• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

8 Fakta Pendakian Gunung Raung Via Glenmore

jalur pendakian gunung raung via glenmore

Gunung Raung, memiliki ketinggian 3.332 mdpl, menempati urutan ke-2 dalam sebarisan gunung tertinggi di Jawa Timur, di urutan ke-4 dalam jajaran gunung tertinggi di pulau Jawa dan di urutan ke-14 dalam jajaran gunung-gunung tertinggi di Indonesia. Ia memiliki 5 puncak, yaitu puncak Bendera, puncak 17, puncak Tusuk Gigi dan puncak Sejati (paling tinggi), serta sebuah puncak bayangan, bernama puncak Kaldera, di sebelah barat.

Pada umumnya, gunung Raung memiliki 3 jalur pendakian, yaitu jalur Sumber Wringin, jalur Kalibaru dan jalur Glenmore, ke-3 jalur tersebut bisa dikatakan neraka dan memiliki penyiksaan di dalamnya. Sementara, puncak Sejati hanya bisa dicapai melalui jalur Kalibaru dan jalur Glenmore, sedangkan jalur Sumber Wringin hanya mengantarkan kita pada puncak bayangan.


8 Fakta Pendakian Gunung Raung Via Glenmore

Khusus dalam tulisan kali ini, kita akan mengetahui beberapa fakta tentang jalur pendakian gunung Raung via Glenmore. Uraian lengkapnya sudah saya siapkan di bawah ini. Silakan disimak secara seksama.

1. Tidak Populer di Kalangan Para Pendaki

Sejauh ini, jalur Glenmore tidak terlalu populer di kalangan para pendaki, mungkin hal ini disebabkan oleh minimnya informasi atau kepopulerannya kalah telak oleh jalur Kalibaru yang akhir-akhir ini sangat digembar-gemborkan oleh para penyedia jasa open trip.

2. Jalur Paling Neraka di Antara Jalur Lainnya

Jalur Glenmore merupakan jalur paling sadis di antara jalur lainnya, banyak sekali tim mapala yang mencoba untuk melewatinya dan kebanyakan dari mereka gagal. Masalah paling umum yang sering dialami oleh mereka adalah rusaknya peralatan pendakian, kehabisan perbekalan dan tersesat di tengah hutan.

3. Tidak Memiliki Sumber Air di Sepanjang Jalur

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, salah satu masalah terbesar di jalur ini adalah kehabisan perbekalan air minum, sementara kamu tidak dapat menemukan sumber air minum di sepanjang jalur Glenmore. Oleh karenanya, setiap orang yang berniat menggunakan jalur ini, setidaknya harus membawa bekal air sebanyak 30 liter.

4. Jarak Tempuh yang Paling Lama di Antara Jalur Lainnya

Untuk sampai di puncak Sejati, bila kamu melakukan pendakian lewat jalur Glenmore, maka waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 10-14 hari. Hal ini bukan hanya karena jaraknya yang jauh, namun juga karena rintangan yang sulit membuat perjalanan terasa lambat.

5. Beberapa Rintangan di Jalur Glenmore

Berbagai rintangan yang menunggu para pendaki di jalur Glenmore di antaranya adalah, jalur yang diapit semak belukar berduri, tebing yang sangat terjal, jurang curam dan kondisi alam yang ekstrim, cuaca di sini sangat tak menentu, bahkan hampir sepanjang tahun turun hujan.

6. Sering Terjadi Kecelakaan

Menurut mas Rasyid, pemiliki rumah yang dijadikan basecamp pendakian, pada setiap tahunnya selalu ada kecelakaan di jalur Glenmore. Masalah paling umum adalah kesleo dan demam, namun ada juga yang terkena parang saat menebas semak belukar yang berduri.

7. Rombongan yang Pertama Kali Menembus Jalur Glenmore Adalah Mapala UI

Pada tahun 2003, untuk pertama kalinya, rombongan pendakian yang melewati jalur Glenmore berhasil sampai di puncak Sejati, mereka adalah rombongan mapala UI. Kemudian masih di tahun yang sama, disusul oleh mapala UGM, mereka pun berhasil mencapai puncak Sejati.

8. Sangat Tidak Disarankan Untuk Pendaki Pemula

Bila kamu seorang pendaki pemula, maka sangat tidak dianjurkan untuk coba-coba bergelut dengan kesadisan jalur Glenmore, nyawa bisa menjadi taruhannya, toh para senior pun tidak semuanya bisa tembus sampai puncak Sejati.

Demikian adalah 8 fakta tentang jalur pendakian gunung Raung via Glenmore, yang bisa saya sampaikan. Bila kamu merasa bahwa tulisan ini sangat bermanfaat untuk pendaki lainnya, sebaiknya bantu saya dengan membagikan tulisan ini di media sosial kesayanganmu. Caranya dengan menekan tombol sosial media yang tersedia di bawah tulisan ini.
Share:

Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru (Review Kondisi Jalur)

jalur pendakian gunung raung via kalibaru

Ketinggian puncaknya yang mencapai 3.344 mdpl, gunung Raung menempati urutan ke-2 dalam jajaran gunung tertinggi di Jawa Timur dan urutan ke-4 dalam jajaran gunung tertinggi di pulau Jawa. Letaknya sendiri berada di perbatasan antara tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember, masuk dalam rangkaian pegunungan Ijen.


Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru (Review Kondisi Jalur)

Sejatinya, gunung Raung memiliki 4 jalur pendakian, yaitu jalur Glenmore, jalur Jambewangi, jalur Sumber Wringin dan jalur Kalibaru. Khusus dalam tulisan ini, kamu akan mengetahui tentang jalur pendakian gunung Raung via Kalibaru.

Rute Perjalanan Menuju Basecamp Kalibaru

Transportasi menuju basecamp Kalibaru tidaklah terlalu sulit, bila kamu menggunakan jasa kereta api, maka tujuan utamamu adalah Statsiun Kalibaru, di Kabupaten Banyuwangi, kemudian di sambung dengan naik ojeg menuju basecamp Pak Suta, biasanya tukang ojeg di sana langsung tahu saat melihat carrier besar yang kita panggul.

Basecamp Kalibaru dan Perihal Perizinan

Basecamp pendakian Kalibaru berada di rumah seorang penduduk bernama Pak Suta, ia telah meninggal pada tahun 2014 dan kepengurusan basecamp dilanjutkan oleh anak-anaknya. Menurutku, rumah Pak Suta sangat nyaman, dilengkapi dengan berbagai fasilitas, tempat beristirahat, lahan parkir dan sebuah warung yang menjajalkan persediaan logistik.

Sementara, di sini kamu harus mengurus surat perizinan. Sedikit rumit, karena kamu harus mengisi form perizinan dan melampirkan beberapa berkas, seperti surat kesehatan, surat izin perhutani, kecamatan, kepolisian dan KTP resmi.


Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru

Meski merupakan salah satu jalur pendakian paling ekstrim di Indonesia, namun jalur Kalibaru merupakan jalur paling favorit di antara jalur lainnya di gunung Raung. Hal ini disebabkan, karena dengan menggunakan jalur ini, kita bisa langsung bertemu dengan puncak Sejati, puncak gunung Raung yang paling tinggi.

Basecamp - Pos 1 (1 jam naik ojeg)

Beranjak dari basecamp, untuk menghemat waktu dan tenaga, perjalanan menuju pos 1 bisa kamu lewati dengan naik ojeg dengan ongkos Rp. 30.000. Pos 1 sendiri berada pada ketinggian 980 mdpl, di sini kamu dapat menemukan sumber air terakhir. Jadi manfaatkan itu sebaik mungkin.

Pos 1 - Pos 2 (3 jam)

Selepas pos 1, perjalanan dilanjut menuju pos 2, track masih terasa landai, pemandangan berupa kebun kopi dan disambung oleh hutan yang cukup rimbun, sedangkan medan didominasi oleh tanah padat. Setelah berjalan sekitar 3-4 jam, kamu akan sampai di pos 2.

Pos 2 sendiri merupakan sebuah tempat bernama Pos Semar, berada pada ketinggian 1.431 mdpl. Di sini, kamu dapat mendirikan tenda dan beristirahat. Sebab, tempat ini memiliki area datar yang cukup luas.

Pos 2 - Camp 3 (60 menit)

Perjalanan menuju camp 3, kemiringan track meningkat cukup tajam, melipir melintasi punggungan bukit, pemandangan di sebelah kanan berupa hutan yang sedikit terbuka, dan sebelah kiri berupa jurang, oleh karenanya berhati-hatilah saat memilih pijakan.

Setelah berjalan sekitar 1 jam, kamu akan sampai di camp 3, sebuah tempat yang berada pada ketinggian 1.656 mdpl, area tanah datar yang tidak terlalu luas, mungkin hanya mampu menampung 3 tenda.

Camp 3 - Camp 4 (2 jam)

Setelah melewati camp 3, track akan terasa landai, bahkan di beberapa titik, kamu dapat menemukan turunan, kemudian melipir kembali ke punggungan gunung dan track kembali menanjak. Sedangkan, pemandangan tidak banyak berubah, masih berupa hutan di sebelah kanan dan jurang di sebelah kiri. Setelah berjalan sekitar 2 jam, maka kamu akan sampai di camp 4, yang berada pada ketinggian 1.855 mdpl.

Camp 4 - Camp 5 (45 menit)

Jarak antara camp 4 dan camp 5 tidaklah jauh, namun kemiringan track yang semakin menanjak membuat perjalanan terasa lambat. Sementara, hutan semakin rimbun dan jalur sempit diapit oleh semak belukar yang berduri, membuat kita harus berhati-hati dan tidak usah terburu-buru. Setelah berjalan sekitar 45 menit, maka kamu akan sampai di camp 5, yang berada pada ketinggian 2.115 mdpl.

Camp 5 - Camp 6 (30 menit)

Selepas camp 6, perjalanan semakin berat, track semakin sadis, kamu akan melewati tiga pundakan yang cukup terjal, terlebih jurang mengapit jalur di sebelah kanan dan kiri, membuat kita harus lebih berhati-hati. Setelah berjalan sekitar 30 menit, maka kamu akan sampai di camp 6, yang merupakan pos 3, bernama Pos Petruk, berada pada ketinggian 2.285 mdpl.

Camp 6 - Camp 7 (45 menit)

Beranjak dari camp 6, penyiksaan masih terus berlanjut, kadar kesadisan track masih terus meningkat, tanjakan semakin terjal. Sementara, pemandangan di sini lebih terbuka, membuat angin berhembus terasa sangat kencang. Setelah berjalan sekitar 45 menit, maka kamu akan sampai di camp 7, yang berada pada ketinggian 2.541 mdpl.

Camp 7 - Camp 8 (2 jam)

Perjalanan menuju camp 8, kamu akan melintasi track menanjak, melewati gunung Wates, melipir di punggungan gunung. Setelah berjalan sekitar 2 jam, maka kamu akan sampai di camp 8, sebuah area tanah datar yang sempit, mungkin hanya mampu menampung 2 tenda saja. Camp 8 sendiri berada pada ketinggian 2.876 mdpl.

Camp 8 - Camp 9 (60 menit)

Kondisi jalur pendakian tidak banyak berubah, kamu akan melewati beberapa tanjakan dan belokan, sementara pemandangan masih berupa hutan yang rapat. setelah berjalan sekitar 1 jam, maka kamu akan sampai di camp 9, yang merupakan pos 4, bernama Pos Bagong, berada pada ketinggian 3.023 mdpl, merupakan batas vegetasi.

Camp 9 - Puncak Bendera (15 menit)

Selepas camp 9, perjalanan menuju puncak Bendera hanya membutuhkan waktu 15 menit, vegetasi sangat terbuka, terkadang angin bertiup sangat kencang, sementara medan didominasi oleh bebatuan dan kerikil. Puncak Bendera sendiri berada pada ketinggian 3.154 mdpl, merupakan tempat peristirahatan terakhir sebelum menerjangi jalur yang amat ekstrim.

Puncak Bendera - Puncak 17

Puncak Bendera merupakan gerbang masuk menuju jalur pendakian paling ekstrim di Indonesia. Persiapkan beberapa alat-alat climbing, di antaranya adalah webbing, carabiner, harnest, jumar, ascender, tali carmantel (40 meter) dan figur of eight (pastikan dalam keadaan baik).

Selepas puncak Bendera, kamu akan melintasi jalur ekstrim berupa punggungan gunung, berjalan di bibir jurang, medan didominasi oleh pasir yang membuat jalur terasa licin. Membutuhkan kecermatan dan konsentrasi agar dapat melewatinya. Perjalanan ini akan membawamu pada titik rawan 1 dan titik rawan 2, yang terkenal dengan ke-ekstrimannya.

Puncak 17 - Puncak Tusuk Gigi

Setelah melewati puncak 17, jalan akan menurun curam, kamu harus melewati sebuah turunan sempit yang diapit oleh jurang di sebelah kanan dan kiri, kemudian melewati sebuah tebing yang bisa kamu lalui dengan teknik pendakian rappeling. Tetap jaga konsentrasi dan fokus.

Puncak Tusuk Gigi - Puncak Sejati

Jarak dari puncak Tusuk Gigi menuju Puncak sejati adalah sekitar 100 menit, vegetasi sangat terbuka, kadang angin bertiup sangat kencang dan medan masih didominasi oleh bebatuan dan kerikil.


Puncak Gunung Raung

Ketinggian puncak Sejati mencapai 3.344 mdpl, menempatkannya di urutan ke-14 dalam jajaran 50 puncak tertinggi di Indonesia. Di sini kamu akan melihat sebuah kawah yang memiliki kedalaman sekitar 500 meter dan sangat rajin mengepulkan asap. Sangat megah dan menkjubkan.

Baca juga: sejarah gunung Raung dan misteri gunung Raung

Tips Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru

  • Sebelum melakukan pendakian, lakukan pengecekan status gunung Raung, karena ia termasuk gunung berapi paling aktif di Indonesia
  • Para pemula tidak disarankan untuk melakukan pendakian di jalur Kalibaru
  • Persiapkan perbekalan logistik dengan sebaik mungkin, minimal sebanyak keperluan untuk 4 hari
  • Persiapkan perbekalan air minum, minimal 6 liter per orang, pisahkan untuk naik dan turun gunung
  • Mengenakan pakaian lapang, lengan dan celana panjang
  • Pastikan fisikmu berada pada kondisi prima
  • First safety
  • Dalam rombongan, harus ada seseorang yang memiliki kemampuan teknik descending rappeling, ascending, moving together, belaying dan anchoring. Sebab, tekni-teknik itu harus dilakukan untuk bisa sampai di puncak Sejati
  • Kekompakan tim harus terjaga sepanjang perjalanan

Demikian adalah informasi tentang pendakian gunung Raung via Kalibaru yang bisa saya sampaikan. Bila kamu merasa bahwa tulisan ini sangat bermanfaat untuk pendaki lainnya, sebaiknya bantu saya dengan membagikan tulisan ini di media sosial kesayanganmu. Caranya dengan menekan tombol sosial media yang tersedia di bawah tulisan ini.
Share:

Pendakian Gunung Raung Via Sumber Wringin (Review Kondisi Jalur)

jalur pendakian gunung raung via sumberwringin

Ketinggian puncaknya yang mencapai 3.344 mdpl, gunung Raung menempati urutan ke-2 dalam jajaran gunung tertinggi di Jawa Timur dan urutan ke-4 dalam jajaran 7 gunung tertinggi di pulau Jawa. Letaknya sendiri berada di perbatas antara tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember, masuk dalam rangkaian pegunungan Ijen.


Pendakian Gunung Raung Via Sumber Wringin (Review Kondisi Jalur)

Sejatinya, gunung Raung memiliki 4 jalur pendakian, yaitu jalur Kalibaru, jalur Jambewangi, jalur Glenmore dan jalur Sumber Wringi. Khusus dalam tulisan ini, kamu akan mengetahui tentang jalur pendakian gunung Raung via Sumber Wringin.

Transportasi Menuju Basecamp Sumber Wringin

Naik kereta: dari manapun kamu, tujuan awal kita adalah statsiun Jember, kemudian dilanjut dengan taksi atau ojeg menuju terminal Arjasa, kemudian naik bis menuju terminal Bondowoso.

Dari terminal Bondowoso, kamu dapat menggunakan jasa angkutan umum menuju Wonosari dan kemudian turun di pertigaan Gardu Atta, kemudian disambung dengan angkutan umum menuju desa Sumber Wringin. Setelah sampai, kamu dapat berjalan kaki untuk sampai di basecamp pendakian Sumber Wringin.

Tabel Rute Perjalanan

Statsiun Jember >> Terminal Arjasa >> Terminal Bondowoso >> pertigaan Gardu Atta >> Desa Sumber Wringin >> Basecamp pendakian

Perizinan

Basecamp pendakian di jalur Sumber Wringin sudah dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk tempat parkir, kamar mandi dan kamar tamu. Biaya penginapan per malamnya adalah Rp. 10.000, harga tersebut sudah termasuk biaya retrubusi pendakian.


Jalur Pendakian Gunung Raung Via Sumber Wringin

Menurut saya, jalur Sumber Wringin merupakan jalur paling asik, aman dan murah dibanding jalur lainnya di gunung Raung. Namun, tidak banyak pendaki yang memilih jalur satu ini, mungkin karena minimnya informasi atau kalah populer oleh jalur Kalibaru. Saran saya, kamu harus coba asiknya pendakian gunung Raung lewat jalur Sumber Wringin.

Basecamp - Pos 1 (60 menit naik ojeg)

Beranjak dari basecamp, untuk menghemat waktu dan tenaga kamu bisa naik ojeg menuju pos 1. Jarak perjalanan sekitar 10km, dengan waktu tempuh 1 jam bila naik ojeg atau 3 jam bila berjalan kaki. Sementara, ongkos ojeg di sini adalah Rp. 50.000. Oleh karena ojeglah pos 1 disebut dengan nama pos Pondok Motor.

Pos 1 - Pos 2 (4 jam)

Selepas pos 1, perjalanan dilanjutkan dengan melintasi track yang perlahan menanjak, pemandangan berupa kebun kopi yang dikelilingi hutan rimbun, jalur sempit diapit oleh semak belukar yang cukup tinggi, sedangkan udara mulai terasa lembab. Berhati-hatilah, karena kamu akan banyak menemui persimpangan jalan, selalu cermati petunjuk arah, berupa pita atau tali rafia yang diikat pada pepohonan.

Setelah berjalan sekitar 4 jam, kamu akan sampai di pos 2, sebuah tempat yang bernama Pondok Sumur. Meski terlihat luas, namun pos 2 bukanlah tempat ideal untuk berkemah. Sebab, puncak masih jauh.

Pos 2 - Pos 3 (2,5 jam)

Setelah melewati pos 2, track akan terasa lebih menanjak dari sebelumnya, vegetasi semakin rapat dan rimbun. Sesekali, perjalananmu akan dihadang oleh pohon-pohon tumbang yang menghalangi jalur, dan bekas kebakaran masih terlihat di beberapa titik. Sementara, kamu harus tetap waspada, mencermati petunjuk arah. Pos 3 merupakan sebuah tempat yang dinamai Pondok Demit.

Pos 3 - Pos 4 (60 menit)

Selepas Pondok Demit, kondisi jalur tidak banyak berubah, namun kemiringan track sedikit bertambah menanjak. Setelah berjalan sekitar 60 menit, maka kamu akan sampai di pos 4, sebuah lahan terbuka yang disebut dengan nama Pondok Mayit, areanya tidak terlalu luas, mungkin hanya mampu menampung 4 tenda, namun di sini adalah tempat paling ideal untuk mendirikan tenda.

Pos 4 - Pos 5 (45 menit)

Perjalanan menuju pos 5 merupakan penyebrangan batas vegetasi, hutan perlahan terbuka, menyisakan pohon-pohon pinus yang berdiri berjauhan. Di beberapa sudut, terlihat juga ranting dan pepohonan berwarna hitam, seolah habis terbakar, sedikit mirip hutan mati di gunung Papandayan, menimbulkan suasana angker.

Setelah bejalan sekitar 45 menit, sampailah kamu di pos 5, sebuah tempat bernama Pondok Angin. Di sini angin kencang sering berhembus, bergemuruh, seakan macan yang sedang meraung. Dalam tulisan berjudul sejarah gunung Raung disebutkan, bahwa angin itulah yang menyebabkan kenapa gunung satu ini dinamai gunung Raung.

Pos 5 - Puncak Gunung Raung (90 menit)

Selepas Pondok Angin, perjalanan dilanjutkan menuju puncak, melintasi jalur maut yang diapit oleh jurang di sebelah kanan dan kiri, sedangkan medan didominasi oleh bebatuan dan kerikil, membuat perjalanan semakin sulit, dibutuhkan kecermatan, fokus dan kerja-sama tim untuk dapat melaluinya dan bisa sampai di puncak gunung Raung.


Puncak Gunung Raung

Sejatinya, gunung Raung memiliki 4 puncak, yaitu puncak Bendera, puncak Tujuh Belas, puncak Tusuk Gigi dan puncak Sejati. Bila kita menggunakan jalur Sumber Wringin, maka kita akan sampai di puncak Kaldera (puncak bayangan). Sementara, untuk sampai di puncak Sejati (tertinggi), maka kita harus menggunakan jalur Kalibaru.

Ketinggian puncak Sejati yang mencapai 3.344 mdpl, menempatkan gunung Raung di urutan ke-14 dalam jajaran 50 gunung tertinggi di Indonesia.

Meski bukan puncak tertinggi di gunung Raung, namun pemandangan di puncak Kaldera tidak kalah mengagumkan dari puncak Sejati, di sana kamu dapat menyaksikan gugusan gunung-gunung lainnya, termasuk gunung Semeru, gunung Argopuro dan gunung Ijen. Serta menyaksikan sebuah kawah besar yang masih aktif mengepulkan asap.


Misteri Gunung Raung

Bila kamu memperhatikan nama-nama dari setiap pos pendakian di gunung Raung, maka kamu akan mendapati nama-nama yang sedikit menyeramkan, seperti Pondok Mayit, Pondok Sumur atau Pondok Demit. Untuk mengetahui uraian lengkapnya, silakan intip tulisan sebelumnya yang berjudul 5 misteri gunung Raung.

Demikian adalah informasi tentang pendakian gunung Raung via Sumber Wringin yang bisa saya sampaikan. Bila kamu merasa bahwa tulisan ini sangat bermanfaat untuk pendaki lainnya, sebaiknya bantu saya dengan membagikan tulisan ini di media sosial kesayanganmu. Caranya dengan menekan tombol sosial media yang tersedia di bawah tulisan ini.
Share:

Pendakian Gunung Andong Via Dusun Gogik

jalur pendakian gunung andong via gogik

Salah satu biduan di antara para pendaki gunung, meski ketinggiannya hanya 1.726 mdpl, namun karena memiliki keindahan alam yang merona, cantik dan mengaggumkan, setiap tahunnya gunung Andong selalu ramai dikunjungi oleh para pejuang ketinggian atau para perindu mdpl. Letaknya berada di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Jawa Tengah.


Pendakian Gunung Andong Via Dusun Gogik

Sejatinya gunung Andong memiliki 3 jalur pendakian resmi, yaitu jalur dusun Sawit, jalur dusun Pendem dan jalur dusun Gogik. Khusus dalam tulisan ini, kita akan membahas tentang jalur Gogik. Sebab, jalur satu ini merupakan jalur terfavorit di antara jalur lainnya.

Transportasi Menuju Basecamp Dusun Gogik

Dari Jogja - Magelang: Tujuan awal kita adalah menuju ke arah Salatiga, sesampainya di Pasar Ngablak, kamu akan melihat sebuah gapura berwarna biru, ambil jalur sebelah kiri, setelah 500 meter, bertemu pertigaan dusun Kenteng, di sana plang petunjuk arah sudah terlihat, kamu tinggal mengikutinya hingga sampai di basecamp Andong Giri Dwipa.

Dari Solo: Tidak jauh berbeda dengan rute perjalanan dari Jogja, ambillah jalur menuju Salatiga, sesampainya di Pasar Sapi, beloklah ke sebelah kanan menuju Kopeng, maka kamu akan sampai di Pasar Ngablak, masuk ke gapura berwarna biru dan ikuti rute seperti dari arah Jogja yang telah disebutkan di atas.


Jalur Pendakian Gunung Andong Via Gogik

Jalur Gogik merupakan jalur pendakian paling pendek di antara jalur lainnya, rata-rata pendaki hanya menghabiskan waktu 2-3 jam untuk sampai di puncak gunung Andong. Oleh karenanya, meski memliki jalur yang cukup menanjak, jalur satu ini selalu ramai dikunjungi oleh para pendaki.

Basecamp - Pos 1

Perjalanan dimulai, meninggalkan basecamp, kita akan melewati rumah-rumah penduduk dan kebun bambu yang rapat. Medan didominasi oleh tanah padat, sedangkan vegetasi akan terbuka kembali setelah keluar dari kebun bambu, memperlihatkan alam hijau yang luas. Sesampainya di pos 1, kamu akan melihat sebuah bangku yang terbuat dari bambu, bisa dimanfaatkan untuk beristirahat sejenak.

Pos 1 - Pos 2

Beranjak dari pos 1, tingkat kemiringan track bertambah menanjak, perjalanan mulai memasuki hutan pinus, udara terasa lebih sejuk. Sementara medan berupa tanah yang berdebu, bila musim hujan akan sangat licin dan saat musim panas, jalanan akan dipenuhi debu yang bertebaran. Jadi usahakan untuk menggunakan masker saat melakukan pendakian di gunung Andong.

Pos 2 - Puncak Gunung Andong

Keadaan pos 2 tidak berbeda jauh dari pos 1, kamu dapat menemukan sebuah bangku yang terbuat dari bahan bambu. Sedangkan, perjalanan menuju puncak akan membawa kita pada track yang cukup menanjak, medan masih didominasi oleh tanah berdebu dan pemandangan masih berupa hutan pinus yang tidak terlalu rapat. Sekitar 30 menit perjalanan, kamu sudah sampai di puncak gunung Andong.

Baca juga: 9 fakta dan misteri gunung Andong, Magelang, Jawa Tengah


Puncak Gunung Andong

Meskipun tidak terlalu tinggi, namun pemandangan yang bisa kamu nikmati saat berhasil mencapai puncak Andong sangatlah indah, berupa hamparan samudera awan (jika beruntung) dan sebarisan gunung yang menyundul di kejauhan. Di antaranya adalah gunung Sindoro, gunung Sumbing, gunung Prau, gunung Ungaran, gunung Merbabu, gunung Merapi dan gunung Lawu.

Tips Pendakian Gunung Andong Via Gogik

  • Sediakan perbekalan air dengan cukup, karena sumber air hanya ada di basecamp
  • Gunakanlah masker, agar pernafasan kita tidak terganggu oleh debu
  • Tempat berkemah paling ideal adalah di puncak

Demikian adalah informasi tentang jalur pendakian gunung Andong via Gogik yang bisa saya sampaikan. Bila kamu merasa bahwa tulisan ini sangat bermanfaat untuk pendaki lainnya, sebaiknya bantu saya dengan membagikan tulisan ini di sosial media kesayanganmu. Caranya dengan menekan tombol sosial media yang tersedia di bawah tulisan ini.
Share:

Jalur Pendakian Gunung Kerinci Via Kersik Tuo

jalur pendakian gunung kerinci via kersik tuo

Dengan ketinggian puncaknya yang mencapai 3.805 mdpl, gunung Kerinci merupakan gunung tertinggi di pulau Sumatera dan gunung tertinggi di Indonesia yang berada di luar pulau Papua, salah satu gunung favorit di kalangan para pendaki Indonesia. Letaknya sendiri berada di perbatasan antara Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Barat.


Jalur Pendakian Gunung Kerinci Via Kersik Tuo

Sejatinya, gunung Kerinci memiliki 2 jalur pendakian resmi, yaitu jalur Solok dan jalur Kersik Tuo. Khusus dalam tulisan ini, kamu akan mengetahui tentang jalur Kersik Tuo. Sebab, jalur ini merupakan jalur paling landai di antara jalur lainnya, sehingga kebanyakan pendaki lebih memilih jalur Kersik Tuo.

Transportasi Menuju Basecamp Kersik Tuo

Menuju basecamp pendakian gunung Kerinci, kamu dapat menggunakan transportasi darat atau transportasi udara. Untuk mengetahuinya secara detail, kamu dapat mengintip tulisan sebelumnya, berjudul rute perjalanan dan biaya pendakian gunung Kerinci.

Biaya Administrasi Pendakian Gunung Kerinci

Harga tiket untuk memasuki kawasan gunung Kerinci adalah Rp. 7.500 per orang. Namun bila kamu berniat menyewa porter agar pendakianmu lebih aman dan nyaman, maka biaya yang harus kamu bayar adalah sebesar Rp. 250.000 - Rp. 300.000,-


Pendakian Kerinci Via Kersik Tuo

Meskipun terbilang jalur yang memiliki track landai, namun jalur satu ini memiliki jarak tempuh yang cukup panjang. Setidaknya rata-rata pendaki membutuhkan waktu sekitar 11-12 jam perjalanan. Uraiannya sudah saya siapkan di bawah ini.

Basecamp - Pos 1 (45 menit)

Gerbang pendakian di jalur Kersik Tuo berupa sebuah gapura berwarna kuning. Selepasnya, kamu akan berjalan menysuri track yang masih landai, diapit oleh semak belukar di kanan dan kiri di samping jalur. Medan di sini didominasi oleh tanah padat.

Setelah berjalan sekitar 45 menit, kamu akan sampai di pos 1, sebuah tempat bernama Bangku Panjang yang berada pada ketinggian 1.890 Mdpl.

Pos 1 - Pos 2 (35 menit)

Selepas pos 1, perjalanan menuju pos 2 masih ditemani oleh jalur sempit yang didominasi oleh tanah padat. Tingkat kemiringan perlahan meningkat, lama-lama jalur terasa menanjak. Sedikit repot, karena di sini beberapa pohon kecil yang tumbang akan menghadang perjalananmu.

Setelah berjalan sekitar 35 menit, kamu akan sampai di pos 2, sebuah tempat bernama Batu Lumut yang berada pada ketinggian 2.010 Mdpl. Meski tidak terdapat sebuah shelter (bangunan), namun areanya yang cukup luas dapat dijadikan tempat beristirahat, menarik napas, mempersiapkan tenaga untuk perjalanan selanjutnya.

Pos 2 - Pos 3 (60 menit)

Melanjutkan perjalanan, selepas pos 2, tingkat kemiringan track semakin meningkat, medan masih didominasi tanah padat dan pohon-pohon kecil yang rubuh masih setia menghadang petualanganmu. Perjalanan ini akan sangat berat bila kamu melakukan di musim penghujan. Sebab, jalur akan sangat licin.

Setelah berjalan sekitar 60 menit, kamu akan sampai di pos 3, sebuah tempat bernama Pondok Panorama yang berada pada ketinggian 2.225 Mdpl.

Pos 3 - Shelter 1 (90 menit)

Setelah melewati pos 3, kamu akan menemukan sumber air yang sangat bermanfaat untuk mengisi ulang persediaan air minum. Sementara, jalur semakin menanjak dan barisan pohon-pohon tumbang masih keras kepala untuk tetap menghalangi jalur pendakian.

Setelah berjalan sekitar 90 menit, kamu akan sampai di shelter 1, berada pada ketinggian 2.505 Mdpl. Kamu bisa beristirahat di sini, karena perjalanan selanjutnya cukup panjang dan berat.

Shelter 1 - Shelter 2 (3 jam)

Beranjak dari shelter 1, perjalanan menuju shelter 2 adalah perjalanan paling panjang selama proses pendakian, rata-rata pendaki menghabiskan waktu 3 jam perjalanan. Sangat melelahkan, terlebih track semakin menanjak dan pohon-pohon yang rubuh masih setia bertengger menghalangi jalur pendakian.

Mendekati shelter 2 ditandai dengan sebuah pos bayangan yang memiliki area tanah datar yang cukup luas, bisa difungsikan sebagai tempat beristirahat.

Shelter 2 sendiri merupakan sebuah tempat yang berada di ketinggian 3.056 mdpl. Di sana kamu bisa menemukan sumber air dan beberapa lahan datar untuk mendirikan tenda.

Shelter 2 - Shelter 3 (3 jam)

Selepas shelter 2, penyiksaan belum berakhir, bahkan lebih sadis dari sebelumnya, dibutuhkan tekad, tenaga ekstra dan kekompakan tim untuk dapat melewatinya. Sebab jalur semakin menanjak, mungkin tingkat kemiringan sampai 70 derajat, medan didominasi oleh akar belukar dan pemandangan tertutup oleh barisan pepohonan yang menjulang sangat tinggi.

Perjalanan menuju shelter 3 tidak terlalu panjang, namun rintangan yang harus dilewati membuat perjalanan ini terasa lama, rata-rata pendaki menghabiskan waktu sekitar 3 jam perjalanan.

Sesampainya di shelter 3 (3.291 mdpl), kamu akan menemukan sebuah tempat paling ideal untuk mendirikan tenda. Sebab, lahannya luas, memiliki pemandangan alam yang mengagumkan, berada tidak terlalu jauh dari puncak, terdapat sumber air dan merupakan tempat camp terakhir. Jadi, sebelum melakukan summit atack di pagi hari, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu di shleter 3.

Shelter 3 - Tugu Yuda (90 menit)

Shelter 3 yang merupakan batas vegetasi akan membawa kita pada medan yang didominasi oleh bebatuan dan kerikil-kerikil kecil. Cukup menyiksa, selain jalur yang menanjak, angin kencang pun takan menahan diri untuk menghembus tubuhmu yang sudah lelah. Perjalanan menuju Tugu Yuda membutuhkan waktu sekitar 90 menit.

Terletak tidak jauh dari puncak gunung Kerinci, Tugu Yuda merupakan sebuah penghormatan untuk sosok Yuda, seorang pemuda pecinta alam yang meninggal di gunung Kerinci pada tanggal 23 Juni 1990.

Tidak jauh dari tugu Yuda, terdapat sebuah petunjuk yang mengarahkan kita menuju puncak gunung Kerinci. Dengan cat warna merah, petunjuk tersebut akan terlihat jelas meskipun kabut sedang menutupi jarak pandang.

Baca juga: 5 misteri gunung Kerinci

Tugu Yuda - Puncak Gunung Kerinci (30 menit)

Selepas Tugu Yuda, rasa-rasanya puncak gunung Kerinci sudah terlihat dekat, namun nyatanya masih jauh di kaki. Sebab, track menuju puncak didominasi oleh bebatuan dan kerikil, ditambah dengan tingkat kemiringan jalur yang tinggi. Ini adalah siksaan terakhir sebelum menikmati megahnya alam di atas puncak gunung Kerinci.


Puncak Gunung Kerinci

Puncak gunung Kerinci bernama puncak Indrapura, berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di sana kamu dapat menemukan sebuah kawah yang masih aktif mengepulkan gas belerang. Pemandangan pun sangat mengagumkan, berupa hamparan kota Padang, Bengkulu dan Jambi, sebarisan pegunungan lainnya dan bentangan Samudera Hindia yang amat menakjubkan. Tidak heran bila gunung Rinjani masuk dalam barisan gunung terindah di Indonesia.

Tips Pendakian Gunung Rinjani

  • Sebelum melakukan pendakian, periksalah terlebih dahulu status gunung Kerinci, karena ia merupakan satu dari 10 gunung berapi paling aktif di Indonesia
  • Hindari untuk mendirikan tenda di pos 1 - pos 3, karena di sini masih dihuni oleh Harimau Sumatera
  • Selalu waspada dan tetap tenang bila menemukan tanda-tanda kemunculan Harimau Sumatera
  • Jangan membuat api ungun selama pendakian karena angin di gunung Kerinci berhembus cukup kencang
  • Saat gas belerang bertiup menuju puncak, pakailah masker dan segera turun dari sana
  • Saat berada di puncak, sebaiknya tidak melebihi jam 12 karena kabut rawan turun, menutupi jalur
  • Kekompakan tim harus terus dilakukan agar bisa selamat sepanjang perjalanan

Demikian adalah informasi seputar jalur pendakian gunung Kerinci via Kersik Tuo. Bila kamu merasa bahwa tulisan ini sangat bermanfaat untuk pendaki lainnya, sebaiknya bantu saya dengan membagikan tulisan ini di media sosial kesayanganmu. Caranya dengan menekan tombol sosial media yang tersedia di bawah tulisan ini.
Share:

Misteri dan Sejarah Gunung Welirang, Malang

misteri dan sejarah gunung welirang

Bila sebelumnya kita sudah membahas tentang misteri gunung Arjuno, kali ini kita akan mengetahui tentang misteri gunung yang berada tepat di sebelahnya, yakni gunung Welirang, beserta dengan sejarahnya. Sedikit informasi, ketinggian puncak gunung Welirang sendiri mencapai 3.156 mdpl, dibalut dengan keindahan alam yang khas, dipenuhi batu berwarna kuning belerang yang menyimbolkan keunikan.




Misteri dan Sejarah Gunung Welirang, Malang

Lokasi Gunung Welirang

Gunung Welirang berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Masuk dalam satu gugusan pegunungan bersama gunung Ringgit, gunung Anjasmoro dan bersebelahan dengan gunung Arjuno. Sakit dekatnya, bila melakukan pendakian lewat jalur Tretes, kamu dapat mendaki kedua gunung tersebut dalam waktu bersamaan.

Sejarah Gunung Welirang



Menurut kepercayaan Hindu, gunung Welirang merupakan satu dari 7 gunung suci yang berada di kawasan sepanjang pulau Jawa. Hal ini tergambar dari keberadaan situs-situs suci yang terdapat di lereng gunung Welirang, di antaranya adalah Candi Jawi dan Candi Songgoriti.

Kepercayaan kesucian gunung Welirang berawal dari kisah tentang pemindahan gunung Meru yang dilakukan oleh dewa, dari India ke Indonesia. Hari ini gunung tersebut dinamai gunung Semeru. Sementara, gunung Welirang merupakan salah satu serpihan tanah gunung Meru yang terjatuh di kawasan Kabupaten Malang.

Peristiwa ini diceritakan dalam kitab Tantu Panggelaran yang ditulis pada tahun 1635. Kitab tersebut bercerita tentang peristiwa pemindahan gunung Semeru dan proses terbentuknya gunung-gunung yang berceceran di sepanjang tanah Jawa. Bunyinya seperti berikut di bawah ini.


Col andap kulwan, maluhur wetan ikang nusa jawa; yata pinupak sang hyang mahameru, pinalih mangetan. Tunggak nira hana kari kulwan; matangnyan hana argga kelaça ngarannya mangke, tunggak sang hyang mahameru nguni kacaritanya. Pucak nira pinalih mangetan, pinuter kinembulan dening dewata kabeh; runtuh teka sang hyang mahameru. Kunong tambe ning lemah runtuh matmahan gunung katong; kaping rwaning lmah runtuh matmahan gunung wilis; kaping tiganing lmah runtuh matmahan gunung kampud; kaping pat ing lmah runtuh matmahan gunung kawi; kaping limaning lmah runtuh matmahan gunung arjuna; kaping nem ing lmah runtuh matmahan gunung kumukus (Pigeaud, 1924).

Terjemahan

Turun di sebelah barat, kemudian dipindah ke sebelah timur pulau Jawa, dibawalah gunung Sang Hyang Mahameru menuju timur, sebagian tanahnya tertinggal di sepanjang perjalanan. Oleh karenanya terbentuklah sebuah gunung yang bernama Kailaca. Mengenai gunung Mahameru, seperti inilah kisahnya.

Para dewa membawa puncak Mahameru dari barat menuju timur, tanahnya berjatuhan dalam perjalanan. Tanah pertama membentuk gunung Katong, tanah kedua membentuk gunung Wilis, tanah ketiga membentuk gunung Kampud, tanah kelima membentuk gunung Arjuno dan tanah keenam membentuk gunung Kamukus.

Para ahli sejarah menuturkan bahwa gunung Kamukus yang disebutkan dalam naskah tersebut adalah penyebutan nama gunung Welirang pada abad ke-16. Bersama 5 gunung lainnya, gunung Welirang merupakan tanah terakhir yang terjatuh dari gugusan pegunungan Semeru.

Baca juga: sejarah gunung Semeru

Sedangkan nama Welirang sendiri memiliki makna belerang, nama ini menggambarkan kekayaan gunung ini akan kandungan belerangnya, sepanjang tahun kamu dapat menyaksikan para pekerja yang sedang mengambil belerang dari gunung Welirang. Bahkan batu-batu di sini berwarna kuning belerang.

Status Gunung Welirang

Bila gunung Arjuno berstatus gunung berapi yang tidak aktif, gunung Welirang adalah gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Hal ini tergambar dari aktifitas vulkanik yang masih terjadi dan keberadaan kawah yang masih mengepulkan asap belerang.

Misteri Gunung Welirang

Dalam kawasan gunung Welirang, kita dapat menemukan 2 buah air terjun, yaitu air terjun Elang dan air terjun Kake Bodo. Nah menurut penuturan penduduk sekitar, di kawasan air terjun Kake Bodo sering terlihat sosok seorang kakek yang bersorban dan menghilang sekejap mata. Serta di sini juga sering terjadi kesurupan.



Demikian adalah misteri dan sejarah gunung Welirang yang bisa saya sampaikan. Semoga dapat menambah pengetahuanmu dan mengenal salah satu gunung di Indonesia lebih dalam lagi. Salam lestari.
Share:

9 Gunung Tertinggi di Eropa yang Terkenal di Dunia

9 gunung tertinggi di benua eropa

Benua Eropa, dikenal dengan permainan sepak bolanya yang fantastik. Namun di balik itu, gunung-gunung tertinggi di benua tersebut pun sangat menarik untuk diketahui, dengan berbagai lanscap, ciri khas dan kemegahannya masing-masing. Karenanya, dalam tulisan ini, kamu akan mengetahui beberapa gunung tertinggi di Eropa. Berikut di bawah ini.


9 Gunung Tertinggi di Eropa yang Terkenal di Dunia

Sejatinya, masih menjadi perdebatan di antara beberapa kalangan, tentang gunung mana yang merajai barisan gunung tertinggi di Benua Eropa, sebagian tetap menunjuk gunung Elbrus di Russia dan sebagian lagi menunjuk gunung Mount Blanc yang terletak di perbatasan antara Italia dan Perancis, mereka berdalih bahwa gunung Elbrus terletak di benua Asia, bukan di Eropa, dan saya setuju dengan pendapat ini.

1. Mont Blanc, Itali-Perancis (4.810 mdpl)


Mont Blanc

Pada tahun 1786, Michel Paccard dan Jacques Balmat melakukan pendakian di gunung Mont Blanc untuk pertama kalinya. Hingga hari ini, jalur pendakian di gunung Mont Blanc masih ramai dijamahi para pendaki, setidaknya ada 20.000 pengunjung dalam setiap tahunnya.

Selain Mont Blanc, gunung ini juga disebut dengan nama White Mountain atau gunung putih, nama ini menggambarkan bahwa sepanjang tahunnya, gunung Mont Blanc selalu diselimuti salju.

Jalur pendakian yang paling populer adalah jalur Voie Des Cristalliers, pintu masuknya berada di perbatasan antara negara Italia dan negara Perancis. Kawasan ini juga sering digunakan sebagai arena bermain ski oleh para snowboarding.

2. Monte Rosa, Swiss (4.634 mdpl)


Monte Rosa

Menempati urutan ke-2, gunung Monte Rosa dikenal dengan ketebalan saljunya, hampir di setiap sudut, kamu dapat menemukan glester (tumpukan salju yang terjadi selama bertahun-tahun). Letaknya berada di negara Swiss, masuk dalam kawasan pegunungan Pennine Alpen.

Pada tanggal 1 Agustus 1855, untuk pertama kalinya puncak gunung Monte Rosa dijamahi oleh manusia, mereka adalah Johannes Zumtaugwald, Christopher Smyth dan Charles Hudson yang berperan sebagai nahkoda ekspedisi. Menurut beberapa sumber, gunung satu ini memiliki 10 puncak, di antaranya adalah.

  • Dunantspitze (Ostspitze)
  • Dufourspitze
  • Grenzgipfel
  • Ludwigshohe
  • Nordend
  • Parrotspitze
  • Schwarzhorn
  • Signalkuppe
  • Vincent Pyramid
  • Zumsteinspitze

3. Puncak Zumsteinspitze, Swiss-Itali (4.563 mdpl)


Puncak Zumsteinspitze

Terletak di perbatasan antara negara Itali dan Swiss, puncak Zumsteinspitze merupakan satu dari 10 puncak di gunung Monte Rosa, masuk dalam kawasan pegunungan Pennine Alpen. Kisah pendakian yang pertama kali di puncak ini sedikit unik.

Pada bulan Agustus 1820, Castel, Molinatti, Niklaus Vincent dan Joseph Zumstein berniat menapakan kaki di puncak tertinggi gunung Monte Rosa. Namun, sepertinya perjuangan mereka sedikit keliru, karena tanpa disadari, puncak yang mereka capai adalah puncak Zumsteinspitze yang merupakan puncak ke-2 tertinggi di pegunungan Monte Rosa.

4. Signalkuppe, Itali-Swiss (4.554 mdpl)


Signalkuppe

Masih merupakan bagian dari pegunungan Monte Rosa, puncak Signalkuppe memiliki ketinggian 4.554 mdpl, merupakan gunung ke-4 tertinggi di benua Eropa. Pendakian pertama yang dilakukan di puncak Signalkuppe adalah pada bulan Agustus 1842. Mereka adalah Pastor Paroki, Giovanni Gnifetti, J. Farinetti dan beberapa orang lainnya.

Salah satu keunikan pada puncak Signalkuppe adalah terdapatnya tempat penginapan di atas puncaknya. Penginapan yang dibangun pada tahun 1890-1893, bernama Margherita Hut. Nama tersebut dimaksudkan untuk menghormati sang penggagas pembangunan penginapan ini, yaitu permaisuri Margherita.

5. Gunung Dom, Swiss (4.545 mdpl)

Gunung Dom merupakan salah satu gunung terpopuler di negara Swiss, selalu ramai dikunjungi wisatawan di sepanjang tahun. Ketinggiannya mencapai 4.545 mdpl, karena memiliki track yang sangat menanjak, pemerintah setempat membangun fasilitas kereta gantung untuk memudahkan para pengunjung.

Pencapaian puncak gunung Dom pertama kali dilakukan oleh seorang pendeta, bernama John Llewelyn-Davies pada bulan September 1858. Meskipun terdapat kereta gantung, namun saat ini, jalur pendakian yang dilaluinya masih digunakan oleh sebagian para pendaki.

6. Limskamm, Swiss-Italy (4.538 mdpl)

Menempati urutan ke-6 dalam jajaran gunung tertinggi di Eropa, gunung Limskamm dikenal memiliki track yang sadis dan banyak memakan korban. Sebab, sebelum mencapai puncak, para pendaki harus melewati sebuah lintasan curam yang dihimpit jurang bersalju sepanjang 50km. Jalur lintasan ini dijuluki sebegai Man-Eater.

Biasanya, para pendaki yang tidak menguasai medan dan minim akan kemampuan mountainering akan terperosok saat berjalan di atas lintasan ini. Kecelakaan terbanyak terjadi pada pertengahan abad ke-19, banyak kalangan yang berasumsi bahwa hal itu disebabkan minimnya penyedia alat pendakian di jaman tersebut.

Sementara, pendakian pertama di gunung Liskamm dilakukan oleh Party dan J. F. Hardy pada tahun 1861.

7. Weisshorn, Swiss (4.506 mdpl)

Pada tahun 1861, untuk pertama kalinya puncak gunung Weisshorn dijamahi manusia, mereka adalah Ulrich Wenger, Johann Joseph Benet dan John Tyndall. Kala itu, mereka memulai pendakian dari arah sebelah timur gunung.

Hingga saat ini jalur tersebut masih ramai digunakan oleh para pendaki. Bahkan, kita dapat menemukan sebuah basecamp pendakian yang berumur 112 tahun, bernama basecamp Weisshorn.

Letak gunung Weisshorn sendiri berada di negara Swiss, di antara lembah Zermatt dan lembah Anniviers, masuk dalam kawasan pegunungan Alpen Swiss. Sebagian orang Jerman menyebut gunung Weisshorn sebagai gunung yang bersinar.

8. Taschhorn, Swiss-Italy (4491 mdpl)

Berada di perbatasan antara negara Swiss dan negara Itali, sebelah selatan dari gunung Dom, masuk dalam kawasan Mischabel. Pertama kali, pendakian di gunung Taschhorn dilakukan oleh Pendeta J. W. Hayward dan John Llewelyn-Davies pada tanggal 30 Juli 1862.

9. Grossglockner, Austria (3.798 mdpl)

Merupakan gunung tertinggi di negara Austria, gunung Grossglockner terletak di  perbatasan kota Tyrol dan wilayah Carinthia, masuk dalam kawan Taman Nasional High Tauren. Sedangkan ketinggiannya sendiri mencapai 3.798 mdpl.

Baca juga:


Demikian adalah 9 gunung tertinggi di benua Eropa yang dapat saya sampaikan, dengan segala keunikan dan sejarahnya. Bila bermanfaat, bagikanlah tulisan ini dengan menekan tombol sosial media yang berada di bawah ini.
Share:

Search This Blog

Powered by Blogger.

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script>      (adsbygoo...

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.