpangan jalan, ambilah jalur sebelah kiri untuk sampai di hutan Lali Jiwo.
Konon, hutan Lali Jiwo (hutan lupa diri) mampu membuat siapa saja yang memasukinya menjadi lupa diri, tidak terkendali, bahkan tersesat. Menurut para peneliti, memang bau getah dari pephonan yang ada di hutan ini mampu membuat seseorang kehilangan kendali. Jadi, senantiasalah mengingat tuhan saat memasuki hutan Lali Jiwo, agar Ia menjaga keselamatanmu.
Selepas hutan Lali Jiwo, pemandangan akan lebih terbuka, mengantarkanmu pada sebuah lembah (bernama Lembah Kembar) yang berada di antara Puncak Kembar l dan Puncak Kembar ll, yang juga merupakan sebuah persimpangan, jalur kanan untuk menuju gunung Arjuno dan jalur kiri untuk sampai di puncak gunung Welirang.
Selanjutnya, jalanan setapak akan membawamu untuk melipir ke sebelah bukit, yang merupakan jalanan bagi penambang belerang. Jagalah konsentrasi saat menyatroni track di sini, sebab di sebelah kiri jalur merupakan jurang yang menganga. Namun, dibalik kengerian tersebut, kamu dapat menikmati pemandangan yang indah, berupa gunung Kawi dan gunung Butak dari kejauhan.
Selepas area tersebut, jalur akan lebih menanjak, yang mengartikan bahwa kamu sedang berada di persimpangan jalur yeng mempertemukan jalur Cangar dan jalur Tretes.
Baca juga: jalur pendakian gunung Arjuno via Tretes
Tips Pendakian Gunung Welirang dan Arjuno Via Cangar
- Persiapkan peralatan pendakian, mental dan fisik dengan sebaik mungkin, karena pada beberapa titik, track-track di sana cukup sadis
- Usahakan untuk memulai pendakian di pagi hari, paling siang jam 10:00
- Area camp yang paling ideal adalah di Watu Gede dan Lembah Kembar
- Sumber air hanya ada di dua titik, yakni di jurang Kawai, 30 menit dari titik awal pendakian dan di Lembah Kidang, terletak sebelum puncak gunung Arjuno. Namun sebaiknya tidak mengandalkan sumber air di Lembah Kidang
- Usahakan untuk tidak mendaki di musim hujan, karena kebengisan track akan bertambah 2 kali lipat saat kamu melakukan pendakian di musim hujan
Demikian adalah informasi tentang jalur pendakian gunung Welirang-Arjuno Via Cangar yang bisa saya sampaikan semoga dapat bermanfaat dan salam lestari.
Jalur Pendakian Gunung Dempo Via Rimau
![]() |
| Sumber gambar: https://themasyahgoblog.wordpress.com |
Lokasi gunung Dempo sendiri berada di Kota Pagaralam, sebuah kota yang memiliki pemandangan alam yang indah dan berudara sejuk. Terlebih Kota Pagaralam memiliki beberapa tempat wisata alam air terjun dan merupakan kota penghasil kopi robusta terbaik di Indonesia. Tidak heran jika kota ini merupakan salah satu tujuan wisatawan di pulau Sumatera.
Rute Perjalanan Menuju Basecamp
Kota Pagaralam sendiri berjarak 5 jam perjalanan, menggunakan bis dari kota Bengkulu. Sesampainya di daerah Pagaralam, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menyewa ojeg menuju titik awal pendakian gunung Dempo (via Rimau), tarif ojegnya Rp. 50.000/orang dan menempuh 30 menit perjalanan.
Perizinan
Tidak ada peraturan tertulis dalam masalah perizinan di gunung Dempo. Tapi sebaiknya, sebelum mendaki, kita minta izin terlebih dahulu kepada kepala desa di sana dan menanyakan situasi dan kondisi jalur kepada masyarakat sekitar. Serta, sebelum melakukan pendakian ada baiknya untuk melakukan do'a bersama untuk keselamatan selama menjamahi hutan di gunung Dempo.
Pendakian Menuju Puncak Dempo
Sepanjang tahun gunung Dempo tidak pernah sepi dari jamaham manusia, entah itu penduduk lokal yang mencari kayu di kawasan puncak, wisatawan yang ingin melihat keindahan kota Pagaralam dari lereng gunung Dempo atau para pendaki yang ingin mencicipi kemegahan alam di puncak gunung Dempo.
Hutan di gunung Dempo ini tidak berbeda jauh dengan hutan di gunung Pangrango, khas hutan hujan tropis, rimbun dan memiliki udara yang lembab.
Sementara keadaan track selepas hutan rimba nyaris tidak ada bonus sama sekali, nanjak terus. Di sini kamu bisa memanfaatkan akar-akar pohon untuk berpegangan saat menghadapi beberapa tanjakan sadis nan kejam.
Shelter ll merupakan sebuah area tanah datar yang tidak terlalu luas, mungkin hanya mampu menampung 4 tenda.
Tips Pendakian Gunung Dempo Via Rimai
- Persiapkan peralatan pendakian dengan sebaik mungkin
- Hati-hati dengan keberadaan lintah/pacet di hutan gunung Dempo, mengingat udaranya yang lembab merupakan tempat ideal untuk hunian lintah
- Tempat camp (mendirikan tenda) yang paling ideal adalah di lembah yang terletak di anatara puncak pertama dan puncak Api, karena di sana, kamu bisa menemukan sumber air untuk memenuhi kebutuhan kegiatan masak-memasak
Demikian adalah informasi tentang jalur pendakian gunung Dempo via Rimau yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat dan salam lestari.
Sejarah Letusan dan 5 Misteri Gunung Dempo
![]() |
| sumber gambar: https://nessyoctavia.wordpress.com |
Kota Pagaralam sendiri dikenal sebagai penghasil kopi robusta terbaik di Indonesia, memiliki pemandangan alam yang indah, udara yang sejuk, dihiasi oleh hamparan kebun teh dan beberapa air terjun, menjadikan Kota Pagaralam sebagai kota wisata alam favorit.
Tentu saja, keberadaan gunung Dempo di kota Pagaralam membuatnya semakin cantik dan menjadi daya tarik bagi wisatawan alam, khususnya bagi para pendaki gunung. Sepanjang tahun, gunung Dempo tidak pernah sepi dari jamahan manusia.
Seperti halnya gunung-gunung lain di Indonesia, gunung Dempo pun memiliki sejarah dan misteri di dalamnya. Nah, dalam tulisan yang sedang kamu baca saat ini, kita akan menelusuri sejarah dan misteri gunung Dempo (jalur pendakiannya akan kita bahas dalam tulisan selanjutnya).
Tahun 1818
Letusan pertama yang tercatat oleh sejarah, yakni pada tahun 1818, namun catatan tentang tanggal kejadian tidak bisa dipastikan. Letusan ini menyebabkan puncak gunung Dempo menjadi gundul dan sebagian besar hutan habis terbakar.
Tahun 1839
Tidak lama berselang, kembali terjadi letusan, yakni pada tahun 1839. Sebagian masyarakat menggambarkan terdengarnya suara gemuruh yang cukup keras dan api terlihat menyala di atas puncaknya. Mengakibatkan kerusakan pada hutan, entah itu terbakar atau tumbangnya pohon-pohon besar di sana.
1 Januari 1853
Letusan selanjutnya tidak terlalu berbahaya dan tidak terlalu besar, tidak banyak keterangan tentang letusan satu ini.
18 Mei 1879
Masyarakat sekitar mendengar gemuruh letusan selama 10 menit dan terlihat gunung Dempo mengeluarkan kepulan awan hitam dari puncaknya.
Tahun 1880
Pada bulan Mei 1880, gunung Dempo kembali memperlihatkan keaktifan laharnya, ia meletus dengan sekala sedang.
16 Februari 1881
Satu tahun berikutnya, seakan ingin memperlihatkan bahwa ia merupakan gunung berapi yang sangat aktif, gunung Dempo kembali meletus, mengakibatkan gempa di kawasan sekitarnya, memperdengarkan suara gemuruh dan menyemburkan asap dari puncaknya.
Juli 1884
Sepanjang bulan Juli di tahun 1884, gunung Dempo sering terlihat menyemburkan gumpalan asap dari kawahnya, sesekali terdengar dentuman yang sangat keras dari gunung berapi tersebut.
Tahun 1895
Pada bulan Juli, gunung Dempo mengeluarkan kepulan asap dan menghujani kawasan di sekitarnya dengan abu vulkanik. Sementara di tahun yang sama, pada bulan September, ia kembali aktif, mengepulkan asap, menghujani abu dan mengalirkan lumpur panas. Pada letusan ini, terdengar satu kali dentuman yang keras.
26-27 Oktober 1900
Memperdengarkan suara dentuman yang amat keras dan mengepulkan asap yang sangat tinggi.
Tahun 1905
Perut gunung Dempo seperti sedang bergejolak, kala itu kawahnya sering sekali menyemburkan air panas hingga mencapai ketinggian 12 meter.
16-17 Februari 1908
Gunung Dempo mengalirkan lumpur panas ke sungai Betung dan menghujani kawasan sekitarnya dengan abu.
Tahun 1921
Menurut Stehn, seorang ahli geologi, gunung Dempo mengeluarkan uap panas dari perutnya, hal ini mengakibatkan naiknya permukaan air di kawah gunung Dempo. Kejadian ini sama percis dengan kegiatan vulkanis di gunung Krakatau.
19 Mei 1922
Terjadi letusan kecil selama 1 menit, kepulan uap terlihat mengepul dari kawahnya.
April 1926
Sering terdengar suara gaduh dari arah gunung Dempo, seperti air yang sedang dituangkan ke lantai dan bebetuan yang sedang dilemparkan.
Tahun 1934
Pada bulan Januari, Februari dan bulan April, terjadi hujan abu di kawasan sekitar gunung Dempo, hujan abu yang berturut-turut tersebut menyebabkan kerusakan pada kebun teh Ampak, rusak dan kering.
Tahun 1936
Pada tanggal 26 November 1936, terdengar suara gemuruh dari arah gunung Dempo, sebanyak 3 kali. Selanjutnya, gunung tersebut meluncurkan hujan abu dan belerang, sekitar 30 menit lamanya, serta mengalirkan lumpur ke sebelah barat laut darinya.
Juli 1939
Pada tanggal 25 Juli, terjadi letusan yang cukup hebat, sekitar 15 menit lamanya, gunung Dempo menyemburkan gumpalan hitam berupa lumpur panas, menyebabkan hujan lumpur di kawasan sekitarnya. Kebun teh Gunung Dempo menjadi pihak yang paling dirugikan oleh letusan ini.
Tahun 1940
30 Januari: Diawali dengan beberapa kali suara dentuman dan gemuruh, kemudian gunung Dempo mengalirkan lumpur bercampur belerang ke kawasan-kawasan sekitarnya, merusak ladang sawah, ladang kopi dan perkebunan milik masyarakat sekitar, di beberapa tempat, endapan lumpur mencapai tinggi 50cm.
4 Februari: seorang peneliti bernama Stehn melakukan pendakian di gunung Dempo, ia menuturkan bahwa semakin ke atas, maka endapan abu semakin tebal, terlihat hutan yang rusak dan pepohonan yang terbakar serta tumbang.
7 Februari: gunung Dempo mengeluarkan suara gemuruh sebanyak 2 kali.
8 Februari: pada pagi harinya, terlihat gumpalan asap di atas gunung Dempo dan pada malam harinya terjadi gempa, serta turunnya hujan abu.
12 Februari: Seakan tidak puas, gunung Dempo kembali bereaksi, kali ini ia mengeluarkan kepulan asap yang tak terlalu padat.
Tahun 1974
Kawah gunung Dempo menyemburkan belerang
21 Mei 2009
Selama 5 menit, gunung Dempo mengalami letusan freatik, terasa gempa di kawasan sekitarnya.
Tahun 2015
Pada tanggal 30 April, badan PVMBG mengeluarkan laporan tentang peningkatan status gunung Dempo menjadi waspada, warga dilarang mendekatinya dengan radius 1km. Kemudian pada tanggal 15 September, masyarakat Pagaralam panik karena melihat kepulan asap yang sangat pekat, seakan puncak gunung Dempo sedang terbakar hebat.
April 2017
Gunung Dempo kembali bereaksi, ia meletus dengan sekala kecil, mengakibatkan terjadinya hujan abu di kawasan sekitarnya. Namun tentu saja hal ini mengakibatkan kepanikan bagi masyarakat Pagaralam, mengingat perkampungan mereka sangat dekat jaraknya dengan gunung Dempo.
Ya, ada letusan jam 5 sore tadi, mengeluarkan abu vulkanik, karena kondisinya berkabut, abunya jadi tidak terlalu terlihat, ujar Mulyadi, Kepala Pos Pemantau Gunung Api Dempo Pagaralam
1. Siluman Harimau di Gunung Dempo
Menurut penuturan warga sekitar, sebagian dari mereka percaya bahwa kawasan gunung Dempo dijaga atau dinaungi oleh sosok makhluk ghaib yang wujudnya menyerupai harimau, namun kadang terlihat juga seperti manusia pada umumnya, berubah-ubah. Bahkan mereka memainkan tarian Ulu yang bernuansa magis untuk menghormati sosok tersebut.
2. Suara Adzan Mampu Mengusir Kabut Tebal di Gunung Dempo
Keajaiban suara adzan sudah menjadi hal yang lumrah bagi para pendaki gunung Dempo. Pasalnya, banyak para pendaki yang telah membuktikannya, saat kabut tebal menghalangi jarak pandang, mereka mengumandangkan adzan dan seketika kabut tebal itu menguap, hilang.
3. Keberadaan Pohon yang Memiliki Kayu Panjang Umur
Salah satu karya tuhan yang berada di gunung Dempo adalah hutan pohon kayu panjang umur, bila kamu cermati, pohon-pohon itu seakan ditanam secara sengaja, jaraknya dari pohon ke pohon sangat tertata rapih dan memiliki tinggi yang sama, kurang dari 2 meter.
Namun sangat disayangkan, karena sering diburu oleh para pendaki untuk dijadikan kayu bakar, pohon kayu panjang umur dinyatakan hampir punah di kawasan gunung Dempo. Ingat!, saat menjamahinya, kamu tidak boleh menjadi salah satu penyebab punahnya pohon kayu panjang umur.
4. Penemuan Benda-Benda Purbakala di Kawasan Gunung Dempo
Sejak 20 tahun terakhir, banyak sekali benda-benda peninggalan bersejarah yang ditemukan di sekitar kawasan gunung Dempo, khususnya di Kota Pagaralam dan Lahat. Benda-benda tersebut di antaranya adalah emas murni, benda semacam simbol kerajaan dll.
Karena penemuan-penemuan inilah, seorang sejarawan bernama Sripo Sutrisman Dinah mendesak pemerintah agar melakukan penelitian besar-besaran di kawasan sekitar gunung Dempo. Hal ini untuk menggali lebih dalam sejarah yang tersimpan di kawasan tersebut. Bisa saja peradaban Nusantara dimulai dari tanah Pagaralam.
Pertama, soal identitas bangsa. Selama ini banyak sejarawan membangun teori bangsa di Nusantara berasal dari utara atau dari daerah lain. Tetapi adanya artefak bernilai tinggi dari masa prasejarah di sekitar Gunung Dempo, membuka peluang pengungkapan identitas kita sebenarnya. Jangan-jangan kebudayaan yang tersebar di Asia ini berasal dari Nusantara, ujar Sripo Sutrisman Dinah
5. Dahulu, Kawasan Gunung Dempo Dihuni Oleh Suku Pemberani Bernama Besemah
Suku ini merupakan keturunan dari raja Majapahit, dari anaknya yang bernama Atung Bungsu. Dikenal sangat gigih saat melakukan perlawanan kepada penjajah, baik Belanda ataupun Jepang. Para penjajah menjuluki mereka dengan sebutan 'orang-orang liar'.
Sahabat pendaki, demikian adalah informasi tentang sejarah letusan dan misteri gunung Dempo yang bisa saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasanmu tentang gunung-gunung di Indonesia.
Salam lestari!
Pendakian Gunung Batur, Estimasi Waktu dan Tips Pendakian
Gunung Batur merupakan salah satu keindahan alam yang terletak di Bali, ia memberitahu kita bahwa Bali bukan hanya pantai atau dunia malam yang glamour saja, tapi Bali juga adalah tempat asik bagi para perindu ketinggian, pecandu mdpl atau para pendaki gunung. Letak gunung Batur sendiri berada di kawasan Kintanmani, Kabupaten Bangli, pulau Bali bagian tengah (tidak memiliki pantai).
Meski tergolong gunung yang rendah, setinggi 1.717 mdpl, namun keindahan alam yang tersimpan di dalamnya, membuat gunung Batur terasa istimewa dan populer di kalangan para pendaki gunung.
Namun setelah mencapai puncaknya, semua kelelahanmu akan terbayar lunas, pemandangan merona akan menghapus segala keluh kesahmu ketika berhadapan dengan tanjakan-tanjakan sadis. Matamu akan disuguhi oleh penampakan gunung Abang dan gunung Semeru di kejauhan, serta pemandangan danau Batur yang sangat luas, membentuk bulan sabit. Belum lagi samudera awan yang akan kamu saksikan apabila cuaca sedang mendukung.
Basecamp dan Perizinan
Pintu gerbang pendakian gunung Batur berada di Pura Jati Luhur, Bangli. Sementara untuk biaya masuk , setiap pengunjung akan dikenai biaya sekitar Rp. 15.000 dan untuk sewa guide, setiap rombongan akan dikenai tarif sekitar Rp. 500.000.-
Waktu terbaik untuk melakukan pendakian di gunung Batur adalah di musim kemarau. Sebab apabila mendaki di musim hujan, track akan sangat licin nan terjal. Pada umumnya para pendaki mengawali pendakian pada pukul 03:00. Hal ini dilakukan agar tidak ketinggalan sunrise di atas puncak.
2. Persiapkan Fisikmu, Minimal Seminggu Sebelum Tanggal Pendakian
Persiapan fisik sebelum mendaki gunung adalah hal yang penting, karena track di gunung Batur cukup menguras tenaga dan cuaca yang kurang menentu dapat menurunkan kekebalan tubuhmu, sehingga beberapa penyakit ketinggian dapat mengganggu petualanganmu bila fisik tidak dalam keadaan fit.
3. Perlengkapan Mendaki Gunung
Perhatikan perengkapan pendakian yang kamu bawa, sesuaikan dengan track berbatu dan berpasir khas gunung Batur. Sebaiknya menggunakan sepatu gunung yang mumpuni, pakaian lapangan yang serba panjang dan memakai gaiter.
4. Teman Pendakian
Penting buat kamu yang merasa pendaki pemula, sebaiknya menggunakan jasa guide atau berada dalam rombongan yang tepat, minimal ada satu orang yang pernah mendaki di gunung Batur. Hal ini untuk memperkecil resiko tersesat atau hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.
5. Soal Mental
Setelah fisik, perlengkapan dan teman pendakian. Selanjutnya adalah soal mental. Bagaimana kamu melihat jalur pendakian, mudah atau gampangnya tergantung mental. Banyak para pendaki yang bermental kuat mampu mencapai puncak Jayawijaya dan banyak para pendaki yang mentalnya kurang kuat tidak mampu mencapai puncak gunung Batur.
6. Utamakan Keselamatan
Dalam setiap pendakian, puncak hanyalah bonus, sedangkan tujuan utamanya adalah pulang dengan selamat. Oleh karenanya, bila kondisi tidak memungkinkan, seperti teman yang sakit atau cuaca yang buruk, sebaiknya tidak memaksakan kehendak untuk sampai di puncak, toh puncak tidak akan lari kemana.
Demikian adalah informasi tentang pendakian gunung Batur, sebuah gunung yang memberitahu kita bahwa Bali memiliki keindahan alam di atas ketinggian, tidak hanya tersimpan di bawah lautan. Semoga bermanfaat dan salam lestari.
Sejarah Gunung Batur dalam Kisah Legenda Pulau Bali
Gunung Batur juga merupakan gunung berapi aktif, hal ini ditandai dengan keberadaan kaldera besar di atas puncaknya. Letusan terakhirnya terjadi pada tahun 2000, sedangkan letusannya yang paling dahsyat terjadi pada bulan Agustus-September 1926. Letusan ini mampu menghancurkan Desa Batur, beserta Pura Ulun.
Ada beberapa versi tentang kisah gunung Batur di pulau Bali, namun dalam tulisan kali ini, saya hanya akan menceritakan 2 kisah yang paling populer, yaitu tentang gunung Batur yang berhubungan dengan para Dewa dan kisah tentang Kebo Iwa. Berikut di bawah ini.
Kisah 1: Kosmology Gunung Batur: Sebagai Paku Pulau Bali
Pada suatu masa, saat pulau Bali masih sunyi tak berpenduduk, mengapung di tengah samudera yang luas. Kala itu, pulau Bali hanya memiliki 4 gunung saja. Di antaranya adalah.
- Gunung Karu di sebelah barat
- Gunung Andakasa di sebelah selatan
- Gunung Beratan di sebelah utara
- Gunung Lempuyang di sebelah timur
Sejatinya 4 gunung tersebut belum mampu memaku pulau Bali, sehingga masih belum stabil dan mengambang di atas samudera luas. Kemudian hal ini diketahui oleh para Dewa yang bernaung di gunung Semeru. Sekedar informasi, sampai saat ini masyarakat Bali percaya bahwa gunung Semeru merupakan Pura utama.
Baca juga: sejarah gunung Semeru dan puncak Mahameru
Setelah melakukan sidang, kemudian para dewa mengutus Dewa Naga Besukih, Dewa Naga Tatsaka , Dewa Ananta Boga dan Dewa Benawang Nala untuk memindahkan puncak gunung Semeru ke pulau Bali.
Dalam pemindahan ini, Dewa Benawang Nala berperan sebagai alas puncak Semeru, Dewa Naga Tatsaka dan Dewa Naga Besukih berperan sebagai pengikat, sementara Dewa Ananta Boga berperan sebagai pengangkut yang menerbangkan puncak gunung Semeru.
Setelah sampai di pulau Bali, kemudian puncak gunung Semeru dibagi menjadi 2, satu bagian menjadi gunung Agung dan bagian lainnya menjadi gunung Batur. Setelah diletakannya 2 gunung ini, kemudian pulau Bali tidak mengambang lagi, terpaku oleh gunung Agung dan gunung Batur.
Pada saat ini, masyarakat Bali percaya bahwa ke-2 gunung tersebut menjadi tempat bernaungnya para Dewa penguasa alam raya (Parahyangan Purusua Peredana).
Lanjutan dari kisah di atas, setelah gunung Batur dan gunung Agung terletak di pulau Bali, kemudian Dewa Pasupati menugaskan beberapa putranya untuk menempati pulau Bali. Di antaranya adalah.
- Dwi Linga Giri Purusa Predana
- Tri Lingga Giri
- Sapta Lingga Giri
Setelahnya, putra-putra Dewa Pasupati inilah yang menjadi Penyiwian, Sungsungan dan Amongan bagi Ratu Muang Kaula di pulau Bali.
Kisah 2: Kebo Iwa, Raksasa yang Tenggelam Oleh Masyarakat Bali
Pada sebuah masa, masyarakat Bali berada dalam ketakutan atas bayang-bayang Kebo Iwa, raksasa yang senang meminta makanan pada para penduduk. Bila tidak dikasih, maka Kebo Iwa akan mengamuk dan menghancurkan rumah pernduduk. Sangat menakutkan.
Celakanya, musim kemarau panjang melanda perkampungan tersebut, lumbung-lumbung penduduk mulai kosong, mereka kehabisan persimpanan makanan, sementara Kebo Iwa masih terus meminta makanan dan sering mengamuk. Sehingga hewan ternak milik penduduk menjadi sasarannya. Bahkan terkadang ia memakan manusia hidup-hidup.
Melihat masyarakatnya berada dalam ketakutan, akhirnya tetua kampung mengumpulkan masyarakat untuk berdiskusi, mencari jalan keluar dan menghancurkan Kebo Iwa. Dalam diskusi tersebut, mereka menyepakati sebuah rencana untuk menghancurkan Kebo Iwa.
Mereka akan pura-pura berdamai dengan Kebo Iwa, meminta bantuannya untuk menggali sebuah sumur besar dan menjajikan hadiah berupa makanan yang sangat banyak. Setelah mendengar hadiah yang ditawarkan oleh penduduk, akhirnya Kebo Iwa bersedia membuatkan sumur untuk para penduduk.
Karena tidak ada alat, akhirnya Kebo Iwa menggali sumur dengan tangannya sendiri, sumur yang ia buat sangat besar dan dalam. Sementara itu, para penduduk ramai-ramai mengumpulkan kapur yang sangat banyak.
Kemudian, ketika Kebo Iwa menggali sumur yang dalam, para penduduk memasukan kapur dan air ke dalam sumur tersebut, mengakibatkan Kebo Iwa merasakan kepanasan yang amat sangat. Kulitnya melepuh dan masuk dalam aluran pernapasan Kebo Iwa. Akhirnya ia mati di dalam sumur hasil galiannya.
Pada akhirnya, sumur besar hasil galian Kebo Iwa disebut dengan nama Danau Batur dan tanah hasil galiannya disebut dengan nama gunung Batur.
Baca juga;
- Jalur pendakian gunung Semeru via Ranu Pane
- Jalur pendakian gunung Semeru via Ayek-Ayek
- 4 jalur pendakian gunung Lawu (review lengkap)
Demikian adalah informasi tentang sejarah gunung Batur yang diambil dari 2 kisah legenda masyarakat Bali. Semoga bisa bermanfaat untukmu yang sedang mencari informasi tentang gunung Batur.










