• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jalur Pendakian Gunung Leuser di Aceh

jalur pendakian gunung leuser

Gunung Leuser merupakan gunung tertinggi di Provinsi Aceh, ketinggian puncak tertingginya mencapai 3.404 mdpl. Letaknya berada di perbatasan antara Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya dan Kabupaten Gayo Lues, merupakan bagian dari gugusan pegunungan Bukit Barisan yang membentang di sepanjang pulau Sumatera, juga masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia.



Gunung Leuser memiliki panorama alam yang cantik nan jelita, gagah nan perkasa, elok nan indah. Namun, sedikitnya informasi tentang kekayaan alam gunung Leuser menjadikannya tidak begitu populer di kalangan para pendaki. Padahal saat menjamahinya, kamu akan melihat segala keindahan alam yang kamu dambakan, baik berupa bentangan alam, kehidupan berbagai hewan atau bermacam tumbuhan yang unik.


Jalur Pendakian Gunung Leuser Dilengkapi Dengan Estimasi Biaya dan Waktu



Puncak gunung Leuser berjumlah tiga, yaitu puncak Leuser, puncak Loser dan puncak Tanpa Nama. Sedangkan puncak tertingginya adalah puncak Tanpa Nama, setinggi 3.404 mdpl. Untuk mencapainya, ada dua jalur yang bisa kamu pilih, di antaranya adalah jalur dari arah utara (Desa Kedah) dan jalur dari arah selatan.

Namun, jalur dari arah selatan sangat jarang digunakan oleh para pendaki. Sebab, jalur satu ini memiliki jarak tempuh yang sangat panjang dan track yang sangat sadis nan terjal. Oleh karenanya, para pendaki lebih senang menggunakan jalur sebelah timur yang dimulai dari Desa Kedah dan jarak tempuh rata-rata adalah 16 hari (naik-turun).

Ketentuan dan Syarat Pendakian Gunung Leuser

Buat kamu yang hendak melakukan petualangan di gunung Leuser, menikmati setiap keindahannya, menggeluti track hebatnya atau menjumpai setiap tanaman dan hewan di sana. Sebaiknya mengetahui segala ketentuan-ketentuan pendakian gunung Leuser di bawah ini.

1. Paling lambat, membooking tiket masuk adalah sebulan sebelum tanggal pendakian

2. Buat para mahasiswa, pelajar atau akademi organisasi, sebaiknya membawa surat permohonan dari universitas, sekolah atau organisasi, dan disampaikan kepada Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang kemudian akan disampaikan kepada Kodim 0113 Gayo Lues dan Polres Gayo Lues

3. Melengkapi surat-surat administrasi berupa kartu identitas yang difoto copy menjadi 4 lembar, dan disampaikan berbarengan dengan surat permohonan kepada Balai Besar TNGL, sehingga nantinya akan dijadikan arsip Leuser Mentalu

4. Menyerahkan SIMAKSI kepada Balai Besar TNGL yang dibuat di Seksi Pengelolaan TNGL wilayah lll, Kota Blangkerjen, Gayo Lues

5. Menyerahkan surat keterangan sehat yang dibuat di dokter

6. Setiap pendaki perorangan atau rombongan diwajibkan untuk menyewa jasa guide, hal ini untuk menjaga keselamatan. Sebab, TNGL merupakan tempat perlindungan bagi Harimau Sumatera

Untuk informasi lebih detail dan lanjut, sebaiknya kamu menghubungi Balai Besar TNGL di nomor 061-7872919 atau menghubungi salah satu porter di sana, yaitu Mr. Jali di nomor 0813-6229-1844. Juga kamu bisa membuka website resmi TNGL di www.gunungleuser.or.id

Estimasi Biaya Pendakian Gunung Leuser

Salah satu hal yang harus dipertimbangkan saat kamu hendak melakukan pendakian di gunung Leuser adalah masalah biaya. Sebaiknya melakukan pendakian dalam rombongan, agar lebih murah, idealnya 4-5 orang. Sementara, kocek yang harus kamu rogoh adalah Rp. 4-5 juta per orang (catatan: perjalanan dimulai dari Jakarta)

Transportasi Menuju Desa Kedah

Tujuan awal kita adalah kota Medan. Setelah sampai di kota Medan, kita dapat menggunakan mobil jenis L300 milik PO. BTN atau PO. Karsimana menuju Desa Kedah, lama perjalanan sekitar 1 hari di dalam mobil.


Jalur Pendakian Gunung Leuser

Desa Kedah - Sinnebuk Green (1 jam)

Perjalanan biasanya dimulai dari desa Kedah atau rumah porter yang menemani rombonganmu. Di awal perjalanan, kamu akan menemukan medan berupa tanah setapak, pemandangan berupa bentangan perkebunan milik penduduk setempat. Hingga akhirnya harus menyebrangi sungai dan mulai memasuki hutan yang tidak terlalu rapat.

Setelah berjalan sekitar 1 jam, maka kamu akan sampai di Sinnebuk Green yang merupakan sebuah kawasan yang di dalamnya terdapat 5 buah bangunan yang bisa kamu gunakan untuk berteduh dan beristirahat. Baik saat naik gunung atau saat menuruninya.

Sinnebuk Green - Tobacco Hut (4 jam)

Perjalanan menuju Tobacco Hut akan mengantarkanmu kepada tanjakan-tanjakan yang akan menguras tenaga dan menguji mental, serta kita harus melipiri sungai. Mendekati pos Tobacco Hut, kita akan dihadapkan dengan tanjakan sadis, para penduduk menamai tanjakan tersebut dengan nama tanjakan Pantat.

Pos Tobacco Hut sendiri ditandai dengan adanya bentangan kebun tembakau milik penduduk dan terdapat sebuah bangunan berbentuk panggung yang bisa kita gunakan untuk beristirahat. Menurut penuturan masyarakat sekitar, Tobacco Hut dahulu merupakan medan perang saat konflik Aceh terjadi.

Tobacco Hut - Simpang Angkasan (5 jam)

Beranjak dari Tobacco Hut kita akan menaiki dan menuruni beberapa tebing, hingga akhirnya kita akan sampai di Pintu Rimba, batas vegetasi, memasuki hutan lebat di gunung Leuser. Setelah melewati pintu rimba, selang beberapa waktu, maka kita akan sampai di Simpang Angkasan, sebuah persimpangan yang akan mengantarkanmu pada Puncak Angkasan.

Simpang Angkasan - Camp I (1 jam)

Di awal pendakian menuju Camp l, keadaan track masih menanjak namun tidak terlalu terjal, vegetasi sangat rapat, karena udara di sini sangat lembab, kamu dapat melihat pemandangan pohon-pohon yang diselimuti lumut, khas hutan hujan tropis pada umumnya.

Namun saat mendekati Camp l, jalanan semakin mananjak nan terjal, menguji mental dan nyali. Setelah berjalan sekitar 1 jam dari Simpang Angkasan, maka kamu akan sampai di Camp l.

Pada umumnya, para pendaki menjadikan Camp l sebagai tempat mendirikan tenda di malam pertama pendakian mereka. Sebab, areanya cukup luas, mungkin dapat menampung 10 tenda. Serta, di sana juga kamu dapat menemukan sumber air untuk mengisi perbakalan minum.

Camp 1 - Puncak Angkasan (4 jam)

Selepas Camp l, vegetasi kembali menjadi sangat rapat, udara sangat lembab, terlebih bila kamu melakukan pendakian di musim hujan. Setelah berada di tengah perjalanan menuju Puncak Angkasan, track pendakian akan semakin sadis dan ekstrim, jalur sangat sempit, diapit oleh jurang di sebelah kanan dan kiri, ditambah dengan kehadiran ranting-ranting pohon yang menghalangi jalur, menambah tingkat kesulitan saat melewatinya.

Setelah bergelut dengan track selama 4 jam, maka kita akan sampai di Puncak Angkasan yang merupakan satu dari empat puncak yang harus dilewati sebelum mencapai puncak gunung Leuser. Area di puncak Angkasan cukup luas, mungkin mampu menampung 4 tenda. Bila cuaca sedang cerah, maka dari sini kamu dapat melihat penampakan puncak Leuser di kejauhan.

Puncak Angkasan - Kayu Manis I (2 jam)

Beranjak dari Puncak Angkasan, kamu akan menuruni gunung, track turun yang tidak terlalu terjal, vegetasi masih sangat tertutup, pemandangan berupa pohon-pohon besar yang diselimuti oleh lumut. Perjalanan dari Puncak Angkasan menuju Kayu Manis l membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Kayu Manis I - Kayu Manis II (2 jam)

Selepas Kayu Manis l, perjalanan akan mengantarkan kita pada beberapa bukit yang harus dinaiki dan dituruni. Mendekati Kayu Manis ll, jalur terkesan tertutup oleh ilalang-ilalang yang tumbuh cukup tinggi, membuat jalan tidak terlihat begitu jelas. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 2 jam.

Kayu Manis II - Kayu Manis III (1 jam)

Setelah melewati Kayu Manis ll, jalanan akan menurun kemudian menanjak drastis. Berjalan sekitar 1 jam, kamu akan sampai di pos Kayu Manis lll yang merupakan puncak sebuah bukit, memiliki pemandangan yang cukup terbuka dan areanya cukup luas, mungkin mampu menampung 5 tenda.

Kayu Manis III - Lintasan Badak (2 jam)

Menuju Lintasan Badak, berbagai rintangan akan menghadang perjalananmu, di antaranya adalah jalur menurun tajam nan licin karena ditumbuhi oleh lumut, beberapa pohon besar yang rubuh menghalangi jalan dan tumbuhan rotan yang kadang menghalangi jalanan, membuat kita harus berhati-hati agar tidak tersandung olehnya.

Setelah berjalan sekitar 2 jam, maka kita akan sampai di Lintasan Badak yang merupakan sebuah lahan terbuka dan tidak terlalu luas.

Lintasan Badak – Papanji (3 jam)

Selepas pos Lintasan Badak, perjalanan dilanjutkan dengan melintasi track-track terjal, naik-turun punggungan gunung, vegetasi masih sangat tertutup. Hal yang perlu kamu waspadai adalah jalur pendakian yang tidak jelas, harus sangat teliti agar tidak tersesat.

Selain itu, perjalanan menuju Pos Papanji pun akan membawamu pada Hutan Papanji yang merupakan habitat Harimau Sumatera, para penduduk menuturkan bahwa masih seringnya terlihat hewan langka tersebut di hutan Papanji. Jadi, alangkah baiknya bila tidak sendirian saat melintasi hutan Papanji.

Setelah berjalan sekitar 3 jam, maka kamu akan sampai di pos Papanji, sebuah area yang cukup sempit. Di sini kamu dapat menemukan sumber air berupa sebuah genangan besar. Sebaiknya tidak mengambil air pada waktu sore dan pagi, karena waktu-waktu tersebut merupakan jam-jam Harimau Sumatera mencari minum.

Papanji - Blangbeke

Awal perjalanan menuju Blangbeke, kamu akan menaiki dan menuruni punggungan gunung, vegetasi masih rapat. Saat mendekati pos Blangbeke, maka kamu akan menjumpai padang rumput yang luas, medan berupa bebatuan vulkanik. Konon, di lintasan ini sering terlihat bekas kaki Harimau Sumatera yang menggambarkan bahwa hewan tersebut sering berlalu lalang di kawasan ini.

Pos Blangbeke berada di tengah padang rumput yang luas, sangat nyaman saat berada di sini, terlebih di sini kamu dapat menemukan sumber air, berupa sumur yang sengaja digali. Namun saat musim kemarau, kemungkinan besar sumur ini akan kering.

Blangbeke - Camp Alas

Perjalanan dari Blangbeke menuju Camp Alas akan melewati 3 aliran sungai Alas, ketinggian sungai-sungai tersebut tidaklah terlalu tinggi. Namun, airnya yang sangat dingin mampu membuat kaki terasa beku dan bebatuan untuk berpijak terasa sangat licin, membuat kita harus berhati-hati saat menyebrangi sungai tersebut.

Bila terjadi hujan besar, maka akan terjadi banjir bandang di sungai terakhir, membuat kita harus menunggu hingga air surut.

Setelah melewati sungai terakhir, maka kita akan sampai di Camp Alas yang memiliki area cukup luas, berupa hamparan rumput. Banyak para pendaki yang menjadikannya sebagai tempat mendirikan tenda. Sebab, selain areanya yang luas, kamu pun dapat menemukan sumber air yang melimpah ruah, berupa aliran sungai Alas.

Camp Alas - Kuta Panjang

Selepas Camp Alas, sebelum menyebrangi hutan pohon Perdu, medan masih berupa padang rumput. Sementara, pohon-pohon Perdu akan menemanimu hingga sampai di pos Kuta Panjang yang merupakan puncak sebuah bukit, memiliki pemandangan yang sedikit terbuka.

Kuta Panjang - Kolam Badak

Setelah melewati pos Kuta Panjang, maka kamu akan menuruni bukit, yang kemudian akan menanjak kembali, melipir punggungan pegunungan, masuk ke dalam hutan, hingga akhirnya sampai di pos Kolam Badak yang merupakan sebuah danau besar. Konon, di sini sering ditemukan gerombolan badak Sumatera yang mencari air di danau tersebut.

Kolam Badak - Bivak I

Menuju pos Bivak l, keadaan medan tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, vegetasi rapat dan beberapa pohon tumbang menghadang perjalananmu. Mendekati pos Bivak l, kita akan melintasi sebuah padang rumput yang cukup luas.

Sedangkan pos Bivak l merupakan area yang cukup terbuka, pepohonan di sini didominasi oleh pohon perdu. Pada umumnya, para pendaki akan sampai di pos Bivak l di hari pendakian ke-6 atau ke-7.

Bivak l - Camp Putri

Perjalanan menuju Camp Putri akan mengantarkanmu pada medan yang tidak terlalu menanjak. Namun kamu perlu berhati-hati karena di sebelah kanan jalur merupakan jurang yang curam, serta di sini sering turunnya kabut yang kadang menghalangi jarak pandang.

Sesampainya di Camp Putri, kamu akan disuguhi oleh sajian pemandangan yang sangat mengagumkan, berupa gugusan puncak-puncak gunung Leuser. Dekat di mata, jauh di kaki.

Camp Putri - Bivak Kaleng

Selepas Camp Putri, jalur akan menurun, menyebrangi punggungan gunung Bivak. Setelahnya, maka kita akan sampai di pos Bivak Kaleng yang dahulu, di jaman penjajahan Belanda, merupakan tempat ngedrop makanan bagi tentara Belanda.

Bivak Kaleng - Bivak Batu

Setelah melewati pos Bivak Kaleng, track akan menanjak tajam, pemandangan masih didominasi oleh pepohonan perdu, sedangkan di sebelah kanan jalur merupakan jurang yang menganga nan dalam.

Pos Bivak Batu merupakan area yang cukup luas, berada di atas lembah pegunungan, menyajikan pemandangan alam yang sangat indah. Di kejauhan, terlihat puncak Loser yang mengintip di balik sebuah bukit.

Bivak Batu - Simpang Tanpa Nama

Perjalanan menuju pos Simpang Tanpa Nama, kamu akan melewati 2 aliran sungai yang kecil, masing-masing sungai bernama Krueng Kruet l dan Krueng Kruet ll. Sementara jalur di sini terasa lebih landai dari sebelumnya dan vegetasi masih sangat tertutup.

Pos Simpang Tanpa Nama merupakan sebuah persimpangan jalan, jalur sebelah kiri akan mengantarkanmu menuju Puncak Tanpa Nama dan jalur sebelah kanan akan mengantarkanmu menuju Puncak Leuser dan Loser.

Simpang Tanpa Nama - Puncak Loser

Di tengah perjalanan menuju Puncak Loser, kamu akan melewati pos Lapangan Bola yang merupakan sebuah padang yang sangat luas, berkontur tanah kering dan padat. Uniknya di sepanjang perjalanan, kamu akan melihat bebatuan vulkanik yang memiliki berbagai ukuran, mulai dari ukuran kecil hingga besar.

Sementara, selepas pos Lapangan Bola, maka tingkat kemiringan jalur akan meningkat lebih menanjak. Meski sudah berada di ketinggian, namun bekas kaki Harimau Sumatera masih sering terlihat di sepanjang jalur.

Puncak Loser - Puncak Leuser

Perjalanan menuju puncak Leuser bisa dibilang sebuah perjalanan ekstrim, dimana jalur dihiasi oleh kerikil-kerikil kecil dan kabut sering turun menghalangi jarak pandang. Serta tingkat kemiringan track pun tidak kalah dalam menyiksa kita saat hendak mencapai puncak Leuser.

Simpang Tanpa Nama - Puncak Tanpa Nama

Puncak Tanpa Nama merupakan puncak tertinggi di gunung Leuser, namun puncak satu ini kalah populer, di kalangan para pendaki, oleh puncak Loser dan puncak Leuser. Puncak satu ini berbentuk seperti perahu terbalik, memiliki area yang sangat luas, menyajikan pemandangan indah, berupa gugusan puncak Loser dan puncak Leuser di kejauhan.



Baca juga;


Demikian adalah informasi tentang jalur pendakian gunung Leuser, sebuah pendakian yang tidak banyak dilakukan oleh manusia, pendakian yang sangat melelahkan, pendakian paling ekstrim di Indonesia dan pendakian yang membutuhkan waktu lama.

Sumber gambar: http://armayawisata.blogspot.co.id
Share:

Biaya Pendakian Gunung Cartenz (Jayawijaya)

Gunung Cartenz Pyramid, berdiri megah di Indonesia bagian timur, melintang di sepanjang tanah Papua, puncaknya setinggi 4.884 mdpl, berselimut salju. Sangat istimewa karena ia merupakan gunung tertinggi di Indonesia, merupakan impian bagi setiap pendaki di Indonesia, merupakan sebuah harapan bagi para petualang Indonesia.

Banyak sekali keistimewaan gunung Cartenz, di antaranya adalah ditemukannya fosil-fosil hewan laut dan salju di puncaknya (puncak Jaya), merupakan salah satu personil seven summit dunia atau salah satu jalur pendakian paling ekstrim di Indonesia.

Namun, saat hendak melakukan petualangan di atas gunung Cartenz, ada banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan, selain kesiapan fisik dan mental, biaya pun harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari sebelum tanggal pendakian. Sebab, pendakian di gunung Cartenz amatlah mahal, menguras kantong dan sebagian pendaki menyebutnya lebih mahal dari naik haji.


Estimasi Biaya Pendakian Gunung Cartenz (Jayawijaya)

Akhir-akhir ini, banyak kalangan yang dibuat kaget oleh angka rupiah yang harus dikeluarkan saat hendak mencapai puncak tertinggi di Indonesia ini. Bahkan, puncak Jayawijaya merupakan salah satu tempat paling mahal di dunia. Pertanyaannya, mengapa pendakian di gunung Cartenz memiliki harga yang fantastis?.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus mempertimbangkan berbagai faktor, di antaranya adalah.

  • Ongkos transportasi yang amat mahal
  • Masih sulitnya akses perjalanan menuju tanah Papua
  • Harga logistik yang melambung tinggi (di tanah Papua)
  • Rentannya keamanan, biaya akan menjadi sangat mahal apabila sedang terjadi konflik antar penduduk
  • Harga jasa porter yang sangat mahal, hal ini berbanding lurus dengan biaya hidup di kawasan Papua

Oleh karena beberapa faktor di atas, jadi memang sudah semestinya biaya pendakian di gunung Cartenz memiliki harga mahal, belum lagi mengurus surat perizinan, menyewa penginapan dan sewa perlengkapan. Soal total harga keseluruhan, berikut adalah informasi tentang estimasi biaya pendakian gunung Jayawijaya.


Biaya Pendakian Gunung Cartenz (Jayawijaya)

Transportasi

Sulitnya akses perjalanan, dapat mempengaruhi harga transportasi. Sebelum mencapai puncak tertinggi di Indonesia, berikut adalah serangkaian perjalanan yang harus ditempuh untuk bisa sampai di tanah Papua, kita mulai dari Jakarta.

Baru-baru ini, sang pemilik Adventur Cartenz, pak Maximus mengungkapkan biaya transportasi menuju gunung Cartenz. Menurutnya, ongkos menuju ke sana memiliki harga yang sangat tinggi. Misalnya saja kita memulai perjalanan dari ibu kota Jakarta, terbang ke Timika dengan ongkos paling murah Rp. 3 juta.

Sesampainya di Timika, perjalanan dilanjut kembali dengan menggunakan maskapai lokal menuju Sugapa, seharga Rp. 3 juta, kemudian dilanjut dengan menyewa ojek dengan ongkos Rp. 300 ribu. Selain itu, kamu juga harus menyewa pesawat perintis untuk membawa barang-barang bawaan, ongkosnya sekali jalan seharga Rp. 35 juta (untuk 10 orang). Jadi, hanya untuk transportasi saja, seseorang harus menyiapkan biaya Rp. 10 juta untuk sekali jalan.

Logistik

Berbeda dengan keadaan di ibu kota, biaya hidup di tanah Papua sangatlah mahal. Bayangkan saja, untuk membeli air mineral ukuran botol kecil, kita harus merogoh kocek sebesar Rp. 25 ribu. Bagaimana dengan biaya makan sehari-hari selama di sana?. Mungkin kita dapat menghabiskan Rp. 300 ribu per hari.

Porter

Harga poter di gunung Cartenz, bisa lebih mahal berkali lipat dari poter di gunung lainnya. Harganya sekitar Rp. 7-10 juta dalam sekali perjalanan. Mungkin harga tersebut kita anggap mahal, namun tidak bagi mereka, harga tersebut berbanding lurus dengan biaya hidup mereka sehari-hari.

Sewa Peralatan

Kita tahu bahwa jalur pendakian di gunung Cartenz sangatlah terjal, membutuhkan teknik dan peralatan pendakian khusus. Untuk itu kita harus juga mengeluarkan biaya sewa peralatan pendakian. Harga sewa ini sekitar Rp. 1 juta.

Total: Melakukan pendakian di gunung Cartenz, alangkah lebih baiknya bila kita mengikuti jasa travel adventure, rata-rata dari mereka mematok harga Rp. 40-70 juta.


Jalur Pendakian Gunung Cartenz atau Gunung Jayawijaya

Cartenz Pyramid basecamp (3.500 mdpl) - Danau Biru (3.900 mdpl) - Lembah Danau-Danau (4.200 mdpl) - Yellow Valley (4.300 mdpl) - Top Summit, Puncak Jaya (4.884 mdpl)

Berada di Cartenz Pyramid Basecamp, kamu dapat memilih 2 opsi, di antaranya dengan langsung memulai pendakian atau menyewa heli untuk langsung menuju Yellow Valley, tentunya dengan tambahan biaya yang amat mahal.

Terpinggirnya Masyarakat Pribumi dari Mahalnya Pendakian Gunung Cartenz

Sebuah pertanyaan muncul dalam kepala kita, apakah masyarakat setempat ikut menikmati kucuran uang yang dikeluarkan oleh para pendaki?.

Pak Maximus menjelaskan bahwa di sekitar kawasan gunung Cartenz terdapat 3 suku yang paling dekat, yaitu suku Amungme, Moni dan suku Dani. Sementara desa yang paling dekat adalah Desa Ugimba. Namun sangat disayangkan, sampai saat ini mereka belum dapat menikmati uang yang dikeluarkan oleh para pendaki, 'hanya jadi penonton'. Sebab, segala sesuatunya masih dikuasai oleh orang-orang yang datang dari luar tanah Papua.

Kendalanya adalah susahnya memberi pemahaman kepada mereka, tentang pariwisata, baik cara melayani para tamu atau menjaga kelestarian destinasi-destinasi di sana. Harus ada kemauan yang kuat dan regulasi jalur pendakian yang jelas dari pemerintah.

Oleh karenanya, Maximus berharap agar pemerintah mendukung masyarakat lokal untuk mengatur pariwisata di puncak Cartenz. Dengan membenahi insfratruktur dan fasilitas di sana. Sebab, uang sebanyak itu akan sangat disayangkan bila tidak mengalir ke masyarakat sekitar.

Demikian adalah informasi tentang biaya pendakian gunung Cartenz (Jayawijaya) yang bisa saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat untukmu yang sama-sama memimpikan untuk mencapai puncak tertinggi di Indonesia ini.
Share:

19 Fakta dan Misteri Gunung Leuser di Sumatera

Gunung Leuser memiliki ketinggian puncak yang mencapai 3.404 mdpl, menempatkannya di urutan ke-2 dalam barisan gunung tertinggi di Sumatera dan di urutan ke-12 dalam barisan gunung tertinggi di Indonesia. Letaknya berada di Provinsi Aceh, masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, salah satu taman nasional tertua di Indonesia.

Banyak sekali keunikan yang tersimpan di semenanjung kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, di antaranya adalah merupakan laboratorium alam (terdapat 380 spesies burung dan 205 spesies mamalia), menjadi penyuplai air untuk 4 juta orang di sekitarnya atau merupakan bagian dari Taman Nasional di Malaysia.

Sementara, gunung Leuser sendiri menjadi sorotan dunia setelah UNESCO menetapkannya sebagai Cagar Biosfer di tahun 1981 dan sebagai situs warisan dunia di tahun 2004. Oleh karenanya, pemerintah Indonesia sendiri selalu berusaha untuk menjaga kelestarian alam di gunung Leuser.


19 Fakta dan Misteri Gunung Leuser di Sumatera

Meski memiliki berbagai keunikan alam di dalamnya, sebagaimana gunung-gunung lain yang berada di Indonesia, nyatanya gunung Leuser pun tidak luput dari mitos, fakta unik dan misteri di dalamnya. Semua hal tersebut akan saya rangkai dalam catatan yang telah disiapkan di bawah ini.

1. Lokasi Gunung Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL)

Letak gunung Leuser berada di Provinsi Aceh, menjadi gunung tertinggi di provinsi tersebut. Sementara, TNGL berada di perbatasan antara Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh, meliputi Kabupaten Dairi, Langkat, Karo, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Aceh Tamiang dan Kabupaten Gayo Lues.

2. Kemegahan Taman Nasional Gunung Leuser

Luas TNGL adalah 1094.692 hektar, di dalamnya terdapat bentangan hutan hujan tropis yang mampu menentukan iklim di kawasan pulau Sumatera, kelestariannya dapat menentukan peradaban manusia, kehidupan hewan dan tumbuhan di sana. Dibutuhkan lebih dari 2 bulan untuk menjelajahi setiap sudutnya.

3. Kehadiran Harimau Leuser yang Sangat Ditakuti Para Pendaki

Gunung Leuser menjadi habitat, sekaligus tempat perlindungan bagi Harimau Sumatera yang memiliki status langka, keberadaannya seringkali membuat ciut nyali para pendaki. Salah satunya adalah yang terjadi pada tahun 2013, dimana salah satu rombongan pendakian didatangi oleh Harimau Sumatera, beruntung mereka semua bisa selamat setelah dievakuasi oleh pihak pengelola.


Kami dapat kabar melalui telepon yang terputus-putus dari pawang tadi pagi, harimau sudah menjauh. Penuturan Andi saat ditanya oleh tim BBC Indonesia

4. Menjadi Tempat Hidup Bagi 4 Hewan Besar nan Langka

Menurut penuturan Fauzan Adzima, mantan panglima GAM yang sudah pernah malang melintang di hutan yang berada di kaki gunung Leuser, ia pernah bertemu dengan 4 hewan besar yang sedang berkeliaran, di antaranya adalah Badak, Orang Utan, Gajah dan Harimau Sumatera.


Di wilayah ini hidup binatang diantaranya Harimau, Gajah, Orang Utan dan Badak


Jarak saya dengan mereka (Badak) hanya sekitar 30 meter saja. Waktu itu saya tak melakukan tindakan apa-apa hanya menghindar dan menjauh, begitu juga dengan kawanan Badak itu mereka juga menjauh


Kalau harimah dan gajah itu sering, bekas mereka juga banyak ditemui di kawasan itu. Tuturnya saat diwawancarai oleh media Lintas Gayo

5. Menjadi Tempat Berkembang Biak Bagi Lintah Merah Leuser

Bila di tempat lain kita sering melihat lintah berwarna coklat, maka saat berpetualang di gunung Leuser, kita akan menemukan spesies lintah yang berwarna merah, penduduk setempat sering menyebutnya dengan lintah gajah. Sebab, lintah-lintah ini memiliki ukuran jumbo, beberapa kali lipat lebih besar dari ukuran lintah biasa.

6. Keberadaan Kera Raksasa nan Misterius di Gunung Leuser

Laporan dari salah satu ekspedisi yang dilakukan oleh anggota Wanadri pada tahun 1994 menyatakan bahwa mereka pernah dikejutkan oleh segerombolan kera raksasa yang bergelantungan di pepohonan. Ciri-ciri mereka adalah tidak memiliki ekor, berbulu abu-abu dan memiliki sifat penakut terhadap manusia.

7. Ditemukannya Satwa Pulusan di Gunung Leuser

Konon, gunung Leuser menjadi habitat bagi hewan bernama Pulusan Gunung, memiliki nama ilmiah Mustela Lutreolina. Jenis hewan yang sangat langka, keberadaannya sangat sulit dideteksi karena memiliki pergerakan yang sangat cepat. Tubuhnya seperti musang, namun memiliki ukuran tubuh yang lebih panjang.

8. Makhluk Aneh yang Hidup di Kawasan Gunung Leuser

Banyak sekali laporan-laporan tentang keberadaan makhluk-makhluk aneh yang ditemukan di kawasan gunung Leuser, baik itu manusia-manusia dengan bentuk yang tidak normal atau hewan-hewan aneh yang memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya adalah hewan-hewan yang telah disebutkan di atas.

9. Tumbuhnya Tanaman Karnivora di Kawasan Gunung Leuser

Salah satu hal yang istimewa, sekaligus mengerikan, di hutan gunung Leuser adalah tumbuhnya tanaman pemakan daging, ia hidup dengan memakan segala serangga yang mendekatinya. Namun, apabila tanganmu tidak sengaja menyentuh tanaman karnivora ini, bisa jadi ia akan melukai tanganmu.

10. Keberadaan Orang Bunian di Kawasan Hutan Gunung Leuser

Para penduduk setempat percaya bahwa rimbunnya hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser merupakan perkampungan bagi orang bunian. Namun, banyak kalangan yang mengatakan bahwa orang-orang bunian tidak bisa dilihat dengan kasat mata, hanya orang-orang yang memiliki niatan baik, tulus dan bertuah saja yang dapat melihat keberadaan mereka.

11. Keberadaan Suku Manti di Pelosok Hutan Gunung Leuser

Seperti halnya orang Bunian, suku Manti pun dipercaya hidup di dalam lebatnya hutan Leuser, mereka sangat misterius, tidak banyak orang yang dapat melihat mereka. Namun, tanda-tanda apabila kamu berada di perkampungan suku Manti adalah terasa hangat, seolah kamu berada di sebuah pasar, sangat ramai.

Sebagian masyarakat Gayo percaya bahwa orang-orang dari suku Manti memiliki ciri khusus, yaitu memiliki tubuh yang kecil, kerdil dan berbulu halus, namun jarang.

12. Banyak Ditumbuhi Bunga Rafflesia

Salah satu keistimewaan hutan di gunung Leuser adalah banyak ditemukannya tumbuhan Rafflesia yang dikenal memiliki bau khas yang menyengat. Para ahli menuturkan bahwa kandungan abiotik dan biotik menjadi salah satu faktor pendukung tumbuhnya tanaman langka satu ini.

13. Berbagai Pohon Langka Tumbuh di Semenanjung Hutan Gunung Leuser

Keunikan lainnya adalah tumbuhnya 4 jenis pohon langka nan sangat besar di hutan gunung Leuser, mereka adalah pohon Bungur, Manil, Grupel dan pohon Medang Ara. Konon, 4 jenis pepohonan tersebut merupakan bahan dasar yang digunakan oleh Nabi Nuh AS saat membangun sebuah kapal besar untuk menyelamatkan umatnya dari bencana banjir dahsyat. Namun pernyataan ini perlu dikaji lebih mendalam, lagi.

14. Hutan Datar yang Menjadi Perkampungan Suku Manti

Berada di salah satu sudut hutan kaki gunung Leuser, hutan datar merupakan penyumbang emisi karbon terbesar, kawasan hutan datar dipercaya sebagai perkampungan bagi suku Manti, mereka mencari makanan dari sungai dan menjadikan goa-goa di sana sebagai rumah-rumah mereka.

15. Terdengar Suara Dzikir dari Pohon-Pohon di Hutan Gunung Leuser

Manurut cerita dari Fauzan Adzima, ia menuturkan bahwa dirinya pernah mendengar pohon-pohon yang melafalkan kalimat-kalimat dzikir.


Awalnya saya tidak menghiraukan suara-suara itu. Ada satu pasukan saya yang sering mendengarnya. Hingga akhirnya suatu saat saya diberitahu olehnya tentang suara tersebut, kami pun terdiam, dan saya mendengar pohon-pohon mengeluarkan suara mendengung seperti suara lebah, suaranya terkadang seperti lafadz zikir


Suara-suara itu terdengar kira-kira saat azan Magrib dan berhenti setelah rakaat pertama shalat Magrib, kejadian itu terus-menerus kami dengar, pohon-pohon berzikir mengangungkan asma Allah, subhanallah

16. Keberadaan Padang Seri Bulen

Menurut para tetua masyarakat Gayo, di salah satu sudut hutan Leuser terdapat kuburan masal bagi orang-orang bunian dan hewan-hewan yang hidup di sana, kuburan tersebut bernama Padang Seri Bulen. Pendapat ini didukung oleh fakta yang mengatakan bahwa jarang sekali ditemukannya bangkai hewan di sepanjang kawasan hutan Leuser. Kalau tidak segera dimakamkan di sana, terus bangkai tersebut dimana?.

17. Gunung Leuser Memiliki 3 Puncak

Sejatinya, gunung yang berada di Provinsi Aceh ini memiliki 3 puncak, yaitu puncak Tanpa Nama, puncak Loser dan puncak Leuser yang paling sering dijamahi oleh manusia, khususnya para pendaki gunung.

18. Merupakan Salah Satu Jalur Pendakian Paling Ekstrim di Indonesia

Saya sangat setuju bila pendakian di gunung Leuser merupakan kegiatan yang ekstrim, bukan karena jalur dan track-nya yang terjal atau sangat menanjak, namun karena hutannya yang belum sepenuhnya terjamah dan keberadaan hewan liar, termasuk Harimau Sumatera, di dalamnya.

Baca juga: 8 jalur pendakian paling ekstrim di Indonesia

19. Yanti, Sang Pendaki Cantik di Gunung Leuser

Ia adalah seorang pendaki perempuan yang inspiratif, bertempat tinggal di lereng gunung Leuser, sangat tangguh, berpuluh kali menapakan kaki di puncak gunung Leuser. Saat melihatnya bergelut dengan track, banyak laki-laki yang kepincut akan aura sebagai gadis cantik yang tangguh.

Demikian adalah informasi tentang 19 fakta dan misteri gunung Leuser yang bisa kami sampaikan. Semoga kita dapat membawa secuil pelajaran dari pembahasan yang telah kita bahas kali ini. Salam lestari.
Share:

Jalur Pendakian Gunung Guntur Via Cikahuripan


Gunung Guntur merupakan sebuah gunung berapi bertipe stratovolcano, letusan terakhirnya terjadi pada tahun 1847. Letaknya berada di Kabupaten garut, Provinsi Jawa Barat, berdekatan dengan gunung Putri, gunung Papandayan, gunung Cikuray, gunung Masigit dan gunung Parupuyan. Ketinggiannya sendiri mencapai 2.249 mdpl.

Saat mencapai puncaknya, kamu dapat melihat sebuah kawah besar nan dalam yang terbentuk oleh letusan-letusan yang terjadi di masa lampau. Begitu juga dengan medan di sekitar puncak gunung Guntur, seperti gunung-gunung berapi lainnya, didominasi oleh bebatuan dengan vegetasi cukup terbuka, hanya sedikit ditumbuhi oleh pohon Cantigi dan pohon pinus.


Jalur Pendakian Gunung Guntur Via Cikahuripan

Sementara, pendakian menuju puncak gunung Guntur bisa ditempuh melalui dua jalur, yaitu jalur Citiis yang sudah sangat populer dan jalur Cikahuripan yang baru dikenal oleh para pendaki sejak 2-3 tahun terakhir. Dalam tulisan ini, kamu akan mengetahui informasi tentang jalur pendakian gunung Guntur via Cikahuripan, langsung di bawah sini.

Rute Perjalanan

Bila datang dari arah Bandung, maka patokan awal kita adalah pom bensin Tarogong, sekitar 1,5 km sebelum bunderan Tarogong, dari sana kamu bisa naik ojek untuk sampai di basecamp pendakian jalur Kahuripan.

Sebaliknya, jika datang dari arah Ciamis, maka patokannya adalah bunderan Tarogong, sekitar 1,5 km dari sana, maka kita akan menemukan pom bensin Tarogong, dan dilanjut dengan naik ojek. Letak basecamp berada sekitar 2 jam dari SPBU Tarogong.

Atau, dari SPBU Tarogong, kamu dapat mengunjungi rumah pak Ipin terlebih dahulu yang merupakan sesepuh atau kuncen gunung Guntur. Beranjak dari rumah kang Ipin, kamu dapat menuju basecamp jalur Cikahuripan dengan nebeng mobil truk pengangkut pasir.

Awal Pendakian

Beranjak dari basecamp, kita akan melintasi jalan setapak dan pemandangan didominasi oleh ladang sayuran milik warga sekitar. Selang beberapa waktu, sekitar 2 jam, maka perjalanan akan mengantarkanmu pada sumber air bernama Cikahuripan.

Konon, sumber air Cikahuripan merupakan sumber air yang dianggap sakral oleh penduduk setempat, banyak dari mereka yang mengunjungi sumber air ini untuk melakukan ritual, membawa keinginan dan harapan, agar cepat terlaksana. Namun, kita dapat memanfaatkan sumber air tersebut untuk mengisi kembali persediaan air minum.

Setelah melewati sumber air, perjalanan berlanjut dengan medan tanah setapak, track lebih menanjak namun masih terasa landai, hingga akhirnya, kamu akan sampai di sebuah bukit dengan pemandangan yang sangat terbuka, memperlihatkan bentangan kota Garut yang luas nan indah, terlebih bila menyaksikannya di malam hari, kamu akan melihat lautan yang dihiasi oleh pernak-pernik lampu kota.

Menuju Puncak

Setelah selesai menikmati pemandangan di atas bukit, maka perjalanan menuju puncak gunung Guntur akan melewati pos 1, pos 2 dan pos 3, masing-masing perjalanan dari pos satu menuju pos lainnya, rata-rata membutuhkan waktu 1,5 jam, sebelum akhirnya kita sampai di pos 3 yang merupakan tempat ideal untuk mendirikan tenda. Sebab, jaraknya sangat dekat dengan puncak, hanya berjarak 10 menit perjalanan. Letak pos 3 sendiri berada di antara puncak 3 dan puncak 4.

Puncak Gunung Guntur

Gunung Guntur memiliki 4 puncak, kelebihan menggunakan jalur Cikahuripan adalah kita bisa langsung tembus ke puncak 4. Sedangkan apabila menggunakan jalur Citiis, maka kita harus melewati puncak 1 dan 2 terlebih dahulu.

Baca juga: 6 fakta dan misteri gunung Guntur yang angker

Tips Pendakian Gunung Guntur Via Cikahuripan

  • Sumber air hanya ada satu, yaitu sumber air Cikahuripan
  • Tempat camp ideal adalah di pos 3, hindari untuk mendirikan tenda di puncak, karena areanya yang terbuka membuat angin bertiup cukup kencang

Demikian adalah informasi tentang jalur pendakian gunung Guntur via Cikahuripan yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan salam lestari.
Share:

4 Jalur Pendakian Gunung Arjuno (Lawang, Purwosari, Tretes dan Batu)

jalur pendakian gunung arjuno

Gunung Arjuno, terkadang juga ditulis dengan gunung Arjuna, merupakan salah satu gunung yang terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya berada di perbatasan antara Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Kota Batu, masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo (dibaca Suryo), bersebelahan dengan gunung Welirang, gunung Kembar l dan gunung Kembar ll.

Gunung Arjuno memiliki ketinggian puncak yang mencapai 3.339 mdpl, menempati urutan ke-2 dalam barisan gunung tertinggi di Jawa Timur, setelah gunung Semeru yang menempati urutan pertama, dan menempati urutan ke-3 dalam barisan gunung tertinggi di pulau Jawa, setelah gunung Slamet di Jawa Tengah.

Nama gunung Arjuno sendiri diambil dari salah satu 5 pandawa putra raja Pandu, dalam kisah pewayangan Mahabrata, yaitu Arjuna. Bila kamu ingin mengetahui kisah lengkap tentang sejarah penamaan gunung Arjuno, tidak ada salahnya apabila membaca tulisan sebelumnya yang berjudul sejarah gunung Arjuno menurut kisah legenda.


4 Jalur Pendakian Gunung Arjuno (Lawang, Purwosari, Tretes dan Batu)

Sedangkan, puncak gunung Arjuno bisa dicapai dengan melewati 4 jalur pendakian, di antaranya adalah jalur Tretes, jalur Lawang, jalur Purwosari dan Jalur Batu. Kamu dapat mengetahui kondisi dan informasi tentang 4 jalur tersebut dengan membaca tulisan yang telah saya siapkan di bawah ini.


1. Jalur Pendakian Gunung Arjuno Via Tretes

Selain menyajikan pemandangan alam yang indah, berupa hamparan hijau yang dikelilingi pegunungan, jalur Tretes juga banyak dipilih oleh para pendaki karena memiliki track yang tidak terlalu menanjak dan kamu dapat mendaki gunung Welirang sekaligus. Sebab, kamu dapat menemukan persimpangan menuju puncak gunung Welirang di tengah perjalanan.

Rute Perjalanan

Bila kamu datang dari arah Surabaya dan Malang, maka tujuan utamamu adalah Terminal Pandaan atau Pasar Buah, kemudian perjalanan dilanjut dengan naik ojek atau naik angkot menuju Desa Tretes. Sebagai patokan, lokasi basecamp berada di sebrang hotel Tanjung, kamu bisa memberitahukannya kepada supir angkot atau ojek.

Estimasi Waktu

Basecamp - Pet Bocor: 20-30 menit
Pet Bocor - Kop Kopan: 2-3 jam
Kop Kopan - Pondokan: 2-3 jam
Pondokan - Lembah Kijang: 20-40 menit
Lembah Kijang - Savana 2: 15-30 menit
Savana2 - Puncak: 2-3 jam

Tips Pendakian Gunung Welirang Via Tretes

  • Untuk melengkapi kebutuhan logistik, kamu dapat menemukan warung di basecamp, Pet Bocor (buka sepanjang hari) dan Kop Kopan (buka setiap hari libur)
  • Sumber air untuk memenuhi kebutuhan perbekalan minum, kamu dapat menemukannya di pos Kop Kopan dan terakhir di Savana 2. Sedangkan aliran sungai yang berada di pos Pondokan seringkali terlihat kotor dan keruh
  • Usahakan untuk tidak mendirikan tenda di Pasar Setan karena areanya sangat terbuka memungkinkan angin bertiup dengan kencang
  • Tandailah jalur yang telah dilewati dengan pita yang ditalikan pada pohon untuk memperkecil resiko tersesat
  • Bila cuaca sangat buruk, turunlah segera, jangan bersikap egois

Informasi lebih detail: pendakian gunung Arjuno via Tretes


2. Jalur Pendakian Gunung Arjuno Via Batu

Jalur Batu adalah jalur pendakian gunung Arjuno dari arah barat, garis awalnya berada di Kota Batu, sebuah kota yang menyandang julukan sebagai Swiss-nya pulau Jawa. Sebab, di sana kamu dapat menemukan berbagai wisata alam yang menawarkan pemandangan indah dan mempesona. Sama halnya dengan jalur Tretes, jalur Batu pun menawarkan perjalanan yang menyenangkan dan mengesankan.

Rute Perjalanan

Dari kota manapun kamu, tujuan awal kita adalah terminal Kediri atau Malang, kemudian dilanjutkan dengan naik bus menuju kota Batu. Setelahnya, perjalanan disambung dengan menaiki minibus menuju Desa Sumber Brantas, kemudian kamu bisa naik angkot menuju pos KSDA, namun kita dapat meminta pak supir agar menurunkan kita di ujung desa yang merupakan garis start pendakian.

Pendakian

Pendakian diawali dengan melewati jalur setapak dan ditemani oleh pemandangan indah berupa ladang sayuran yang melintang luas, kemudian kamu akan memasuki hutan rimbun. Setelah berjalan sekitar 6 jam, kamu akan sampai di sebuah persimpangan, jalan sebelah kiri untuk sampai di puncak gunung Welirang (2 jam) dan jalur sebelah kanan untuk sampai di puncak gunung Arjuno (4 jam), setelah melewati puncak gunung Kembar l.

Jadi, total waktu yang kamu butuhkan untuk sampai di puncak gunung Arjuno dengan jalur Batu adalah 10 jam.

Tips Pendakian Gunung Arjuno Via Batu

  • Usahakan untuk tidak melakukan pendakian di musim hujan
  • Rombongan ideal adalah 4-6 orang
  • Pakailah jaket dan sepatu gunung, jangan sepelekan keselamatan diri
  • Pendakian di gunung Arjuno bisa dimulai pada malam atau pagi hari
  • Jangan ragu untuk turun bila kondisi cuaca tidak memungkinkan

3. Jalur Pendakian Gunung Arjuno Via Lawang

Jalur Lawang dikenal sebagai salah satu jalur pendakian gunung Arjuno yang memiliki medan yang sulit dilewati, awal pendakian dilakukan di Kabupaten Malang, itu artinya kita mendaki puncak gunung Arjuno dari arah sebelah selatan.

Rute Perjalanan

Bila naik kereta, maka tujuan awalmu adalah Statsiun Lawang di Kabupaten Malang, kemudian kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum menuju Pasar Lawang, dari sana naiklah ojek untuk sampai di pangkalan ojek Song-Song, sementara basecamp berada 2km dari pangkalan ojek tersebut.

Sementara bila menggunakan jasa bus, maka dari arah Surabaya, kamu dapat turun langsung di Pasar Lawang, selanjutnya bisa mengikuti rute perjalanan seperti naik kereta yang telah dijelaskan di atas.

Estimasi Waktu Pendakian

Basecamp - Pos 1: 60 menit
Pos 1 - Pos 2: 2 jam
Pos 2 - Pos 3: 3 jam
Pos 3 - Pos 4: 3 jam
Pos 4 - Plawangan: 90 menit
Plawangan - Puncak: 60 menit

Tips Pendakian Gunung Arjuno Via Lawang

  • Lengkapilah perbekalan minum dengan sebaik mungkin, karena di sepanjang perjalanan, kamu tidak akan menemukan sumber air
  • Bila beruntung, perjalanan dari basecamp menuju pos 1, kamu dapat ikut mobil truk pengangkut teh yang lewat
  • Untuk pendakian pertama lewat jalur Lawang, sebaiknya tidak memulai pendakian di malam hari
  • Untuk menghormati kesakralan dan mitos yang meredar di kalangan masyarakat, sebaiknya tidak melanggar aturan yang telah disepakati oleh mereka, di antaranya adalah tidak menggunakan baju merah saat mendaki, perempuan haid tidak boleh naik gunung Arjuno atau lakukanlah pendakian dengan rombongan berjumlah genap

4. Jalur Pendakian Gunung Arjuno Via Purwosari

Menurut cermat saya, jalur Purwosari merupakan jalur yang paling sepi di antara jalur lainnya, sangat disarankan untukmu yang tidak suka momen ngantri saat melakukan pendakian. Pendakiannya sendiri dimulai dari Desa Tambak Watu, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Rute Perjalanan

Bila datang dari arah Malang, tujuan awal kita adalah Terminal Arjosari, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan naik angkutan umum menuju Pasar Purwosari. Setelahnya, kita bisa naik ojek ke pos perizinan di Desa Tambak Watu.

Sedangkan bila datang dari arah Surabaya, kita dapat naik bus jurusan Malang dan turun di kantor penggadaian, kemudian naik ojek menuju basecamp, lama perjalanan sekitar 30 menit dari kantor penggadaian.

Estimasi Waktu

Basecamp - Pos 1: 60 menit
Pos 1 - Pos 2: 60 menit
Pos 2 - Pos 3: 10 menit
Pos 3 - Pos 4: 90 menit
Pos 4 - Pos 5: 40 menit
Pos 5 - Pos 6: 20 menit
Pos 6 - Pos 7: 100 menit
Pos 7 - Plawangan: 3,5 jam
Plawangan - puncak: 60 menit

Tips Pendakian Gunung Arjuno Via Purwosari

  • Bila melakukan pendakian di musim hujan, kamu dapat menemukan sumber air di sepanjang jalur. Sedangkan di musim kemarau, sumber air hanya bisa ditemui di pos 2 dan Mangkutoromo
  • Kamu dapat menemukan warung di pos 2, tempat yang enak untuk beristirahat dan berteduh
  • Jangan pernah merusak situs-situs sakral atau tempat pemujaan, apapun alasannya
  • Lokasi yang paling ideal untuk mendirikan tenda dan beristirahat adalah di Mangkutoromo. Sebab, di sana kita dapat menemukan sumber air dan shelter
  • Bila merasa Mangkutoromo sangat jauh dari puncak, kamu juga dapat mendirikan tenda di Jawadwipa, agar waktu summit memburu sunrise tidak terlalu lama

Demikian adalah informasi tentang 4 jalur pendakian gunung Arjuno yang bisa kami sampaikan. Bila kamu ingin mengetahui sisi lain dari gunung Arjuno, kamu dapat membacanya dalam tulisan sebelumnya yang berjudul 7 misteri gunung Arjuno.

Bila kamu merasa bahwa tulisan ini sangat bermanfaat untuk pendaki lainnya, sebaiknya bantu saya dengan membagikan tulisan ini di sosial media kesayanganmu. Caranya dengan menekan tombol sosial media yang tersedia di bawah tulisan ini.
Share:

Sejarah Gunung Arjuno Menurut Kisah Legenda

sejarah gunung arjuno

Sejarah gunung Arjuno. -Gunung Arjuno merupakan salah satu gunung favorit di kalangan para pendaki yang terletak di pulau Jawa, tepatnya berada di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, bersebelahan dengan gunung Welirang. Ketinggian puncak gunung Arjuno mencapai 3.339 mdpl, menempati urutan ke-2 dalam jajaran gunung-gunung tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

Selain keindahan alamnya yang memukau, saat menjamahinya, kamu juga dapat menemukan beberapa petilasan yang membuat suasana di kawasan gunung Arjuno terasa sedikit mistis. Petilasan-petilasan tersebut di antaranya adalah petilasan Eyang Semar.

Selain itu, kawasan gunung Arjuno memiliki beberapa tempat yang dianggap angker, seperti hutan Lali Jiwo yang kerap dipercaya mampu menyesatkan para pendaki yang memiliki niatan buruk, atau Pasar Dieng (Pasar Setan) yang dipercaya sebagai pusat perbelanjaan bangsa jin. Buat kamu yang ingin mengetahui segala keangkeran yang tersimpan di balik keindahan gunung Arjuno, kamu bisa membaca tulisan sebelumnya yang berjudul 7 misteri gunung Arjuno.

Sementara, dalam tulisan ini kamu akan mengetahui tentang sejarah gunung Arjuno dalam kisah legenda yang berkembang di kalangan masyarakat sekitar. Berikut di bawah ini telah saya siapkan hanya untuk kamu.


Sejarah Gunung Arjuno Menurut Kisah Legenda

Pada sebuah masa di kawasan Jawa Timur, berdiri sebuah kerajaan Hastinapura yang dipimpin oleh seorang raja bernama paduka Pandu. Sang raja memiliki 2 permaisuri, yaitu istri tua bernama ratu Kunti dan istri muda bernama ratu Madri. Serta dikaruniai 5 putra yang dikenal dengan sebutan Pandawa 5, mereka adalah Arjuna, Bima dan Yudistira yang terlahir dari istri tua, serta si kembar, Nakula dan Sadewa, dari istri muda.

Arjuna Adalah Putra Pandu yang Paling Sakti

Di antara ke-5 putra Pandu, Arjuna merupakan orang yang paling sakti, ia merupakan titisan Dewa Indra, dewa perang yang memiliki kesaktian mandraguna. Arjuna mendapatkan kesaktian tersebut dari pertapaan yang sering ia lakukan. Namun, meski memiliki tingkat kesaktian yang sangat tinggi, Arjuna tidak pernah puas, ia berencana untuk melakukan pertapaan, lagi.

Akhirnya ia pergi dari istana menuju ke arah Barat, di tengah perjalanan ia menemukan sebuah gunung dengan udara yang sangat sejuk dan pemandangan alam yang sangat indah, dikelilingi oleh pegunungan. Saat itu pula ia memutuskan untuk melakukan pertapaan di sana, ia yakin bahwa gunung tersebut dapat memberikannya kekuatan alam yang amat luar biasa.

Setelah menemukan sebuah batu besar, kemudian ia duduk bersila di atasnya, memejamkan mata, memfokuskan pikiran dan terhanyut dalam kegiatan spiritual tersebut, sangat khusyuk. Bahkan, bidadari yang diutus oleh kahyangan para dewa tidak mampu mengganggu Arjuna dari pertapaannya.

Pertapaan Arjuna yang Membuat Gaduh Kahyangan Para Dewa

Waktu berlalu sangat cepat, bulan demi bulan berlalu, Arjuna masih bersila sambil memejamkan matanya, khusyuk dalam pertapaannya. Hingga pada suatu hari, kekuatan dahsyat masuk ke dalam diri sang petapa muda itu.

Kala itu, sekitika tubuhnya mengeluarkan kilauan cahaya yang amat terang, setiap makhluk yang berani mendekatinya akan langsung mati. Namun ia tetap melakukan pertapaannya, seolah masih haus akan kesaktian dan tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya.

Celakanya, kesaktian arjuna terus menerus bertambah, semakin dahsyat, mengakibatkan guncangan hebat di kawasan tersebut, petir menggelegar di siang bolong, kawah Condrodimuko mengeluarkan lahar panas, hujan turun sangat besar menimbulkan bencana banjir di mana-mana, gunung yang ia tempati terangkat ke atas, menyundul-nyundul langit.

Tentu saja kejadian ini membuat suasana di kahyangan para dewa (Suralaya) seketika berubah menjadi gaduh, para dewa merasa khawatir bahwa kehidupan di alam manusia akan segera hancur. Sebagai tindakan cepat, akhirnya mereka mengadakan rapat yang dipimpin oleh Batara Guru. Meski mengetahuinya, sebagai pembukaan, Batara Guru menanyakan situasi.


Ada apa gerangan yang terjadi di Marcapada , kakang Narada. Hingga Kahyangan menjadi geger?

Sebagian Dewa Turun Ke Bumi untuk Membujuk Arjuna Agar Berhenti dari Pertapaannya

Sidang itu selesai, sebagai hasilnya Batara Narada diutus turun ke bumi untuk mengehentikan arjuna dari pertapaannya. Ia segera mengitari angkasa untuk menemukan keberadaan sang petapa sakti. Di tengah keadaan yang carut-marut, akhirnya ia menemukan sebuah gunung yang mengapung, beserta Arjuna yang sedang khusyuk di dalam semedinya. Segera ia menghampiri dan bersabda pada Arjuna.

Wahai cucuku Arjuna, bangunlah dari pertapaanmu, semua orang bahkan para Dewa akan menjadi celaka bila kau tak mau menghentikannya

Namun keangkuhan Arjuna membuatnya tidak mendengarkan ucapan Batara Narada, ia justru lebih tekun dalam pertapaannya. Arjuna berfikir bahwa sikapnya itu pasti akan membuat sang dewa kebingungan dan akan menawarkan kesaktian kepadanya agar ia mau berhenti dari pertapaan.

Merasa gagal menjalankan misi, akhirnya Batara Narada kembali ke kahyangan dan melaporkannya pada Batara Guru. Sidang susulan dilakukan, mencari cara lain untuk mengehentikan Arjuna dari pertapaannya. Dalam keadaan genting, akhirnya sidang memutuskan untuk mengutus Batara Ismaya.

Ditemani oleh Togog, kemudian Batara Ismaya turun ke bumi dengan menjelma sebagai Semar. Mereka berdua menjalankan strategi dengan bersemedi di atas ke dua sisi gunung yang ditempati Arjuna. Dengan kesaktian, keduanya berubah menjadi sangat besar, hingga ketinggian mereka melampaui gunung yang masih mengapung tersebut.

Baca juga: pendakian gunung Arjuno via Tretes

Terbentuknya Gunung Arjuno

Kemudian mereka mengeruk tanah bagian bawah gunung dan memotong gunung tersebut menjadi dua bagian, segera dilemparkannya gunung bagian atas, mengakibatkan Arjuna terbangun dari semedinya. Melihat bumi yang carut-marut akhirnya ia tersadar bahwa apa yang telah dilakukannya merupakan sebuah kesalahan. Kala itu Semar memberi nasihat kepada Arjuna.

Wahai anakku, pertapaan yang kau lakukan membuat keadaan bumi dan kahyangan para dewa menjadi genting, engkau terlalu berambisi dengan kesaktian, berhentilah, gunakanlah kesaktianmu sekarang untuk kebaikan, agar kau tidak menyesal di kemudian hari

Pada akhirnya, gunung tempat Arjuna melakukan tapa dinamai dengan sebutan gunung Arjuno dan potongan lainnya diberi nama gunung Wukir.
Share:

Search This Blog

Powered by Blogger.

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script>      (adsbygoo...

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.