• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Perjalanan. Show all posts
Showing posts with label Perjalanan. Show all posts

Jalur Pendakian Gunung Rinjani via Sembalun Lawang

jalur pendakian gunung rinjani via sembalun lawang

Gunung Rinjani, salah satu gunung terindah di Indonesia, ketinggian puncaknya mencapai 3.726 mdpl, membuatnya menempati urutan ke-,7 dalam jajaran gunung-gunung tertinggi di Indonesia dan urutan ke-2 dalam jajaran gunung berapi tertinggi di Indonesia. Keindahan alam yang amat memukau, ketinggian yang tidak bisa dianggap remeh dan track yang menantang menjadi 3 alasan utama, mengapa gunung Rinjani sangat populer di kalangan para pendaki gunung.

Terletak di pulau Lombok, NTB. Secara administratif, gunung Rinjani masuk dalam 3 wilayah kabupaten, yakni Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur dan Kab. Lombok Barat.

Untuk mencapai puncak gunung Rinjani, kamu dapat memilih 3 jalur pendakian resmi, yakni;

1. Jalur pendakian Rinjani via Senaru
2. Jalur pendakian Torean
3. Dan jalur pendakian Rinjani via Sembalun

Dalam tulisan yang sedang kamu baca sekarang, kita akan mengulas khusus jalur pendakian lewat Sembalun. Sebab, akan menjadi rumit bila kita mengulas ke-3 jalur dalam satu tulisan. Setuju?, mari kita lanjutkan!.


Jalur Pendakian Gunung Rinjani via Sembalun Lawang

Bisa dikatakan, Sembalun merupakan jalur pendakian gunung Rinjani yang paling digemari oleh pendaki bertipe 'Dengkul Gemetar'. Sebab, jalur satu ini cukup ramah, tidak ekstrim dan memiliki pemandangan alam yang sangat menghibur di sepanjang perjalanan menuju puncak, kamu akan dibawa kepada dunia khayalan seperti dalam film Science Fiction. Jalurnya sendiri didominasi oleh vegetasi sabana.

Pintu Masuk Jalur Sembalun Lawang

Pintu masuk ini terletak di Desa Senaru, Kec. Sembalun, Kab. Lombok Timur, NTB. Berikut merupakan peraturan yang berlaku saat kamu melewati pintu masuk.

1. Hendaknya, kamu melaporkan diri/rombongan sesuai dengan catatan SIMAKSI (tempat pintu masuk, jumlah rombongan dan waktu pendakian)

2. Waktu lapor mulai pukul 07.00 hingga 17.00, setiap hari (waktu setempat)

3. Kamu harus menunjukan surat izin pendakian dan karcis masuk sebagai tanda bukti bila kamu telah menyelasaikan administrasi dengan benar

4. Petugas akan mengecek surat perizinan yang kamu berikan, termasuk nomor, jumlah rombongan, nama ketua rombongan, tanggal pendakian, pintu masuk dan nama-nama anggota rombongan pendakianmu

5. Petugas akan memberikan informasi singkat tentang tata-tertib pendakian

6. Petugas akan mengecek barang bawaanmu, termasuk perediaan logistik (pastikan berang bawaanmu memenuhi prosedur)

7. Agar proses check packing berjalan lancar dan cepat, sebaiknya ketua rombongan sudah menuliskan daftar bawaan rombongannya

8. Setelah selesai, maka SIMAKSI akan diberikan lagi kepadamu sebagai bukti keabsahan pendakian

9. Setelah semua pengecekan selesai, perjalanan siap dimulai dan kamu tercatat sebagai pengunjung resmi kawasan TNGR

Perjalanan siap dimulai......


Pintu Masuk - Pos 1 (2 Jam)

Awal perjalanan asik menuju puncak Anjani, jalanan masih terasa landai, pemandangan yang menemani merupakan ladang perkebunan milik penduduk sekitar, hingga akhirnya, harus masuk ke dalam hutan. Dalam hutan, kamu bisa melihat penampakan Lutung Budeg dan Monyet Ekor Panjang. Keluar dari hutan, kamu akan sampai di padang savana yang sangat luas, tidak banyak pohon yang dapat dijumpai, membuat terik matahari terasa sangat menusuk, apalagi bila kamu melakukan perjalanan di tengah hari.

Kurang lebih, setelah 2 jam perjalanan dari pintu masuk, kamu sudah sampai di pos 1. Sebaiknya luangkan waktu untuk beristirahat di pos 1 ini.


Pos 1 - Pos 2 (1 Jam)

Selepas peristirahatan di pos satu, track masih terasa landai, pemandangan didominasi oleh hamparan padang savana. Di tengah perjalanan menuju pos 2, kemiringan track akan meningkat, semakin menanjak, berjalan santai sambil menikmati pemandangan adalah solusi terbaik agar perjanan tidak terasa menyiksa. Kurang lebih, perjalanan ini memerlukan waktu 1 jam.


Pos 2 - Pos 3 (2 Jam)

Perjalanan menuju pos 3 masih didominasi oleh hamparan padang savana, track lebih sadis dari sebelumnya. Kebanyakan pendaki yang kurang memprediksi waktu selalu kemalaman di tengah jalan. Oleh karenanya, pastikan kamu dan rombonganmu berangkat sepagi mungkin dari pintu masuk Sembalun. Perjalanan ini akan memakan waktu, kurang lebih, 2 jam perjalanan.


Pos 3 - Pelawangan Sembalun (5 Jam)

Menurut saya, perjalanan paling melelahkan adalah perjalanan satu ini, Dari pos 3 menuju Pelawangan Sembalun, track lebih sadis, jarang pepohonan membuat kita susah untuk mencari tempat berteduh, ditambah dengan kehadiran bukit penyesalan. Sebuah bukit dengan tanjakan panjang, seakan tiada ujung. Siapkan mental dan fisik sebaik mungkin. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan.

Pelawangan Sembalun sendiri merupakan tempat paling ideal untuk beristirahat, mendirikan tenda, masak, bermalam, tidur dan menyiapkan diri untuk melakukan summit attack pada pagi berikutnya. Saat berada di sana, kamu akan disuguhi pemandangan yang sangat mengagumkan, bunga Edelweis, pemandangan danau Segara Anak, puncak Anjani dan bentangan alam yang kian mengagumkan.

Informasi: Di Pelawangan Sembalun tersedia sumber air yang melimpah, jaraknya berada 300 meter dari lokasi camp. Pelawangan Sembalun berada di ketinggian 2.700 mdpl dan 1 km dari puncak Anjani.


Pelawangan Sembalun - Puncak Anjani

Beranjak dari Pelawangan Sembalun dengan segala keindahan alam yang tersimpan di dalamnya, di pagi hari, sekitar jam 3 pagi, waktunya untuk melanjutkan perjalanan, memburu sunrise di tengah gemerlapnya alam raya di puncak Anjani.

Perjalanan menuju puncak merupakan perjalanan yang harus dibarengi dengan sikap sabar dan pantang menyerah. Track pasir yang menanjak dengan pemandangan jurang di kanan dan kirimu akan menguji seberapa garangnya mental dan tekadmu. Sesadis track menuju puncak Mahameru di gunung Semeru?, mungkin lebih dari itu.

Jaraknya hanya 1 km, namun karena tracknya yang tidak mudah dijinakan, perjalanan menuju puncak Anjani akan memakan waktu, kurang lebih, 2 jam.


Puncak Gunung Rinjani (3.726 mdpl)

Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa keindahan sebuah puncak dapat mengobati rasa lelah dan cape ketika bergelut dengan track pendakian di sepanjang perjalanan. Begitu juga dengan keindahan puncak Anjani, gelombang awan yang berseri, hamparan pulau Lombok, pemandangan beberapa gunung lainnya, termasuk gunung Agung di Bali, Raung di Banyuwangi dan Tambora di Sumbawa, atau lautan biru adalah sebarisan obat untuk rasa lelahmu.

Jadwal Pendakian Gunung Rinjani

Gunung Rinjani yang masuk dalam kawasan TNGR ini dibuka sepanjang tahun (terkecuali ada sesuatu yang membuatnya harus ditutup untuk sementara).

Baca juga: 8 misteri gunung Rinjani, 4 pendaki menjadi korban, seberapa angkerkah?

Demikian adalah informasi tentang jalur pendakian gunung Rinjani via Sembalun Lawang yang bisa saya sampaikan. Setelah mengetahuinya, kira-kira kapan kamu akan mengunjunginya?.
Share:

Warung Mbok Yem Gunung Lawu yang Legendaris

sang legendaris

Mbok Yem, bagi pendaki yang pernah menjamahi gunung Lawu, pasti tidak asing bila harus mendengar namanya. Dia adalah penunggu gunung Lawu, tapi bukan penunggu dalam tanda kutip. Sejak tahun 1980-an, Mbok Yem adalah seorang pejual makanan di puncak gunung Lawu, hebat bukan?.



Terlepas dari pro kontra dan sikap kritis dari aktifis alam bebas, warung Mbok Yem adalah topik menarik untuk dibahas. Sebab, warung satu ini memiliki gelar sebagai warung paling tinggi di Indonesia. Dalam artikel ini, saya akan mengajakmu untuk berkenalan dengan sosok pemilik warung. Berikut ulasannya.


Warung Mbok Yem Gunung Lawu yang Legendaris

Setuju atau Tidak!, Dia Adalah Bagian Dari Gunung Lawu



Bagaikan api dan sifat panasnya, gunung Lawu dan Mbok Yem adalah dua hal yang tak terpisahkan. Bahkan, dalam gaya candaan, saya berani mengatakan bahwa Mbok Yem adalah gunung Lawu dan gunung Lawu adalah Mbok Yem. Terus saya sama siapa dong?.

Nama asli ibu dari 4 anak ini bernama Wakiyem, mulai menjajalkan gorengan, pecel dan minuman sejak tahun 80-an di puncak gunung Lawu. Bayangkan, seorang ibu yang tidak muda lagi harus berada di atas ketinggian gunung dengan cuaca yang cukup dingin nan ekstrim.

Dalam Setahun, Mbok Yem Hanya 3 Kali Turun dari Gunung

Tidak hanya menjadi tempat jualan, pondok yang terletak di puncak Lawu pun menjadi rumah bagi Mbok Yem. Pasalnya, dalam jangka satu tahun, Mbok Yem hanya turun 3 kali, yaitu pada hari raya Idul Fitri dan hari-hari besar lainnya. Sementara, untuk pasokan air bersih, ia mengambilnya dari pos 5, sekitar 10 menit berjalan kaki dari warung Mbok Yem.

Merupakan Warung Tertinggi di Indonesia

Memang, di puncak gunung-gunung lain pun, semisal Welirang, Arjuno, Penanggungan, Semeru atau Merbabu, kita dapat menemukan pedagang yang menjajalkan dagangannya. Namun, tidak seperti Mbok Yem, warung-warung tersebut hanya musiman, tidak permanen dan hanya berjualan saat musim pendakian. Berbeda dengan Mbok Yem, kapan pun, kondisi apa pun, dia selalu bersedia memanjakan para pendaki gunung Lawu.

Baca juga: 16 gunung tertinggi di Jawa Tengah, mana gunung favoritmu?

Uniknya, Stok Dagangannya Tak Pernah Habis

Kebayangkan berapa jumlah pendaki di gunung Lawu saat musim pendakian?, ratusan. Uniknya, sebanyak apapun pembeli, Mbok Yem tidak pernah kehabisan stok, telor ceplok dan nasi pecel andalannya selalu siap mengisi perutmu saat lapar.

Selain nasi pecel dengan harga Rp. 10.000, banyak juga menu makanan lainnya, seperti soto pada malam Suro, aneka gorengan, berbagai minuman, wedang dll.

Puisi Mbok Yem dari Sahabat Pendaki

Mbok Yem.
Sebuah panggilan nama yang singkat terdengar
Atau bahkan juga seolah tanpa arti, kosong
Sebab, panggilan itu sangat familiar di tanah Jawa Tengah
Banyak sekali Mbok Yem di sana

Mereka yang pernah menjumpai Lawu, pasti tahu akan sosoknya
Seorang wanita tua yang sudah hidup setengah abad lebih
Puluhan tahun dirinya hidup di dataran tinggi gunung Lawu
Sosok perempuan yang jauh dari kata manja, ditempa oleh tajamnya angin di puncak Lawu
Sudah sangat kenyang dengan pemandangan indah di sana

Dia adalah simbol wanita tua yang kuat, keras dan tegar
Puluhan tahun memanjakan para pendaki dan penziarah di gunung Lawu
Mereka datang pagi, siang atau malam, kau akan selalu siap membuat mereka nyaman
Ahh.. Nasi pecel dan telur dadarnya, menu andalan yang selalu siap tersaji
Ditutup dengan teh manis hangat yang membuat suasana di Hargo Dalem terasa hangat


Berjualan di sini niatnya membantu orang, nolongin orang-orang yang mau ziarah dan anak-anak pendaki gunung yang mau ke Hargo Dumilah. Kan bisa beristirahat dulu di sini, lagian tinggal di sini suasananya lebih tenang.

Ucapan itu tidak datang dari seorang aktris yang pintar akting, ucapan itu keluar dari mulut Mbok Yem yang terdengar sangat jujur.

Memang, kau hanyalah seorang perempuan pedagang tua yang sederhana
Kau tidak ingin dikenal sebagai Kartini modern
Tidak pula mengharap sanjungan dan penghargaan
Namun, kau tahu, banyak sekali orang-orang yang sudah kau bantu

Harley B.S
Hargo Dumilah, G. Lawu, Nopember 2008

Baca juga: misteri pasar setan di gunung Lawu



Sahabat pendaki, demikian adalah ulasan tentang warung Mbok Yem gunung Lawu yang bisa saya sampaikan. Semoga beliau sehat selalu, tetap baik hati dan menjadi sahabat bagi para pendaki gunung Lawu.
Share:

Pendakian Gunung Semeru Via Ranu Pane

pendakian gunung semeru

Pendakian gunung Semeru bisa dibilang adalah perjalanan perasaan, pembentukan jati diri dan petualangan hebat yang mungkin tidak akan kami lupakan. Banyak kenang-kenangan yang sampai sekarang masih tersimpan rapih di dalam memori pikiran, entah saat melihat kejaiban Ranu Kumbolo, menyaksikan kemegahan Mahameru atau saat merasakan kehangatan persaudaraan di tengah-tengah dinginnya malam.

Khusus dalam postingan kali ini, saya akan berbagi kisah tentang pendakian gunung Semeru, ditambah tips mendaki Semeru dan beberapa peraturan gunung Semeru yang harus kamu ketahui sebelum mendaki ke sana.

Awal Pendakian Gunung Semeru

Setelah satu minggu disibukan oleh persiapan fisik, logistik dan mental. Akhirnya pada tanggal 13 Februari 2016, kami berangkat bersama dari Bandung, menggunakan kereta api dan turun di statsiun Baru Malang. Melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum ADL hingga terminal Arjosari, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan angkot warna putih sampai pasar Tumpang. Sesampainya di pasar Tumpang, kami melanjutkan perjalanan manuju Ranu Pane menggunakan truk engkel pengangkut sayuran dengan biaya Rp. 35.000 per orang.

Akhirnya kami sampai di garis start pendakian gunung Semeru, sebuah desa yang berada di ketinggian 2.200 mdpl, desa yang memiliki dua danau indah, yakni Ranu Regulo dan Ranu Pane. Udara di sini sudah mulai dingin, sesekali, saya menyilangkan kedua tangan supaya tubuh merasa lebih hangat.

Kami tidak menyia-nyiakan saat menemukan tempat nyaman untuk beristirahat, leader pun memutuskan untuk istirahat di basecamp Ranu Pane, sekaligus mengumpulkan tenaga untuk pendakian yang akan segera dilakukan dan mengecek kembali, peralatan mendaki di carrier masing-masing, takut-takut ada peralatan yang hilang di perjalanan atau peralatan yang sudah tidak berfungsi.

Info: di Ranu Pane, kamu masih bisa menemukan warung yang menjual berbagai makanan dan beberapa perlengkapan pendakian. Saat hendak mendaki gunung Semeru, kamu bisa melengkapi logistik di basecamp Ranu Pane. Selain itu, apabila kamu membawa tenda atau kamera, maka kamu harus membayar Rp 20.000 per tenda dan Rp 5.000 per kamera.

Tips: Jangan lupa membawa KTP atau kartu identitas lainnya untuk mengurus perijinan. Buat kamu yang bertempat tinggal di luar kota, lebih baik mengurus perijinan lewat booking online saja, mengingat bahwa batas pendaki gunung Semeru, hanya 500 orang per hari.

Ranu Pane Menuju Ranu Kumbolo, Surga di Gunung Semeru

Berpisah dengan Ranu Pane, kami berjalan di atas track yang masih landai, pemandangan di kanan dan kiri berupa hamparan ladang perkebunan milik  warga. Menemukan jalan bercabang, kami memilih jalan sebelah kiri, karena bila kami mengambil jalur sebelah kanan, perjalanan akan berakhir di perkebunan milik masyarakat di sini.

Diwarnai dengan candaan ringan, kami berlima mengantri dan berbaris saat berjalan di atas jalur pendakian yang ditumbuhi alang-alang dan sesekali, harus dijegal oleh dahan pohon yang rubuh. Berselang 5 km perjalanan, kami sampai di Watu Rejeng.

Beristirahat sebentar, melepas kelelahan dan dahaga yang mampir di tenggorokan, pemandangan di sana cukup indah, berupa perbukitan yang banyak ditumbuhi pohon Pinus dan Cemara. Hijau dedaunan mampu memberikan kesegaran kepada mata.

Perjalanan harus terus berlanjut, jangan terlalu lama beristirahat, perjuangan masih jauh. Track masih terasa landai, pemandangan berubah menjadi semak belukar, lebih jauh, mungkin hutan belantara. Kurang lebih berjarak 4,5 km. Akhirnya kami sampai di Ranu Kumbolo, sebuah danau cantik, surga gunung Semeru.

Bagi saya sendiri, Ranu Kumbolo merupakan danau yang sangat mengagumkan, sebuah danau yang dikelilingi oleh pamandangan alam yang indah. Tempat paling ideal untuk beristirahat, bahkan mendirikan tenda. Pemandangan saat matahari terbit adalah hal yang ditunggu-tunggu di Ranu Kumbolo, bayangkan saja, kamu bisa melihat keindahan alam dan pantulan cahaya matahari, membuat danau ini bagaikan lantai yang bersinar.

Baca juga: 9 jalur pendakian paling ekstrim di Indonesia

Info: Pada dasarnya, ada dua jalur yang bisa mengantarkan kita menuju Ranu Kumbolo, yakni jalur Ranu Pane dan jalur Ayek-Ayek. Namun jalur paling favorit adalah jalur Ranu Pane, sebab, tracknya landai. Sedangkan jalur Ayek-Ayek dikenal memiliki track yang terjal.

Tips: Sebelum meninggalkan Ranu Kumbolo, usahakan untuk mengisi setiap botol minuman yang kamu punya. Sebab, di atas sana, tidak ada lagi sumber air yang bisa ditemui. Adapun di Hutan Mati nanti, jarak sumber air cukup jauh.

Ranu Kumbolo - Hutan Kalimati, Sebuah Hamparan Luas di Tepi Hutan Cemara

Selepas menikmati Ranu Kumbol dan setiap keindahan di dalamnya, kami dihadapkan dengan sebuah tanjakan yang sangat terkenal di kalangan para pendaki. Tanjakan itu bernama 'Tanjakan Cinta'. Tracknya tidak terlalu terjal, namun jaraknya yang panjang, tanjakan itu berhasil membuat saya terengah-engah.

Ada sebuah mitos yang membuat tanjakan ini begitu istimewa. Mitos itu mengatakan, siapa saja yang berhasil melewati tanjakan cinta tanpa sedikit pun menoleh ke belakang, maka impian dalam percintaannya akan terkabulkan.

Selepas dihajar oleh tanjakan cinta dan berada di atas bukit, kami melihat padang rumput yang luas dan sangat indah. Namanya Oro-oro Ombo, sebuah padang yang dihiasi oleh bermacam bunga dan rerumputan yang dikelilingi oleh bukit-bukit yang berdiri gagah. Pada musim semi, bunga-bunga itu akan mekar dan berwarna ungu, memperlihatkan kecantikannya.

Setelah berjalan melewati padang Oro-oro Ombo, kami pun tiba di Cemoro Kandang, perjalanan mulai menanjak dan pemandangan di kiri kanan berupa barisan pohon-pohon Cemara. Selepas Cemoro Kandang, kami pun keluar dari rimbunnya hutan Cemara dan sampai di Jambang, sebuah padang luas. Di sini, Puncak Mahameru sudah mulai menampakan kegagahannya. Lewati Cemoro Kandang dan kami sampai di Hutan Kalimati.

Info: Jarak antara Ranu Kumbolo sampai ke Kalimati menghabiskan waktu sekitar 3 jam lebih. Saat di Kalimati, kamu bisa menemukan sumber air yang letaknya cukup jauh, mungkin menghabiskan waktu perjalanan 1 jam.

Pos Kalimati sendiri adalah sebuah lahan datar di ketinggian 2.700 mdpl, ditumbuhi rerumputan dan pemandangan di sini berupa hutan Cemara.

Sebetulnya, jalur pendakian berakhir di pos Kalimati itu sendiri, namun apabila kamu tetap ingin melanjutkan perjalanan ke puncak Mahameru, pihak pengelola TNBTS (taman nasional bromo tengger semeru) tidak akan bertanggung jawab kepada bencana apapun yang kamu alami di jalur pendakian puncak Mahameru.

Tips: Beristirahatlah di Kalimati, sebelum melanjutkan pendakian ke Puncak Mahameru, mendirikan tenda, beristirahat untuk menyiapkan tenaga, tidur dan pada malam hari, sekitar jam 12 atau jam 1 pagi, perjalanan menuju puncak Mahameru untuk berburu keindahan sunrise baru dilakukan.

Pos Kalimati - Puncak Mahameru, Puncak Para Dewa

Sebetulnya pendakian yang kami lakukan hanya sampai pos Kalimati. Tapi, kenapa saya menulisnya sampai puncak Mahameru?, karena ada info dan tips yang hendak saya sampaikan saat kamu mendaki sampai puncak Mahameru. Langsung di bawah sini.

Info: Saat kamu melakukan summit atack ke Mahameru, perjuangan baru akan dimulai, track berupa pasir yang jika diinjak akan merosot, maju tiga langkah, merosot 2 langkah, ditambah dengan medan yang menanjak.

Tips: Jangan lupa berdo'a dan usahakan jangan membawa semua perlengkapan ke puncak Mahameru, carrier disimpan di tenda atau Pos Kalimati, hanya membawa barang-barang yang diperlukan, seperti air minum, makanan ringan dan track poll.

Puncak Mahameru

Mahameru berada pada ketinggian 3.676 mdpl, suhu udara di sana berkisar di angka 4 sampai 10 celsius. Di puncak Mahameru, apabila cuaca sedang cerah, kamu bisa melihat pemandangan jajaran gunung, diantaranya, gunung Argopuro, Bromo, Welirang, Arjuno, Raung dan kawah Jonggring.

Tips: Sebelum jam sembilan pagi, kamu harus bergegas untuk turun dari Mameru, pasalnya pada bagian selatan di Mahameru, sering berhembus gas beracun yang disemburkan oleh Kawah Jonggring yang berada di sebelah selatan puncak Mahameru.

Info: Saat menuruni Mahameru, kamu pun harus waspada dan berhati-hati, jangan berlarian, karena rawan sekali tersesat ke arah kawasan Blank 75, sebuah kawasan yang memiliki jurang sedalam 75 meter.

Baca juga: info gunung semeru terbaru

Demikian adalah cerita pendakian gunung Semeru yang bisa saya kisahkan, berikut dengan info dan tips yang saya ketahui, bila kamu memiliki tambahan info atau tips lainnya saat mendaki Mahameru, jangan sungkan, tuliskan di kolom komentar.
Share:

Pendakian Gunung Papandayan, Tentang Si Omen dan Amukannya

mitos omen di gunung papandayan

Tanggal 13 Sepetember 2014 adalah sebuah hari yang dimana buku tebalku bertambah satu halaman, bukan halaman biasa, tapi halaman ini penuh dengan warna dan nyanyian-nyanyian merdu. Yup, pada tanggal itu, aku melakukan sebuah pendakian di gunung Papandayan, perjalanan panjang yang penuh dengan tawa sahabat, perjuangan bersama dan ajaran-ajaran indah tentang kehidupan. Bak malamnya Sinderella di istana Pangeran, pendakian itu penuh dengan keajaiban.

Petualanganku bermula dari Bandung menggunakan sepeda motor, menyusuri jalanan kota Garut yang penuh dengan tanjakan dan belokan. Kaya ular dong?, ya sepertinya mirip. Tidak lupa pula, mobil-mobil besar ikut menguji sehebat apa kau dalam mengendalikan kuda besi. Setelah puas bergelut dengan belokan-belokan tajam, tanjakan-tanjakan yang membuat motorku kelelahan dan kebut-kebutan dengan mobil-mobil besar, akhirnya aku dan teman-teman sampai di Camp David, pintu masuk gunung Papandayan.


Bagiku sendiri camp David adalah ucapan selamat datang yang sangat anggun, pemandangan berwarna hijau terlihat mendominasi dan kabut lembut pun telah menerpa wajah manisku. Manis?, ya, sangking manisnya, setiap bangun tidur, semut-semut sudah nongkrong bengong meng-gembrong (mengerumuni) wajahku. Terkadang, wajah manis ini terasa sangat menyiksa. Oh tuhan. Eh iya, buat pembaca jangan sampai ngiri ya.


camp david

Cukup membahas tentang wajah manis. Setelah melakukan breefing dan mengecek lagi peralatan mendaki, akhirnya kita mengucap bismillah, tanda petualangan siap dimulai. Aje gile, baru berjalan sekitar 10 menit, penglihatan dan perasaanku sudah tersentak oleh sebarisan kawah yang di dalamnya terdapat lubang-lubang magma besar, maupun kecil, yang mengeluarkan asap/uap air hingga mengeluarkan berbagai suara unik. Keren banget deh.

  "Awas tuh ada raksasa lagi ngeroko", ujar temanku yang bernama Deden

  "Dikasih kopi, bakalan seneng banget tuh raksasa", ujarku menyahut candaan Deden


Kami pun tertawa bersama, sebagian tertawa karena candaan Deden memang lucu, sebagiannya tertawa karena hanya ikut-ikutan yang lain.



komplek kawah papandayan
Sang Leader, Bilal

Menurut Juned, pemandangan cantik nan mengagumkan komplek kawah Papandayan terlalu sayang bila dilewatkan begitu saja tanpa menyeduh kopi dan menyalakan sebatang rokok (Dasar pendaki asap, banyak saja alasannya). Kami pun duduk sebentar menikmati segelas kopi panas sambil menikmati hisapan rokok Magnum yang bercampur dengan bau belerang. Nikmat sekaligus menyiksa paru-paru, jahat sekali, layaknya perlakuan Rangga kepada Cinta dalam film AADC 2.

Beranjak dari penyiksaan paru-paru, kami sadar bahwa perjalanan ini masih sangat panjang, menghela nafas dan melangkahkan kaki dengan semangat, bukan karena ingin segera sampai di puncak, tapi kami sudah tidak tahan dengan bau belerang yang super duper tajam menelusuk lewat hidung, melewati bulu-bulu hidung yang halus dan menusuk-nusuk paru-paru kami.


Astaga! ada apa dengan motor-motor trail ini?. Masuk jalur pendakian, suara kenalpotnya mengganggu pendengaran dan jalur pun rusak setelah motor-motor itu melewatinya. Please men, kami sama dengan yang lainnya, datang ke sini, membiarkan baju kotor, badan kelelahan dan membiarkan wajah kami berubah warna menjadi lebih gelap, itu semua untuk menjauhi dunia pengap, suara jalan aspal riuh, hingarnya kota dan kami mengidamkan ketenangan dalam pelukan alam. Nah ini?, mengesalkan sekali.


  "Sudah, jangan ambil pusing, bukankah mereka seperti kita?, sama-sama sedang menyalurkan hobi?." Cetus Bilal merespon obrolan kami tentang sepeda motor yang memasuki jalur


  "Tapi kan ga musti di sini Lal, masih banyak tempat-tempat lain yang lebih enak untuk ofroad." Timbal Mahfudz mengomentari


  "Selagi mereka masih menghargai para pejalan kaki, kita pun harus menghargai mereka." Ucap Hari yang tiba-tiba menjadi lebih dewasa beberapa tahun dari biasanya


  "Okelah kalau begitu." Sambar Deden dengan nada dan raut muka yang sangat lucu, mungkin lebih lucu dari film Mak Ijah Pengen Naik Haji


Saya: Hahahaha (ketawa teruuuuuuuus sampai mampus)



ketemu bule di papandayan

Setelah berjalan jauh, keringat pun tak kuasa untuk tidak keluar dari lubang pori-pori, nafas seakan mau putus (Lebay amat). Berbarengan dengan sampainya kami di pos gober hut, air hujan pun tanpa malu turun berbarengan dari langit yang luas nan jauh itu. Akhirnya, Bilal yang bertindak sebagai leader perjalanan memutuskan untuk mendirikan tenda di sana. Hal yang kami tidak ketahui, bahwa keputusan itu adalah awal dari tragedi yang takan pernah kami lupakan seumur hidup.

Hari sudah mulai gelap, hujan pun reda dan bintang-bintang mulai melaksanakan tugasnya, yakni menghiasi langit yang mungkin kesepian. Masak-masak, ketawa-ketiwi, main kartu dan ritual penutup, curhat bersama. Deden, cerita tentang kehidupannya, tidak lupa juga, dia memasukan bumbu luconannya yang lucu tiada tanding. Misal, saat dia keluar dari kerjaannya, bukan karena dia yang dipecat, tapi bos yang dipecat olehnya. Terus siapa yang mau meng-gajihnya?, tidak ada, akhirnya dia mengundurkan diri.


Dan Hari, tentang percintaannya yang tiada ujung. Rijal, tentang mantannya yang terus menerus menguasai alam bawah sadarnya. Juned, tentang kesendiriannya (Jomblo), seakan terkena kutukan, tidak kunjung datang juga jodoh yang dijanjikan tuhan. Bilal, tentang pekerjaannya. Mahfudz, tentang rumah tangganya. Dan aku, tentang rasa malas yang menghalangiku dari impian menjadi blogger sukses. Lampu pun dimatikan, kami pun melintasi alam, menuju alam mimpi.


Sekitar jam 2 malam, sayup-sayup terdengar suara riuh dari sebrang hutan, suara-suara itu perlahan semakin jelas, aku pun terbangun, terlihat Rijal sedang mengintip ke luar tenda.


Saya: Ada apa jal?, berisik amat di luar?


Rijal: ada Omen (Babi Hutan) besar san, dua ekor, keduanya besar-besar pula


Saya: Sekarang, mana Omennya?


Rijal: Itu tuh, tangannya sambil menunjuk ke arah luar


Aku pun ikut mengintip, memang sekitar 1 meter dari tenda, babi hutan berwarna putih besar, mungkin setinggi anak berumur 7 tahun, sedang mengendus-endus tanah bekas makan bersama tadi.


Saya: Mana satunya?


Rijal: Lagi di Pondok Saladah kali, makannya di sana ribut banget


Juned bangun juga, saat itu teman setendaku memang Juned, Rijal dan Deden. "Ada apa broo?


  "Noh!" ucapku sambil menunjuk Omen


  "Gede banget broo," tandas Juned


Entah Juned mendapat ide dari mana, dia mengeluarkan HP-nya, hendak memotret Omen. Cekreeeek, berbarengan dengan lampu flash menampar wajah Omen yang seketika mengamuk tenda kami.


Saya : G#*%&OOOOK


Deden terbangun dengan terkejut, "Astagfirullah!, sahutnya


Kerusuhan terjadi, omen mengobrak-ngabrik tenda, kami ber-empat terjebak dalam tenda, berusaha meloloskan diri. Setelah 2 menit berada dalam kepanikan, akhirnya bantuan datang dari teman-teman lainnya, berusaha mengusir Omen dengan teriakan dan lampu senter yang disorotkan. Kerusuhan pun selesai dengan menyisakan kerusakan satu buah tenda yang semerawut.


Bak masih memiliki dendam, Omen masih berkeliaran di area kami bertenda, malah bertambah, Omen berwarna hitam pun sekarang hadir. Rasanya pengen cepet-cepet pagi, karena, setelah kejadian itu, kami semua tidak bisa tidur kembali. Bayang-bayang akan ancaman Omen masih jelas terasa. Sialnya, kami tidak bisa membuat api unggun, ranting-ranting yang kami kumpulkan semuanya basah akibat hujan yang terjadi tadi sore.


Akhirnya, setelah malam yang panjang. Pagi pun tiba, matahari mulai menampakan cahanya. Bahagia bukan kepalang, terlepas dari bayang-bayang menyebalkan tentang ancaman Babi Hutan Papandayan. Aku pun ke warung untuk membeli kopi, di tengah aktifitas jual beli dengan si ibu warung, aku sempat menceritakan kejadian semalam kepadanya.


Ibu warung malah tersenyum, sambil berucap, kurang lebih seperti ini,


  "Di sini, sebetulnya ada 3 ekor babi hutan, 2 ekor berwarna hitam dan 1 ekor berwarna putih. Dulu warung ibu pun pernah menjadi sasaran babi hutan itu, setengah makanan di warung ludes dalam waktu satu malam, gara-garanya si bapa (Suaminya), pada siang hari menegetepel tubuh si omen dengan kerikil kecil. Iseng."

  "Oh, jadi Babi Hutan itu punya sifat pedendam ya bu?," tanya saya


  "Iya, waktu diketepel pun dia hanya menengok sedikit ke arah si bapa, eh taunya pada malam hari dia membalas dendam." Jawab ibu warung


  "Terus kenapa Omen semalem marah waktu difoto sama temen saya bu? apa mungkin dia hanya terkejut oleh lampu flash-nya bu?," tanya saya lagi


  "Iya mungkin, sebetulnya, Babi Hutan di sini pada jinak, mereka sudah terbiasa dengan keberadaan manusia, mereka tidak akan menyerang kalau kita tidak mengganggu mereka." Timbal ibu warung


  "HAH, JINAK??," Tanya saya dalam hati


2 gelas kopi panas pun tersaji, pertanda obrolan dengan ibu warung harus berakhir dan aku pun bergegas kembali kepada teman-temanku. Ngopi teruuuus.



gober hut

Sesaat setelah menikmati segelas kopi pertama di pagi hari, setelah merapihkan barang bawaan dan menutup tenda rapat-rapat, kami pun melanjutkan perjalanan ini, jalanan berupa hamparan tanah becek pun menjadi santapan dalam perjalanan menuju Pondok Saladah. Hal yang membuat saya sedikit menyesal adalah, nyatanya Pondok Saladah adalah tempat camp ideal, di sana luas, pemandangan lebih indah dan pendaki cantik banyak berkeliaran di Pondok Saladah.


pondok saladah

Tidak lama beristirahat di Pondok Saladah, kami melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya kami sampai di tempat agak seram, terkenal di dunia Instagram. Yup, tempat itu adalah Hutan Mati. Ini dia fotoku di Hutan Mati,


dul ahmad dani

Eh salah. Itu mah foto adikku

Ini yang benar



hutan mati

Bagiku sendiri, hutan mati adalah tempat yang penuh keajaiban, lihat saja sebarisan pohon itu, meskipun sudah hangus di makan api (yang kesurupan), tapi pohon-pohon itu masih tetap tegar berdiri dan malah menghasilkan suasana yang khas banget. Menjadikan tempat itu begitu istimewa, membawaku kepada rasa kekaguman, betapa kuasanya tuhan atas setiap makhluknya.

Selepas dari hutan mati yang bisa membuat merinding disko, kami berderap menuju tanah yang lebih tinggi. Entah salah jalur atau memang tracknya seperti ini, ko sadis banget ya. Jalannya licin, tanjakannya memiliki kemiringan yang tidak bisa dianggap remeh. Jadi berasa tanjakan Roheng di Cikuray. Air mata pun meleleh (Maafkan ke-lebay-anku ini yang sebenarnya tidak pernah terjadi.) saat disiksa tanjakan menuju Tegal Alun .

Horeee, waktunya ber-seleberasi. Kami sampai di tempat tujuan, kami sampai di tempat yang luas nan indah, tempat dimana kamu bisa menyantap hamparan luas bunga Edelweis, kami sampai di Tegal Alun bersama-sama.



tegal alun

Akhirnya perjuangan ini selesai. Kenapa saya tidak menceritakan perjalanan turun dan pulang ke rumah?, karena perjalanannya biasa saja, tidak ada yang istimewa.


tegal alun
Hari

Catatan: Mohon maaf apabila saya tidak bisa memberikan referensi masalah biaya, karena akhir-akhir ini, kabar berhembus, bahwa biaya gunung Papandayan berubah sangat pesat, jadi mahal.

Tips Mendaki Gunung Papandayan


1. Jangan Lupa Bawa Masker

Sebagaimana cerita saya di atas, bau belerang adalah ucapan selamat datang dari komplek kawah yang berada di gunung Papandayan. Keberadaan masker akan sangat membantu pernafasanmu saat kamu berada di sana.


2. Mengetahui Tips Agar Kamu Terhindar Dari Serangan Babi Hutan


Kamu gak mau kan bernasib seperti saya?, oleh makannya itu, sebelum melakukan pendakian ke gunung Papandayan, kamu wajib baca artikel ini.


3. Tempat Paling Ideal Untuk Mendirikan Tenda Adalah Pondok Saladah


Usahakanlah, apabila kamu mendaki gunung Papandayan, hendaknya kamu mendirikan tenda di Pondok Saladah, alasannya sudah saya sampaikan dalam cerita tadi.


4. Bawa Uang yang Berlebih


Karena gunung Papandayan sekarang terkenal dengan tarif mahalnya, maka membawa uang berlebih adalah solusi paling kongkrit.


Kekurangan Gunung Papandayan


1. Motor trail yang sering masuk jalur pendakian


2. Banyak warung, membuat nafsu jajan tidak terkondisikan


3. Kehadiran Omen yang sering mengancam


Kelebihan Gunung Papandayan


1. Banyak spot cantik yang bakalan membuatmu terkagum-kagum


2. Fasilitas yang sudah lebih dari cukup, seperti toilet umum dan jajaran warung


3. Track-nya tidak terlalu terjal, cocok banget buat pendakian pertamamu




Share:

Search This Blog

Powered by Blogger.

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script>      (adsbygoo...

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.